SELAMAT PASKAH 2023

“Engkau mencintaiku lewat hujan

yang lembut membasahi rambutku

Engkau mencintaiku lewat angin

yang sejuk membelai kulitku.

 

Engkau mencintaiku lewat temaram malam

yang damai melelapkan tidurku

Engkau mencintaiku lewat sentuhan-sentuhan kasih

yang menghampiriku di dalam hidup ini.

 

Dari awal…

Engkau memberikanku yang terbaik

Melebihi dari apapun

yang dapat diberikan oleh dunia ini.

 

Engkau mencurahkan cinta itu sampai tuntas

dengan mengorbankan nyawa-Mu.

Dan tatkala cinta nan agung itu meredup,

Engkau menggugahku dengan kemuliaan kebangkitan-Mu.

 

Ketika Engkau terangkat menuju Bapa,

Engkau menjanjikan Roh Penghibur

akan terus mendampingi kami melanjutkan perjalanan iman

menuju keabadian ‘tuk bersatu dengan-Mu.

 

Terimakasih Tuhan, untuk cinta suci-Mu

Terimakasih, untuk pengorbanan-Mu nan agung

Terimakasih, untuk wafat dan kebangkitan-Mu

Terimakasih, untuk kenaikan-Mu ke Surga

dan untuk janji-Mu akan datangnya Roh Penghibur.

 

Ajarkanku, Tuhan, membalas cinta-Mu

Dengan tulus mengasihi sesamaku

Lewat pelayanan tanpa pamrih

Yang kulakukan setiap hari.

 

Datanglah, ya Roh CINTA,

penuhi kami dengan cinta-Mu hangat membara.”

HOLY SATURDAY, RENUNGAN SABTU SUCI PSA, 8 APRIL 2023

 

Terlintas bayangan itu kembali

Ketika Ia terhuyung memikul kayu Salib yang berat

Ku rasakan kesakitan dari Tubuh yang disesah itu

Mengucur Darah dan air mata Kasih

Dia tergantung pasrah tiada berdaya

Dikelilingi deraan hujatan dan umpatan

Tanpa pembelaan, tiada belaskasih.

 

Dalam keheningan nan sendu di pagi ini

Ketika ku memandang pada Salib-Mu

Ku lihat sorot mata penuh penyerahan diri nan sempurna.

Engkau rela tergantung, menderita, dan wafat

Demi harga sebuah KASIH.

 

Lalu….

Mengapa hati masih mengeras, kepala menengadah arogan

Jiwa mencari pembenaran, pikiran memburu pembelaan palsu?

Haruskah Kasih dan kebenaran-Mu disalibkan kembali

demi kesombongan, harga diri, dan pengejaran tak teratur?

Tak terdengarkah jerit kesakitan-Mu yang menyayat

Tetes demi tetes darah mengalir oleh kedegilan dan kemunafikan?

 

Wahai Tubuh yang harus menanggung dera aniaya

atas kejahatan yang tidak dilakukan-Nya.

Wahai Kepala penuh duri yang tertunduk lunglai

oleh dosa orang lain yang ditimpakan kepada-Nya.

Wahai jiwa yang menjerit penuh kesakitan oleh aniaya dan ditinggalkan

Ketika otoritas kuasa tanpa belaskasih

menjatuhkan keputusan dan hukuman atas diri orang yang tak bersalah!

 

Ketika hari-hari hidup kami tersesak derita

Berbagai persoalan berbaris susul-menyusul

Ketika kepolosan nurani dan nilai moral bagaikan kandas memudar

Jangan biarkan kami menyalibkan Kasih dan Kebenaran-Mu.

 

Bantu kami ya Tuhan, menegakkan Salib Kasih dan kebenaran-Mu.

Bantu kami tuk bertahan ketika segala usaha baik tampak sia-sia.

Kuatkan kami ketika harapan bagaikan sirna.

Ingatkan kami akan janji-Mu

Bahwa Engkau takkan pernah meninggalkan kami

Bahwa kasih-Mu abadi dan rahmat suci-Mu selalu menyertai kami

Bahwa Engkau sendiri hadir, berjalan, dan berjuang bersama kami

melewati jalan panjang

via dolorosa kehidupan kami.

 

 

Bunda…,

Pada wajahmu yang suci
Matamu nampak bening sejuk lembut
Hanya engkau sendirilah yang tahu
Pahit dan manisnya kehidupan di dunia.

Ketika Sabda Tuhan menghampirimu lewat sapaan malaikat,

Engkau menjawab, “Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataan-Mu.”

Dan ketika kau pangku jasad kaku penuh luka Anakmu,

Lirih kaubisikkan,

“Bukan kehendakku, melainkan kehendak-Mu lah yang terjadi.”

 

Bunda…,

Tiada henti engkau menyentuh hatiku

Lewat teladan cinta, pasrah, dan pengabdianmu yang total pada Tuhan

Engkaulah Ibu yang penuh IMAN,

Engkau Ibu yang sangat TABAH,

Engkau Ibu dengan KERENDAHAN HATI yang luar biasa.

 

Dalam IMAN…,

Engkau telah berani percaya dan pasrah diri,

kendati tidak melihat.

Engkau yakin bahwa Tuhan senantiasa berjalan bersamamu,

entah seterjal apapun jalan hidup ini.

Engkau merelakan dirimu seutuhnya bagi Tuhan,

betapapun berat dan sulitnya takdir yang telah digariskan.

Engkau telah melepaskan hak atas dirimu sendiri,

untuk sepenuhnya jadi milik Tuhan dan dikuasai oleh-Nya.

 

Engkau Ibu yang TABAH…,

Menerima semua beban, kesulitan, dan penderitaan

sebagai rahmat yang membuka kesempatan untuk lebih dekat pada Tuhan.

Melihat segala kekecewaan, kegetiran, dan hal-hal yang tidak dimengerti

sebagai jalan Tuhan untuk menyadarkan akan kelemahan dan ketidakberdayaan manusia,

sehingga lalu hanya bersandar pada Tuhan.

Menanggung semua peristiwa yang secara manusiawi memupus segala harapan,

yang secara manusiawi menutup segala kemungkinan untuk dapat bertahan hidup,

dengan tetap setia, tekun, dan penuh semangat

menjalankan tugas-tugas dalam keadaan apapun sejauh memungkinkan,

dengan segala resiko dan konsekuensi yang harus engkau tanggung.

 

Engkau Ibu yang sangat RENDAH HATI…,

Meskipun menjadi satu-satunya wanita pilihan Allah,

engkau sama sekali tidak membanggakan diri, apalagi bersikap jumawa.

