KEGIATAN PSA MENYONGSONG NATAL 2023 & PENGANTAR MEMASUKI MASA ADVEN

Panti Lansia Santa Anna (PSA), dalam menyongsong NATAL 2023, kembali mengadakan Kegiatan-kegiatan yang menarik untuk mempersiapkan warganya: Para Oma dan Opa, Para Pegawai dan Perawat, untuk menyambut Kelahiran Sang Juru Selamat Dunia.

Ketua Yayasan Santa Anna, Sr. Petronella Lie SCMM, memimpin langsung berbagai kegiatan, bersama dengan Rekan-rekan Kerja Para Suster SCMM lainnya dari Pengurus Yayasan Santa Anna (YSA) dan Staf PSA. Para Lansia, Pegawai dan Perawat semuanya, juga yang dari PSA Grisenda, digabungkan ke PSA Teluk Gong.

Jumat 1 Desember, Sr. Petro mengawali rangkaian kegiatan dengan sebuah Pengantar Umum. Secara sederhana, kepada Oma dan Opa dijelaskan bahwa Pendalaman PENGANTAR MEMASUKI MASA ADVEN dimaksudkan:

  1. Sebagai persiapan untuk memasuki Masa Adven dan menyambut Natal 2023.
  2. Untuk berpartisipasi, sesuai situasi, kondisi, dan cara kita di PSA ini, untuk ambil bagian secara aktif dalam Gerakan dan Tema atau Topik-topik yang telah disiapkan oleh Gereja Katolik Keuskupan Agung Jakarta untuk direnungkan dan didalami bersama selama Masa Adven.

PENGANTAR 1: BEBERAPA CIRI KHAS ADVEN

  1.  Warna Liturgi UNGU: sebagai symbol atau lambang Pertobatan dan Penyesalan.
  2.  Dalam Perayaan Ekaristi, KEMULIAAN tidak diucapkan atau dinyanyikan. Baru Nanti dinyanyikan lagi pada saat Natal.
  3.  Adanya LINGKARAN ADVEN:

a. Lingkaran: Lambang hidup yang saling terjalin, juga lambang keabadian dan belaskasih Tuhan yang tak berkesudahan, tanpa batas awal dan akhir.

b. Dibuat dengan Daun Cemara/Dedaunan Segar: Lambang Kristus yang datang untuk memberi hidup baru lewat kelahiran, kisah kehidupan, sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya.

c. Cemara/dedaunan segar itu berwarna HIJAU: Lambang pengharapan dan pembaharuan Allah dalam hidup kita.

d. 4 LILIN, yaitu 3 Ungu + 1 Pink, dinyalakan 1 setiap Minggu:

  • 4: Lambang 4 Minggu kita mempersiapkan diri menyambut Kelahiran Kristus pada Hari Natal.
  • Lilin bernyala: Lambang terang yang mengusir kegelapan, juga lambang Kristus sendiri Sang Cahaya Sejati.

 

PENGANTAR 2: MAKNA DARI 4 LILIN ADVEN / 4 MINGGU ADVEN

  1. Lilin Adven 1, UNGU – “Lilin Nubuat” – HARAPAN
  • Ungu: selain lambang Tobat dan Penyesalan, juga melambangkan pengampunan dan penebusan Tuhan atas dosa manusia, yang membuat manusia memiliki harapan akan keselamatan.
  • Disebut “Lilin Nubuat” karena mengingatkan kita bahwa kedatangan Kristus telah dinubuatkan oleh Para Nabi.
  • Pada Minggu I ini, kita mau menantikan kedatangan Kristus dengan penuh HARAPAN disertai dengan sikap atau semangat Doa, Kontemplasi, dan Pertobatan.
  1. Lilin Adven 2, UNGU – “Lilin Betlehem” – CINTA (& KESETIAAN)
  • Ungu: juga merupakan warna royalti, Kerajaan, yang mengingatkan kita bahwa Kristus adalah “Raja di atas segala Raja”.
  • Pada Minggu II, kita hendak menantikan kedatangan Raja Baru dari Betlehem dengan SETIA dan penuh CINTA.
  1. Lilin Adven 3, PINK – “Lilin Gembala” – SUKACITA (GAUDETTE)
  • Mengingatkan kita akan sukacita dan kegembiraan para Gembala di Malam Natal Pertama Kelahiran Kristus.
  • Pada Minggu III, kita beralih dari pertobatan menuju SUKACITA perayaan kelahiran Kristus yang sudah dekat.
  1. Lilin Adven 4, UNGU atau PUTIH – “Lilin Malaikat” – KEDAMAIAN
  • Lilin Putih melambangkan kemurnian, perdamaian, dan keadilan yang dibawa ke dunia oleh Kristus.
  • Lilin putih mengingatkan kita bahwa Kristus tidak berdosa dan murn; mengingatkan kita akan kemurnian dan Kasih Kristus kepada kita.
  • Disebut “Lilin Malaikat” karena mengingatkan kita akan Para Malaikat yang bersukacita menyambut Kelahiran Yesus, dan kita juga ingin ikut serta dalam sukacita Para Malaikat itu.

