Aku masih sangat remaja kala itu
Gadis muda yang naïf dan polos
Penuh mimpi dan cita-cita
Mengejar kehidupan indah bagaikan dongeng.
Namun Engkau datang dengan segenap pesona cinta-Mu
Menyentuh hatiku hingga ke kedalaman nubari
Jantungku gemuruh oleh gelora cinta-Mu
Yang terpancar lewat tatapan mata-Mu dari atas Salib itu.
Sejak itu jiwaku gegana…
gelisah, galau, merana
Terkoyak antara dambaan cita dan cinta
Namun gigih Engkau menggempur tembok-tembok yang kubangun
Menerobos masuk dan merajai segenap hatiku.
“Why do I love Jesus?
Because He first loved me, and He died for me.”
Ku daras mesra syair itu
Terhadap tanya ‘mengapa’ pada jalan hidup ini.
Sebuah jalan yang tidak mudah
terjal, berliku, dan berbatu
Namun jalan yang sama telah Engkau tempuh juga
Jalan via dolorosa menuju ke Golgota.
Maka, tatkala jiwaku menggigil nyeri kesakitan
Terkoyak berdarah oleh beban luka dan ketidakadilan
Kuingat derita keji yang Engkau tanggung dengan setia
Tanpa menyerah…tanpa menyesalkan.
Hari ini Engkau menyentuhku sekali lagi
Menggelar cinta agung hingga keabadian
Dengan merentangkan tangan-Mu di kayu Salib itu
Bersimbah darah, meregang nyawa
Untuk memenangkan aku.
Engkau sekali telah menyentuhku
Dengan Cinta Ilahi itu
Dan selamanya Engkau telah menjadi
My First Love
My Endless Love
Jesus….
= SELAMAT HARI JUMAT AGUNG =
“Tak ada KASIH yang lebih besar
Daripada DIA …
Yang telah mengorbankan nyawa-NYA
Bagi kita!”
(Yohanes 15:13)