Meskipun engkau terpilih sebagai Ibu Mesias,

engkau tetap ‘ndeso’, ‘udik‘, tak terkenal,

hanya sebagai ibu rumah tangga desa yang sederhana.

 

Dalam teladan iman dan penyerahan dirimu yang sempurna, ya Bunda,

ajari aku ‘tuk menyerukan fiat-mu, “Aku ini hamba Tuhan…”.

Dalam terang kehidupan dan ketabahan hatimu yang luar biasa, ya Bunda,

ajari aku untuk sanggup menanggung segala kesulitan dan beban hidup.

Dalam sikap pengabdian dan kerendahan hatimu, ya Bunda,

tuntun aku hidup sederhana dan tidak menyombongkan diri

dengan kuasa sementara yang ada padaku.

 

Ajari aku untuk setia sampai akhir hayat, ya Bunda

menghayati hidup sebagai hamba Tuhan,

menjadi partner Allah yang tidak mengecewakan,

untuk tetap dapat tabah, setia, dan tekun bertahan

dalam iman dan kerendahan hati, seperti engkau,

setiap kali aku mendoakan:

“Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu….”

 

“BALADA CINTA JUMAT AGUNG”

Aku masih sangat remaja kala itu

Gadis muda yang naïf dan polos

Penuh mimpi dan cita-cita

Mengejar kehidupan indah bagaikan dongeng.

 

Namun Engkau datang dengan segenap pesona cinta-Mu

Menyentuh hatiku hingga ke kedalaman nubari

Jantungku gemuruh oleh gelora cinta-Mu

Yang terpancar lewat tatapan mata-Mu dari atas Salib itu.

 

Sejak itu jiwaku gegana…

gelisah, galau, merana

Terkoyak antara dambaan cita dan cinta

Namun gigih Engkau menggempur tembok-tembok yang kubangun

Menerobos masuk dan merajai segenap hatiku.

 

“Why do I love Jesus?

Because He first loved me, and He died for me.”

Ku daras mesra syair itu

Terhadap tanya ‘mengapa’ pada jalan hidup ini.

 

Sebuah jalan yang tidak mudah

terjal, berliku, dan berbatu

Namun jalan yang sama telah Engkau tempuh juga

Jalan via dolorosa menuju ke Golgota.

 

Maka, tatkala jiwaku menggigil nyeri kesakitan

Terkoyak berdarah oleh beban luka dan ketidakadilan

Kuingat derita keji yang Engkau tanggung dengan setia

Tanpa menyerah…tanpa menyesalkan.

 

Hari ini Engkau menyentuhku sekali lagi

Menggelar cinta agung hingga keabadian

Dengan merentangkan tangan-Mu di kayu Salib itu

Bersimbah darah, meregang nyawa

Untuk memenangkan aku.

 

Engkau sekali telah menyentuhku

Dengan Cinta Ilahi itu

Dan selamanya Engkau telah menjadi

My First Love

My Endless Love

Jesus….

 

= SELAMAT HARI JUMAT AGUNG =

“Tak ada KASIH yang lebih besar

Daripada DIA …

Yang telah mengorbankan nyawa-NYA

Bagi kita!”

(Yohanes 15:13)

 

GOOD FRIDAY, JUMAT AGUNG PSA, 7 APRIL 2023

“Pantas Saya bersyukur kepada-Mu, Yesus,

sebab Saya diundang untuk bersama Engkau

mengalami makna penderitaan dan sengsara.

 

Saya bersyukur

karena Engkau,

karena Salib-Mu yang berat,

yang engkau seret sampai Bukit Gologota.

 

Mata-Mu tertutup

karena tetes darah yang mengalir dari kepala-Mu,

karena demam di badan-Mu.

 

Yesus…,

untuk apa Kau rela menderita?

untuk siapa Kau rela menderita?

 

Kau membuka mata

dan menengok Saya

dalam perjalanan hidupku.

 

Dalam satu detik itu Kau sentuh hatiku,

sebab di dalam mata-Mu kulihat

belaskasih yang tiada taranya.

 

Dalam satu detik itu Kau sentuh hatiku,

sebab di dalam mata-Mu kulihat

cinta yang hangat dan intim.

 

Dan karenanya

Saya terdiam dan hening

di kaki Salib-Mu,

dalam suasana cinta hati-Mu.

 

Cinta-Mu tak bertepi ….

Dalam lintas kematianpun

Engkau merangkul Saya

kini dan disini.

 

Oh Salib Suci,

Salib Penderitaan dan Kemenangan,

Saya bersembah sujud dan hening,

dibanjiri oleh rahmat-Mu.

 

Yesus, Engkau mengundang Saya

untuk memegang tangan-Mu.

Alirkanlah kemenangan-Mu

ke dalam hatiku.

 

Engkau tidak mati,

Engkau hidup!  

ENGLISH

Down the Via Dolorosa in Jerusalem that day The soldiers tried to clear the narrow street But the crowd pressed in to see A Man condemned to die on Calvary He was bleeding from a beating, there were stripes upon His back And He wore a crown of thorns upon His head And He bore with every step The scorn of those who cried out for His death (chorus) Down the Via Dolorosa called the way of suffering Like a lamb came the Messiah, Christ the King, But He chose to walk that road out of His love For you and me. Down the Via Dolorosa, all the way to Calvary.

SPANISH

Por la Via Dolorosa, triste dia en Jerusalem Los saldados le abrian paso a Jesus Mas la gente se acercaba Para ver al que llevaba aquella cruz Por la Via Dolorosa, que es la via Del dolor Como oveja vino Cristo, Rey, Señor Y fue El quien quiso ir por su amor Por ti y Por mi Por la Via Dolorosa al Calvario y a morir

ENGLISH

The blood that would cleanse the souls of all men Made its way to the heart of Jerusalem. Down the Via Dolorosa called the way of suffering Like a lamb came the Messiah, Christ the King But He chose to walk that road out of His love For you and me Down the Via Dolorosa, all the way to Calvary.

INDONESIA

Jalan Via Dolorosa saat di Yerusalem

Seorang tak berdosa disalibkan

Dicaci dan dihina, diteriakkan kematian-Nya

Dia didera dan disiksa, dicambuk di tubuh-Nya

Mahkota duri pada kepala-Nya

Dipikul-Nya salib-Nya,

Dia melangkah menuju Kalvari

Jalan Via Dolorosa jalan penderitaan

Yesus Kristus Domba Allah disalib

Dia memilih disalib bukti kasih pada kita

Karna kita Dia serahkan diri-Nya di Kalvari

Darah-Nya mengalir membasuh dosa

Membuka jalan kepada Allah.