 

PENGANTAR 3: TEMA ADVEN KAJ, “SOLIDARITAS = CINTA”

  1. Tujuan: Membangun kesatuan melalui hidup bersama yang solider, saling meneguhkan, saling memperhatikan, dan hendak menjadikan hubungan itu kokoh atau kuat.
  2. 4 Topik Masa Adven KAJ:

a. “ALLAHKU SOLIDER”: Merupakan dasar dari solidaritas kita sebagai manusia.

b. “KELUARGAKU SOLIDER”: Bagaimana dan dalam bentuk apa Keluargaku/Komunitasku/dalam hidup bersamaku di PSA/dalam hidup bertetanggaku, Saya sudah solider??

c. “BENTUK CINTA KELUARGAKU”: Solidaritas itu harus nyata dalam wujud Cinta di dalam Keluargaku/Komunitasku/PSA.

d. “FIRMAN MENJADI MANUSIA”: Cinta Allah dinyatakan pada kita manusia bukan hanya dalam kata (Firman) kosong belaka, tetapi sungguh konkrit dalam wujud YESUS yang menjelma menjadi manusia.

Agar Oma-Opa sungguh memahami yang disampaikan, penjelasan disampaikan secara perlahan-lahan, diselingi dengan tanya-jawab, tayangan video, dan lagu-lagu.

Setelah Doa dan Lagu Penutup, dihidangkan Minuman dan Makan Malam untuk Oma-Opa, agar para Oma dan Opa dapat selalu sehat dan bugar secara jasmani dan rohani.

 

PEMBERKATAN GUA MARIA PSA GRISENDA – 14 SEPTEMBER 2023

Pemberkatan Gua Maria di Panti Lansia Santa Anna Grisenda Blok B1/65, dilaksanakan hari Kamis, pada Misa Sore jam 17.00, yang dipimpin oleh Rm. Alexius Widianto, dari Paroki Regina Caeli, PIK.

Sudah sejak beberapa waktu yang lalu, Ketua Yayasan Santa Anna, memikirkan tentang pengadaan sarana Rohani ini, karena melihat para Oma yang setiap pagi dan sore selalu suka duduk-duduk di beranda depan PSA Grisenda.

Suatu pagi di bulan Juli 2023 yang lalu, sambil Sarapan Pagi, Sr. Petro mengemukakan ide untuk membuat Gua Maria di sudut pekarangan kecil dekat Gerbang Depan PSA Grisenda. Sr. Renelda segera mendukung ide ini dengan gembira, sehingga acara Sarapan kedua Suster yang tinggal di Lantai 3 PSA Grisenda ini diramaikan oleh percakapan tentang pembuatan Gua tersebut. Selesai Sarapan dan cuci piring, begitu Sr. Renelda turun ke Lantai 2, disitu sudah menunggu 2 orang Ibu. Katanya, mereka mau memberikan sumbangan. Kedua Ibu ini bercerita bahwa mereka berdua hadir pada Misa Panggilan Hari Minggu 30 April 2023 yang lalu di Gereja Stella Maris Pluit, dimana ketika itu Sr. Petro memberikan sharing panggilan sebagai pengganti Homili dan para Suster serta Oma-oma PSA Grisenda hadir untuk memeriahkan Misa dengan Lagu-lagu Misa yang diiringi dengan permainan Musik Kolintang, Dumbuk, dan Rebana. Pada waktu itu, kedua Ibu itu sudah berniat untuk memberikan Sumbangan ke Panti, tetapi mereka baru ada waktu pada pagi itu. Setelah kedua Ibu tersebut pergi, dengan gembira Sr. Renelda memberitahukan pada Sr. Petro bahwa Pengunjung Panti pada pagi hari ini, yaitu kedua Ibu tersebut, datang untuk memberikan Sumbangan sebesar Rp. 10 juta. Kedua Suster dipenuhi oleh sukacita. Sr. Petro langsung menimpali bahwa Gua Maria itu HARUS dibuat, karena Bunda Maria telah mengirimkan bantuan dengan menggerakkan kedua Ibu itu pada pagi ini untuk memberikan dukungan agar Gua dapat dibangun di PSA Grisenda.