MAUNDY THURSDAY, KAMIS PUTIH PSA, 6 APRIL 2023

Sejak pagi di hari Kamis Putih, 3 kelompok yang sudah dibagi untuk memeriahkan PASKAH PSA GRISENDA 2023 sudah beraksi untuk menghias Telur dan membuat Lukisan bertemakan Paskah. Masing-masing membuat kreasinya yang unik. Demikian Triduum yang diawali dengan Maundy Thursday diisi secara seimbang antara kreatifitas fisik dan kegiatan rohani.

Di sore hari, RP. Robby OCarm. sudah standby untuk datang lebih cepat karena Misa Kamis Putih diawali dengan Pengakuan Dosa bagi Suster, para Oma, Pegawai dan Perawat yang masih belum sempat menerima Sakramen Tobat. Sehingga Misa dapat dimulai tepat pada jam 17.00.

Sesudah Misa Kamis Putih, Romo Robby memimpin para Oma, Suster, Pegawai dan Perawat untuk melakukan tuguran bersama di depan Sakramen Maha Kudus. Ibu Inge, umat dari Lingkungan St. Anselmus, ikut menghadiri Misa Kamis Putih dan Tuguran di PSA Grisenda, serta membuatkan foto bersama. Katanya untuk di posting di WA Grup Lingkungan St. Anselmus. Maka, setelah Misa, semua pada mejeng dengan gaya masing-masing untuk dijepret oleh Ibu Inge. “Trim’s Bu Inge, buat fotonya. Semoga senang ikut bergabung dengan kami, para Oma, Suster, Pegawai dan Perawat PSA Grisenda.”

Aktifitas di hari pertama Tri Hari Suci diakhiri dengan memasuki saat hening. Masing-masing merenungkan sengsara Yesus di Taman Getsemani, berupaya berdiam bersama Dia, Yang menderita karena mencintai kita.

Di tengah kegelapan taman di malam itu

Sesosok Tubuh berjuang meregang kelu

Drama pilihan bergolak membadai

Antara cahaya dan kegelapan

Ketaatan dan pemberontakan

Penderitaan yang nyeri dan sukacita berlimpah.

 

Drama penderitaan Yesus

Memberi teladan semangat dan kesediaan

dalam penderitaan demi kebangkitan

pada akhir hari itu

cinta selalu menang atas kebencian, kegelapan, dan penderitaan.

 

Ketika aku putus asa

Kuingat bahwa dalam semua sejarah

Jalan kebenaran dan cinta selalu berjaya!

 

Lagu sendu yang dinyanyikan dengan lirih oleh Penyanyi Cilik, Claire Ryan, sangat mendukung permenungan untuk didengarkan di Kamis Putih.

APP 3 PSA TELUK GONG & GRISENDA

Sesuai dengan temanya, “BERAMAL”, tujuan pendalaman APP 3, pada Jumat 17 Maret yang lalu, adalah untuk mengajak Oma dan Opa PSA agar lebih banyak berbuat amal dan kebaikan dalam sisa kehidupannya.

Sebagaimana biasanya, kegiatan diawali dengan Doa Pagi yang tenang dan teduh. Kemudian dilanjutkan dengan melihat pada 3 point:

  1.    Kilas Balik dari Jumat yang lalu, Pra Paskah 2 / APP 2
  2.  LANJUTAN APP Oma-Opa PSA
  3. Film “Pay It Forward

Agar pendalaman ini dapat diikuti dan dipahami dengan baik oleh Oma dan Opa dengan latar belakang agama dan kepercayaan yang berbeda, Sr. Petro mengambil lagu, permenungan, dan beberapa materi yang lebih bersifat universal.

 

PENDALAMAN 1: KILAS BALIK DARI PRA PASKAH 2 / APP 2

 

PENDALAMAN 2, PRA PASKAH 3 / APP 3: B3 – “BERAMAL” 

Sr. Petro mengawali pendalaman materi tentang “AMAL” atau “BERAMAL” ini dengan 2 Film Pendek berikut untuk memancing dialog interaktif dengan Oma dan Opa.

“Pesan apa yang dapat Oma / Opa lihat dari 2 Film Pendek ini?”

REFLEKSI:

  1. Apa yang paling Anda cari dalam hidup ini? Apa tujuan utama yang ingin Anda capai?
  2. Apa sebenarnya yang paling bisa membahagiakan kita? Bagaimana kita dapat memperoleh hal itu?

PENDALAMAN TEMA “AMAL” / “BERAMAL”

Amal, Derma, Sumbangan, Sedekah, atau Donasi umum diketahui sebagai pemberian yang bersifat fisik/nyata, sukarela, dan ikhlas. Selain itu, posisi Pemberi sering diartikan sebagai seorang yang punya kelebihan, padahal tidak selalu harus demikian.

Contoh:

“Amal timbal balik antara: Pengurus YSA dengan Staf / Pegawai yang bekerja di PSA dan Oma – Opa yang tinggal di PSA”

a.  Pengurus YSA sebagai Pengelola melakukan AMAL dengan: secara fisik/nyata mengupayakan konsumsi dan akomodasi, lingkungan yang sehat & suasana yang tenang, aman, nyaman, dan damai, suasana yang menyaudara dan kekeluargaan, pelayanan yang tidak membeda-bedakan, dlsb. kepada seluruh Penghuni Panti, baik Oma dan Opa, maupun para Pegawai dan Perawat, serta Staf Panti.

  • Kendati Oma dan Opa hanya mampu membayar Uang Asrama seadanya, atau bahkan ada yang tidak mampu membayar sepeserpun.
  • Para Staf dan Pegawai senang bekerja disini, dan masih tetap bisa memberikan sedikit dukungan pada keluarganya di kampung, kendati gaji mereka tidak besar. Mereka bersyukur karena tanpa YSA mungkin saja mereka masih hidup di kampung dan belum punya pekerjaan.

b.  Amal Staf & Para Pegawai kepada YSA dan Oma-Opa: Kinerja dan etos kerja yang baik dari para Staf dan Pegawai akan menentukan dan sangat membantu melancarkan pelayanan sehari-hari di Panti, serta menjadi pendukung dalam memajukan dan mempromosikan PSA ini. Bentuk pelayanan dan pengabdian secara fisik/nyata, ikhlas dan sukarela dari pihak Staf & Pegawai PSA merupakan Amal bagi Oma, Opa, dan YSA.

c.  Amal para Oma dan Opa yang tinggal di Panti: dengan menikmati tinggal di Panti, hidup positif, optimis, dan penuh syukur setiap hari, menghargai setiap bantuan dan pelayanan yang diberikan oleh para Suster, Pegawai, dan Perawat, menghargai dan ikut memelihara segala fasilitas yang ada, ikut menjaga nama baik Panti, saling dukung – memperhatikan – menghargai antara sesama Oma-Opa, menyambut Tamu-tamu yang berkunjung dengan gembira, mendoakan keluarga dengan setia, memiliki niat dan kehendak yang baik untuk menjadi hidup sebagai berkat bagi orang lain, dlsb.

Jadi, berderma tidak melulu UANG, atau dilakukan oleh orang yang memiliki LEBIH saja. Setiap interaksi yang kita lakukan, sekecil apapun itu, merupakan bentuk derma, sejauh itu tidak dipaksakan, tidak ada unsur perbudakan, pelecehan, penindasan, perendahan, tidak ada tindak kriminalitas.

Mengenai BERSEDEKAH atau BERAMAL ini, Yesus berkata:

“Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah2 ibadat dan di lorong2, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Mat. 6:2-4)

Jadi, tindakan beramal atau bersedekah ini harus dilakukan dengan tulus dan bukan karena kewajiban atau karena terpaksa atau supaya dipuji oleh orang lain. Beramal atau bersedekah juga sebaiknya tidak perlu dipamerkan ke seluruh dunia melalui media sosial. Sedekah yg berkenan pd Tuhan adalah yg dilakukan dg tulus dan tanpa pamrih.

 

Dalam filsafat Buddhisme, berderma disebut dengan BERDANA, yang diartikan sebagai perbuatan baik yang menjadi landasan dari semua perbuatan baik lainnya.

Berdana ini ada 4 bentuk:

1.  “AMISA DANA”:  Segala bentuk materi yang diberikan secara ikhlas, sukarela, tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Misal:

  • Memberi sedekah pada orang miskin, bantuan uang pembangunan rumah ibadah, rumah jompo, panti asuhan, pada korban bencana alam.
  • Memberi oleh-oleh pada teman, kado natal pada tetangga, angpao pada Orangtua.

2.  “PARICAYA DANA”:  Dana dalam bentuk tenaga.

Misal:

  • Membantu Ayah-Ibu melakukan pekerjaan rumah, bergotong-royong membersihkan parit, bergiliran menjaga keamanan.
  • Meringankan pekerjaan orang lain.

3.  “ABHAYA DANA”:  Memberikan perasaan nyaman dan aman.

Misal:

  • Bersikap ramah, senyum, menjaga sikap agar orang lain tidak kuatir, tidak meneror orang.
  • Memaafkan orang yang pernah menyakiti kita, tidak bersikap berlebihan bila ditegur/dimarahi, berempati pada orang yang kemalangan.
  • Tidak melukai/membunuh sesama makhluk hidup, tidak melakukan upaya-upaya provokasi yang bisa menimbulkan kekacauan, tidak mengadu-domba yang menyebabkan terjadinya perkelahian, tidak menyebar gosip/fitnah.

4.  “DHAMMA DANA”:  menyebarkan kebaikan dan cintakasih.

Misal:

  • Memberikan arahan, nasehat, pengajaran, ilmu pengetahuan
  • Membuat tulisan.
  • Memberikan informasi yang benar untuk menambah dan meluaskan wawasan/pengetahuan orang lain.
  • Memberikan informasi yang bermanfaat, tidak menyakiti diri sendiri ataupun bertujuan menyakiti orang lain.

Dalam Kekristenan, DANA ini disebut KEBAJIKAN / KEUTAMAAN, termasuk di dalamnya melakukan perbuatan-perbuatan cintakasih atau belaskasih.

Di dalam Injil Matius 25:31-46, tentang “Penghakiman Terakhir” dikatakan:

“Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang daripada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?

Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang disediakan untuk Iblis dan pengikut-pengikutnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

 

Berdana ini TIDAK HANYA MEMBERI, tetapi juga MELEPASKAN, yaitu sebagai bentuk Latihan PENGOSONGAN DIRI dari KELEKATAN terhadap:

  • Orang / Manusia dan mahluk hidup lainnya
  • Harta dan Benda
  • Keinginan
  • Kemampuan yang ada dlm diri
  • Pikiran, emosi, perasaan, seperti: kekhawatiran, kecemasan, kesedihan, kesusahan, kesakitan, kesombongan, kebanggaan, kegembiraan, kebahagiaan, dst.

Inilah yang disebut juga sebagai ASKESE / MATI RAGA / ABSTINENSI dalam Kekristenan (yang akan merupakan pendalaman Pra Paskah 4 / APP 4 PSA).

 

Menurut Filsafat Buddhis, ada 5 cara berdana yang baik:

1.  Berdana dengan keyakinan:  dimana ada 3 factor dari si Pemberi, yakni (a) ia bergembira sebelum memberi; (b) ia memiliki pikiran yang tenteram dan penuh kepercayaan dalam tindakan memberi; dan (c) ia bersukacita setelah memberi.

2.  Berdana dengan rasa hormat: ketika berdana ia mampu menjaga ucapan dan sikap badan jasmaninya, ia melakukannya dengan benar, hati-hati, dan dengan tangan sendiri, tidak memberi seolah-olah membuang sesuatu atau untuk mendapatkan balasan, ia menghormati orang yang diberi serta orang-orang yang ada di sekitar yang juga punya tujuan dan niat yang sama.

3.  Berdana tepat waktu, yaitu: pada tamu, pada orang yang dalam perjalanan, pada pasien, pada masa kelaparan, pada yang bermoral.

4.  Berdana dengan murah hati:  benar-benar dengan tujuan melepas, bebas dari kekikiran, bukan untuk keuntungan duniawi. Ia senang dalam berdana dan bersukacita dalam memberi.

5.  Berdana dengan tidak mencelakai: bukan untuk merendahkan orang lain dan menyombongkan diri sendiri, materi yang didanakan tidak diperoleh dengan cara merugikan pihak lain, dilakukan dengan bijak.

Barang siapa mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri dengan jalan menganiaya makhluk lain yang juga mendambakan kebahagiaan, maka setelah mati ia tak akan memperoleh kebahagiaan” (Dhammapada 131).

 

PENDALAMAN 3: FILM “PAY IT FORWARD” 

Sr. Petro mengakhiri pendalaman ke-3 dari APP 3 ini dengan memutar sebuah film yang berjudul “Pay It Forward“. Film ini menggambarkan sebuah manfaat dari sebuah tindakan kebaikan yang harus diteruskan dengan kebaikan lainnya yang dilakukan kepada orang lain. Jadi, gagasan yang menekankan pemberian pertolongan secara beruntun. Misal: kita membantu tiga orang yang kesulitan, ketiga orang tersebut bisa saja keluarga, teman atau orang asing sekalipun. Lalu masing-masing dari orang tersebut harus meneruskan menolong tiga orang lainnya yang juga kesulitan. Dst.

Sebuah  kebaikan mungkin tidaklah terlihat luar biasa, namun ketika kebaikan tersebut menginspirasi kebaikan yang lain, maka akan memberi dampak sosial yg dahsyat.

Dapatkah kita melakukan Amal kita dengan Pay it forward ?

CARANYA: MULAI DARI APA YANG KITA BISA

a.  Memelihara energi yang baik dalam Diri Sendiri

Ada sebuah quote yang menyatakan bahwa waktu yang paling buruk bisa menjadi yang paling baik jika kita berpikir dengan energi positif. Energi positif atau energi baik adalah energi alami yang mendukung kehidupan. Para leluhur menyebut energi ini sebagai “chi” atau “prana”. Hal yang lumrah tentunya apabila kita menjadi lemah dan negatif seiring naik dan turunnya kehidupan. Namun demikian kita tetap memiliki tanggungjawab untuk membawa diri kita bangkit dari perasaan negatif tersebut tanpa harus pasif menunggu bantuan orang lain. Mari kita belajar membawa/menghadirkan hal-hal positif ke dalam kehidupan kita dan orang lain, dan bukan sebaliknya. = Sebarkan Energi Baik Mulai dari Diri Sendiri =

b.  Menyebar luaskan energi yang baik itu

Hal yang baik patut untuk disebar luaskan. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menebar kebaikan, salah satunya dg Pay It Forward. Tak perlu dengan melakukan kebaikan besar, mulailah dengan apa yang kita bisa lakukan:

  • Mulai dari diri sendiri, seperti: memberi waktu istirahat bagi tubuh agar sehat fisik dan mental, dengan tidur yang cukup, makanan yang sehat dan bergizi, berdoa/meditasi, olahraga, dll.
  • Lakukan di Lingkungan Terdekat: keluarga, teman, tetangga, lingkungan, dst, misal: dengan peka terhadap orang di sekitarmu untuk mengetahui apa yang dia suka/tidak suka, menawarkan bantuan tetapi jangan memaksa bila dia menolak, memberi senyum, menyapa, berterimakasih, bila tidak mampu menolong maka jangan menambah beban, kesulitan, dan pekerjaan orang lain, dst.

 

 

RENCANA PERAYAAN PASKAH PSA GRISENDA, MINGGU 9 APRIL 2023

Meneruskan & merevisi rencana untuk Paskah 2023

PERAYAAN PASKAH PSA GRISENDA DIGAGAS SEBAGAI BERIKUT:

Tempat            :  PSA Grisenda B1/65 – PIK – Jakarta Utara

Waktu              :  Minggu 9 April 2023, jam 09.00 – 13.00

Acara               :

1) Jam 09.00 – 10.00  :  Perayaan Ekaristi Paskah. Lagu-lagu Misa akan diiringi dengan Kolintang, Suling, Dumbuk, dan Tamborin, yang dimainkan oleh Oma-oma, para Suster, para Pegawai dan Perawat.

2) Jam 10.00                 :  Mamiri (Makan Minum Ringan)

3) Jam 10.00 – 12.00  :  Menyanyi, Menari, Kuis, Lomba2, dll.

4) Jam 12.00                 :  Makan Siang

5) Jam 12.30                 :  Lanjutan Acara, Pengumuman Pemenang Lomba

6) Jam 13.00                 :  Sayonara

KEGIATAN YANG AKAN DITAMPILKAN:

  1. KUIS “CEPAT – TEPAT” BERHADIAH:
  • 5 – 8 Pertanyaannya diambil dari Pelajaran-pelajaran / OGF / Topik-topik Sosialisasi yang sudah diberikan oleh Sr. Petro, misal: dari Persiapan Masa Pra Paskah, APP 1 – 5, “Fully Human – Fully Alive”, dst.

 

  1. LOMBA HIAS TELUR PASKAH & LOMBA MELUKIS YANG BERTEMAKAN “PASKAH”:

a.   Oma-Opa, Para Suster, Pegawai & Perawat dibagai dalam 3 Kelompok:

  • Para Suster akan dibagi-bagi dalam 3 kelompok itu (1 – 2 Sr dalam 1 Klpk)
  • Para Perawat Pribadi mengikuti kelompok Oma-nya
  • Setiap kelompok akan diberi modal hanya Rp. 30.000; maka harus sangat kreatif menggunakan apa yang ada.

b.  Ketua/Pengurus YSA & Staf PSA akan menyediakan:

  • 8 – 10 butir Telur Rebus untuk setiap Kelompok.
  • Kertas Gambar dan Pensil Berwarna untuk Lomba Lukisan (selebihnya untuk mempercantik, misal membuat Bingkai dll. harus diupayakan sendiri oleh Kelompok)

c.   Pada hari Kamis pagi, 06 April:

  • Setiap Kelompok akan diberi Modal Rp. 30.000, 8 – 10 butir Telur Rebus, Kertas Gambar, Pensil Berwarna; sehingga sudah bisa mulai menghiasi Telur dan melukis.

d.   Pada Sabtu Suci pagi jam 09.00:

Telur Paskah yang sudah dihias & Lukisan sudah harus diserahkan pada Petugas Dekorasi Ruangan, untuk dijadikan Pajangan/Dekorasi Ruang Pesta Paskah.

 

  1. LOMBA DRAMA BERTEMAKAN “PASKAH / KEBANGKITAN / KEMENANGAN”:

a. Durasi 10 menit per-Kelompok.

b.  Bisa pilih salah satu judul yang diberikan oleh Sr. Petro, atau bisa juga menggunakan & memodifikasi Teks Drama yang disiapkan oleh Sr. Petro

c.  Diwajibkan agar SEMUA Anggota Kelompok ditampilkan dalam Drama itu, biarpun hanya sekedar sebagai orang yang lewat saja, ataupun dijadikan menjadi sekelompok orang dengan aktifitasnya sendiri di salah satu sudut untuk meramaikan suasana pentas dan adegan Drama.

 

  1. LAIN-LAIN:
  • Setiap Kelompok diharapkan secara kreatif menyiapkan & menyajikan berbagai Hiburan sebagai selingan Acara, seperti: Menyanyi, Menari, Berpuisi, Bermain Musik, Melawak, dll.
  • Para Petugas pada Acara itu akan ditentukan kemudian: 2 org MC, Juri, Pembuat Soal Kuis, Bagian Konsumsi, Bagian Dekorasi/Penata Ruangan, Bagian yg Menyiapkan Kado/Hadiah, dll.
  • Latihan-latihan bermain Kolintang dan Suling dilakukan secara intensif 2 minggu sebelum Paskah.
  • PSA akan mengundang Keluarga/Penanggungjawab Oma-oma, Bpk/Ibu Pengawas YSA, Umat, dan Teman-teman lainnya.
  • Kita mempersilahkan bila ada Donatur yang ingin menyumbang dan mensponsori acara kita.

Thanks a lot & God bless!

🙏🙏🙏

 

LATIHAN KOLINTANG OMA-OMA, dimulai dengan OMA NINING sebagai Pemain Alto, dilengkapi dengan permainan Melodi oleh Sr. Renelda dan Bas oleh Sr. Petro.

Oma Shinta Kuswara, yang baru masuk PSA Grisenda 28 Maret 2023, sudah langsung ikut bergabung, menempati Pemain Bass, sehingga Sr Petro bisa berpindah ke Suling, Dumbuk Pinggang, dan Tamborin sampai menemukan Pemain lainnya lagi untuk terlibat. Gak pa pa, maennya boleh sambil duduk kok, biar kaki gak sakit/capek. Oma Siska juga sudah ikut Latihan Kolintang, walaupun suara ketukannya “gak kedengaran” 🤪😜😅🤣😂 Oma-oma laennya berpartisipasi dengan menjadi Penyanyi Koor, dan Penari di Lagu Pembukaan dan Persembahan. Pokoknya pasti seruuuu, dan semua terlibat …….. 👍👍👍🤩🤩🤩

 

APP 2 PSA TELUK GONG & GRISENDA

Pada APP 2 untuk Oma dan Opa Panti Lansia Santa Anna, Jumat 10 Maret 2023, Sr. Petro membuat pendalaman tentang TOBAT.

Kegiatan diawali dengan Doa Pagi yang tenang dan teduh. Kemudian dilanjutkan dengan melihat pada 3 point:

I.     Kilas Balik dari Jumat yang lalu, Pra Paskah 1 / APP 1

II.   LANJUTAN APP Oma-Opa PSA

III. Kisah Raja dan 4 Istri

Walaupun Topik kali ini berat, tetapi Sr. Petro membawakannya secara pelan-pelan saja, dan dengan cara yang mudah untuk diterima dan dicerna. Diselingi juga dengan beberapa intermezzo, seperti Video dan Youtube Lagu yang sesuai, serta tanya-jawab untuk mengecek sejauh mana Oma dan Opa mengerti dan dapat mengikuti alur serta proses pendalaman.

PENDALAMAN I: KILAS BALIK DARI APP 1

1. TEMA APP 2023 KAJ, “Kesejahteraan / KEBAIKAN BERSAMA”:

a.  Yang diupayakan lewat berbagai cara agar orang lain dapat mengalami cinta dan kebaikan Allah, serta dapat menikmati hidup yang aman, nyaman, damai, dan sejahtera, dimana kita diharapkan:

  • Semakin mengasihi
  • Semakin peduli
  • Semakin bersaksi.

b.  Ini mrpk TUGAS/KEWAJIBAN KITA SEMUA, karena lewat Pembaptisan, kita telah menerima Tugas dan identitas sebagai:

  • Anak Allah
  • WNS / Warga Negara Surga
  • Warga Gereja

2. APP Oma & OPA PSA, 4 B:

a.  Kita hendak menjalani Pra Paskah, sebagai MASA PERSIAPAN menuju Hari Raya Paskah, yang kita jalankan dengan 4 B:

  1. Berdoa
  2. Bertobat
  3. Beramal
  4. Bermatiraga

selama 40 hari, mulai Rabu Abu 22 Februari s/d Jumat Agung 7 April 2023.

b.  (1) BERDOA

  • Kisah Si Acong: Yang terpenting dalam berdoa adalah ketulusan dan kesadaran akan kehadiran Tuhan, tidak perlu doa yang panjang dan kata-kata yang dirangkai indah.
  • Berdiam diri tanpa kata di hadapan Tuhan, juga merupakan Doa.
  • Latihan membuat Sajak / Puisi “HAIKU”.

PENDALAMAN II: LANJUTAN APP KITA, OMA DAN OPA PSA

A. TENTANG TOBAT

Sr. Petro menjelaskan bahwa pada APP 2 ini akan didalami tentang TOBAT. Apa itu Tobat?

(1) Ada beberapa macam arti Tobat:

a. Sadar dan menyesal akan dosa (perbuatan yang salah atau jahat) dan berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatan.

Contoh: “Sekarang ia sudah tobat dari kejahatan yang pernah dilakukan”

b. Kembali kepada agama / jalan / hal yang benar.

Contoh: “Setelah mendengar khotbah itu banyak orang yang tobat kembali ke jalan yang sesuai dengan ajaran Tuhan”.

c. Merasa tidak sanggup lagi; menyatakan rasa heran, jengkel, kesal, atau sebal.

Contoh: “Tobat aku menghadapi org ini!”; “Tobat ! Tobat ! Bandel betul anak itu!”

d. Jera (tidak akan berbuat lagi)

Contoh: “Ia sudah tobat tidak akan berjudi / mengisap ganja lagi”

 

(2) TOBAT yang ingin didalami saat ini adalah yang berkaitan dengan DOSA, Sikap/Perbuatan/Tingkahlaku yang salah/jahat. Istilah lain utk Tobat = METANOIA.

  • Sadar dan menyesal akan Dosa/Sikap/Perbuatan/Tingkahlaku yang salah/jahat dan berniat akan memperbaikinya.
  • Perubahan hati dan pikiran yang membawaku lebih dekat pada Allah.
  • Berbalik dari dosa dan berpaling kepada Allah untuk pengampunan.

Pertobatan ini didorong oleh:

  • KASIH akan Allah
  • Hasrat tulus untuk mematuhi perintah-perintahNya.

 

(3) Langkah-langkah pertobatan:

  1. Menyadari dan mengakui dosa.
  2. Menyesali dosa itu.
  3. Berniat untuk tidak berbuat dosa lagi.
  4. Mohon ampun.
  5. Mau menghidupi cara hidup yang baru ==> BERUBAH!

Perubahan hati dan pikiran akan menghasilkan perubahan sikap dan perilaku sehari-hari.

 

(4) Hal indah yang bisa kita lakukan pada Masa Pra Paskah (Video Bapa Paus Fransiskus): 

 

B. TENTANG DOSA

Pertobatan hanya dapat terjadi apabila ada kesadaran akan DOSA!

(1) APA YANG DIMAKSUD DENGAN DOSA?

  • Dosa adalah PELANGGARAN CINTA KASIH terhadap Tuhan atau sesama yang dapat mengakibatkan terputusnya hubungan antara manusia dengan Allah
  • Dosa juga di pandang sebagai PERBUATAN YANG TIDAK SESUAI DENGAN KEHENDAK TUHAN, baik itu melalui pikiran, perkataan, dan perbuatan manusia.

(2) BEBERAPA AKIBAT DOSA:

  1. Merusak hubungan manusia dg Allah.
  2. Merusak hubungan dg sesama manusia.
  3. Merusak citra manusia.
  4. Manusia mengalami penghakiman, ketakutan, penderitaan, dan kematian

(3) 7 DOSA BESAR (CAPITAL SINS / DEADLY SINS)

(4) PELANGGARAN TERHADAP 10 PERINTAH ALLAH

(5) PELANGGARAN TERHADAP 5 PERINTAH GEREJA:

  1. Rayakan hari raya yang disamakan dengan hari Minggu.
  2. Ikutilah perayaan Ekaristi pada hari Minggu dan pada hari raya yang diwajibkan; dan janganlah melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari itu.
  3. Berpuasa dan berpantanglah pada hari yang ditentukan.
  4. Mengaku dosalah sekurang-kurangnya sekali setahun.
  5. Menyambut Tubuh Tuhan pada Masa Paskah.

Kelima Perintah ini adalah ketentuan Gereja, maka Gereja dapat membebaskan orang dari kewajiban memenuhi perintah tersebut berdasarkan alasan yang kuat (misalnya sakit).

 

C. BERBAGAI KEBAJIKAN YANG MENJADI TANDA TOBAT/SILIH/PENITENSI ATAS DOSA

(1) 7 DOSA BESAR vs. 7 KEUTAMAAN/KEBAJIKAN:

(2) BUAH-BUAH ROH KUDUS:

(3) 14 PERBUATAN BELASKASIH

Di dalam tradisi Gereja Katolik, dikenal 14 perbuatan belas kasih yang terbagi menjadi dua yaitu perbuatan belas kasih jasmani dan rohani.

7 PERBUATAN BELAS KASIH JASMANI

  1. Memberi makan kepada orang yang lapar.
  2. Memberi minuman kepada orang yang haus.
  3. Memberi perlindungan kepada orang asing.
  4. Memberi pakaian kepada orang yang telanjang.
  5. Melawat orang sakit.
  6. Mengunjungi orang yang dipenjara.
  7. Menguburkan orang mati.

7 PERBUATAN BELAS KASIH ROHANI

  1. Menasihati orang yang ragu-ragu.
  2. Mengajar orang yang belum tahu.
  3. Menegur pendosa.
  4. Menghibur orang yang menderita.
  5. Mengampuni orang yang menyakiti.
  6. Menerima dengan sabar orang yang menyusahkan.
  7. Berdoa untuk orang yang hidup dan mati.

Dalam belaskasih kita diharapkan menjadi wujud belaskasih Tuhan, dimana kita bisa menjadi wajah, hati, tangan dan kaki Tuhan di dunia dan bagi sesama kita.

 

III.  PENUTUP APP 2: KISAH RAJA dan 4 ISTRI

Pada akhir kegiatan, ketika Sr. Petro memberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan, serta ruang untuk tanya-jawab, Opa Eddy mengusulkan agar Materi-materi yang telah diberikan dibukukan buat Oma dan Opa sehingga masih dapat dibaca-baca ulang untuk lebih diresapi dan dihayati dalam hidup. What a good idea, Opa Eddy 👍👍👍

APP 1 PSA TELUK GONG & GRISENDA

Dalam pekan kedua beraktifitas di PSA Teluk Gong, dalam rangka membiasakan Oma dan Opa berpartisipasi di dalam KEGIATAN SEPEKAN yang telah disepakati bersama untuk dijalankan, Sr. Petro menyelenggarakan pertemuan-pertemuan untuk menyelesaikan OGF (On Going Formation) “FULLY HUMAN – FULLY ALIVE” Seri Pertama.

Sebagaimana biasanya, di dalam Kegiatan-kegiatan itu, Oma-Opa PSA Teluk Gong diajak untuk berinteraksi dan melakukan beberapa Latihan praktis yang sangat sederhana untuk mengakifkan daya pikir dan refleksi, seperti:

  • Sessi Q & A, Tanya-Jawab, selama pertemuan.
  • Mengerjakan beberapa Refleksi sederhana sesuai dengan petunjuk yang diberikan.
  • Latihan “TAMENG”.

(Hasil Latihan TAMENG para Oma dan Opa di PSA Teluk Gong didokumentasikan dalam bentuk Video, tetapi karena size-nya besar maka tidak bisa di upload disini.)

 

Kegiatan pada pekan kedua ini diakhiri pada hari Jumat, 3 Maret, dengan Sosialisasi APP 1 dalam rangka Masa Pra Pra Paskah 2023. Oma-oma dari PSA Grisenda digabungkan ke PSA Teluk Gong, agar Sr. Petro tidak perlu melakukan penayangan acara ini dua kali. Acara dimulai pada jam 09.30 – 11.00.

Sr. Petro membuka kegiatan dengan Doa Pagi yang tenang dan teduh. Kemudian dilanjutkan dengan 3 topik pendalaman untuk mengisi pertemuan APP 1 ini:

  1. Dari Tema APP KAJ “Kesejahteraan / Kebaikan Bersama”
  2. APP Kita, Oma & Opa PSA
  3. Latihan “HAIKU”

PENDALAMAN I

  1. Dalam homilinya, Mgr. Kardinal Ignatius Suharyo mengajak umat KAJ untuk semakin kreatif mendalami dan mewujudkan kebaikan bersama,
  • dimana semua orang dapat menikmati hidup yang damai dan sejahtera
  • agar, wajah Allah yang mulia, berbelaskasih, murah hati semakin nyata.
  1. Caranya, kita diharapkan:
  • Semakin mengasihi
  • Semakin peduli
  • Semakin bersaksi.
  1. Ini merupakan kewajiban KITA SEMUA, bukan hanya orang-orang tertentu saja. Karena ketika dibaptis, kita semua mendapat 3 tugas, yang menjadi identitas kita, yakni sebagai:
  • ANAK ALLAH: Ini bukan suatu gelar atau pangkat tetapi tugas, dimana cara hidup kita sebagai Anak mestinya mengungkapkan tentang Allah, yang adalah BAPA kita. Maka sebagaimana BAPA kita baik dan kudus adanya, hidup kitapun harus baik dan kudus!
  • WNS / Warga Negara Surga: Ini bukan merupakan JAMINAN bahwa nanti kalau meninggal pasti masuk Surga, melainkan TUGAS untuk menghadirkan Surga bagi orang lain, menciptakan SURGA dimanapun kita berada.
  • Warga Gereja: Ketika kita dibaptis, kita dilantik menjadi warga Gereja, bukan lagi warga Dunia. Kita mendapat tugas untuk menjunjung tinggi hidup menggereja, aktif mengikuti aturan-aturan dan kegiatan-kegiatan Gereja, mencintai Gereja dimana kita menjadi anggotanya.

 

PENDALAMAN 2

Minggu yll, ketika Sr. Petro menerangkan “WHAT”, Apakah Masa Pra Paskah itu, kepada Oma-Opa sudah diterangkan bahwa Masa Pra Paskah adalah MASA PERSIAPAN menuju Hari Raya Paskah, yang hendak kita isi dan jalankan dengan 4 B:

  1. Berdoa
  2. Bertobat
  3. Beramal
  4. Bermatiraga

Yang dilakukan selama 40 hari, mulai Rabu Abu 22 Februari s/d Jumat Agung 7 April.

Pada pertemuan APP1 PSA ini, Sr. Petro mengajak para Oma dan Opa mendalami topik B1: “BERDOA”.

KISAH SI ACONG

Sr. Petro mengawali pendalaman tentang DOA ini dengan Kisah Si Acong: “Tuhan…, ini Owe”

Acong adalah seorang pegawai yang sangat lugu dan setia. Ia punya kebiasaan unik.

Tiap kali makan siang dan pulang ke rumah, dia selalu menyempatkan untuk berhenti di depan pintu Gereja yang dilewatinya untuk berdoa sejenak.

 

Dua belas tahun sudah, ia lakukan dg setia. Sampai suatu hari ada yang bertanya:

“Acong, apa yang loe lakukan di depan pintu rumah Tuhan setiap hari?”

Jawab Acong: “Owe berdoa”

Ditanya lagi, “Doa apa?”

Acong menjawab: “Singkat saja. Tuhan, ini owe, Acong”

 

Suatu hari Acong sakit, masuk ruang ICU. Ia merintih kesakitan dan berseru:

“Tuhan, ini owe.” (Setiap rasa sakit mendera tubuhnya, ia selalu panggil nama Tuhan)

Sampai suatu malam Acong bermimpi, Tuhan datang, menyentuh kening Acong dengan lembut sambil berkata: “Acong, ini Owe”

Acong senang sekali, dia langsung duduk. Tapi, yang menyapa sudah menghilang.

Dilepasnya selang infus, dia keluar dari ruang ICU mencari Tuhan.

Perawat kaget dan bertanya: “Mau ke mana, Koh?”

Acong menjawab singkat: “Owe mau nyari Tuhan yang menyapa Owe”

Perawat berpikir Acong ngelindur. Tapi ia heran, waktu diperiksa ternyata Acong sudah sembuh total dan sehat seketika itu juga.

 

Kita selalu mengira bahwa berdoa itu sulit dan rumit, kita tidak pandai berdoa karena berdoa itu membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan tertentu.

Tetapi dari kisah si Acong ini, kita dapat melihat bahwa:

  • Tuhan TIDAK menuntut dari kita doa yang panjang dan dahsyat! Cukup dengan bahasa yang sangat sederhana, namun berasal dari hati yang tulus dan jujur, seperti si Acong, dia hanya bilang “Tuhan, ini Owe!” Tuhan sudah tahu dan mengerti.
  • Yang penting pada waktu berdoa adalah bahwa kita sungguh menyadari kehadiran Tuhan!

 

DOA LIMA JARI – PAUS FRANSISKUS

Selain berdoa bagi diri sendiri, kita juga dapat berdoa bagi orang lain.

PENDALAMAN 3: LATIHAN HAIKU

Di akhir kegiatan, Sr. Petro mengajak para Oma dan Opa untuk Latihan membuat HAIKU.

1.Apa HAIKU itu? Haiku adalah bentuk puisi atau sajak yang pendek, merupakan puisi tradisional Jepang, dan menjadi genre puisi yang cukup banyak digiatkan di Indonesia.

2.Tersusun dari 5 – 7 – 5 suku kata secara berurutan.

3.Untuk menulis sebuah ayat HAIKU kita harus menemukan jawaban atas tiga pertanyaan: apa, kapan, dan di mana. APA: objek utamanya apa dan adegannya seperti apa. KAPAN: adalah waktu, kapan itu terjadi. DI MANA: adalah tempat di mana hal itu terjadi; tempat bisa disebutkan bisa juga tidak disebut, asalkan bisa dicerna oleh Pembaca kira-kira di mana itu terjadi.

Sr. Petro menambahkan, bahwa kita juga dapat berdoa dengan hanya berada dan berdiam di hadapan Tuhan, tidak mengatakan apapun, hanya duduk dan diam, merasakan kehadiran Tuhan di hadapan kita, sebagaimana diutarakannya dalam 2 contoh HAIKU yang ia buat untuk memberikan inspirasi kepada Oma dan Opa.

HAIKU Sr Petro (dengan susunan 5 – 7 – 5):

1.

Senja nan mendung

Duduk diam memandang

Sepi nan hening.

 

Angin nan sepoi

Di senja nan temaram

Hatiku damai.

 

2.

Di Sore hari

Ku menghampiri Kapel

Di keheningan

 

Ku datang, Bunda,

Tak memohon apapun

Hanya bersujud

 

Ini aku, Bun.

Berdiam di depanmu

Hatiku damai

 

Ku memandangmu

Kau juga memandangku

Ku cinta engkau

Kau juga mencintaku.

Aku bahagia.