Rencana pembuatan Gua menjadi lebih konkrit dengan kedatangan Pemimpin PSA, Sr. Feliana Padut SCMM, yang mulai tinggal di PSA Grisenda untuk lebih memberikan perhatian pada kegiatan dan pelayanan sehari-hari yang dilakukan di Panti ini. Sr. Feliana dengan segera setuju. Dengan bantuan Ibu Vera Mandagi, yang memperkenalkan Tukang Pembuat Gua & Kolam yang baik, dengan biaya yang murah meriah, yaitu Rp. 11 juta, rencana pembuatan Gua segera dieksekusi, dimana Sr. Feliana bertanggungjawab mengawasi pekerjaan pembangunan Gua. Ibu Lucy, salah seorang Sahabat Misi PSA, yang berdomisili di PIK dan setiap hari selalu mengirimkan lauk-pauk, makanan, dan terkadang juga mengirimkan buah-buahan ke Panti, spontan tergerak untuk menambahkan sumbangan Rp. 1 juta untuk membeli Patung Bunda Maria. Tetapi kemudian, ada seorang Ibu juga, yang karena pindah keluar negeri, memberikan sebuah Patung Bunda Maria untuk Panti. Maka, sumbangan dari Ibu Lucy kemudian dialihkan untuk menggenapi biaya pembuatan Gua, sehingga Pembuatan Gua Maria seutuhnya, lengkap dengan Patungnya, adalah merupakan sumbangan dari ke-4 Ibu yang baik dan murah hati itu. Setelah Misa dan Acara Pemberkatan Gua Maria, semua hadirin diundang untuk beramah-tamah dan makan malam bersama. Para Ibu Pencinta Bunda Maria, Ibu Elly dari Pena RC, Ibu Nie Lie dan Ibu Suzan dari Lingkungan St. Anselmus Grisenda, Ibu Lucy, juga beberapa Donatur lainnya menyumbangkan bunga-bunga untuk dekorasi, serta makanan dan minuman untuk menjamu semua yang hadir. Para Oma dan Opa dari PSA Teluk Gong juga ikut hadir untuk meramaikan acara. Semoga dengan perantaraan Maria, Bunda yang penuh kasih sayang, semua orang-orang baik dan murah hati ini beroleh anugerah-anugerah yang mereka butuhkan dalam kehidupan, pekerjaan, dan rumah tangganya.

Dalam tradisi Katolik, Gua Maria adalah merupakan tempat ziarah dan untuk berdoa. Dengan dibuatnya Gua Maria ini, ada pemandangan dan sudut rohani yang selalu bisa di pandang-pandang oleh Oma-oma dan Penghuni PSA Grisenda, biar hati selalu terarah pada Tuhan lewat Bunda Maria. “Gua Maria ini dibangun agar menjadi sarana untuk mendekatkan diri pada Tuhan dengan berdoa lewat perantaraan Bunda Maria,” tukas Sr. Petro.

“Ya namamu Maria, Bunda yang kucinta.

Merdu menawan hati segala anakmu.

Patutlah nama itu, hidup di batinku.

Dan nanti kuucapkan di saat ajalku.”

“Ave – ave – ave Maria.

Ave – ave – ave Maria.”

RENCANA PERLUASAN PANTI LANSIA SANTA ANNA KE PARUNG

Perluasan pelayanan Panti Lansia Santa Anna ke Parung mulai direncanakan secara serius oleh Ketua/Pengurus YSA bersama dengan Pemimpin/Staf PSA & Para Sahabat Misi PSA.

Untuk perluasan dan Pembangunan Panti Lansia Santa Anna, demi menambah kapasitas pelayanan kepada para Lansia, Bpk. Yoseph Muljadi, Donatur, menghibahkan 3.216 m2 TANAH di Parung, Kec. Kemang, Kab. Bogor, Jawa Barat 16310, dan masih akan menambahkan 1.000 – 2.000 m2 lagi yang diperuntukkan menjadi PEMAKAMAN. Selain itu, Bpk Yoseph Muljadi akan membuatkan TAMAN DOA, agar Para Oma & Opa nantinya bisa senang berdoa dan melakukan Aktifitas Rohani.

Kita sambut penuh sukacita bantuan dan sumbangan ini. Mari kita doakan Donatur kita yang baik hati & murah hati ini, Bpk Yoseph Muljadi beserta seluruh Keluarganya, agar Tuhan Yang Maha Kasih senantiasa mencurahkan limpah ruah rahmat, kesehatan & kesejahteraaan lahir-batin, umur panjang, kebahagiaan, dan rejeki yang lebih berlimpah lagi, agar beliau dapat berbuat lebih banyak lagi amal kasih dalam kehidupannya.

 

Kita rencanakan untuk membangun 4 Unit Bangunan:

1 Unit Sosial untuk Penampungan bagi sekitar 40 orang Lansia yang tidak memiliki kemampuan finansial.

1 Unit Ekonomi dengan Kamar Single dan Double untuk menampung 120 Lansia yang memiliki kemampuan finansial seadanya.

1 Unit Umum untuk Resepsionis & Ruang Tamu, Dapur, Gudang-gudang Dapur & Umum, Kamar-kamar para Suster/Staf, Kamar Sakit/Isolasi, Ruang Pemeriksaan Kesehatan, dll.

1 Unit Aula Terbuka Serba Guna.

 

CATATAN:

  1. Pengurusan Dokumen-dokumen Hibah, Pembebasan PBB dan BPHTB sedang dalam proses.
  2. Kita doakan semoga semuanya berjalan dengan lancar, agar sesudahnya segera dapat kita tindak lanjuti dengan tahap-tahap Pembangunan.
  3. Kita doakan agar banyak orang tergerak hatinya untuk membantu kita dalam proses dan pelaksanaan kegiatan Pembangunan Panti Lansia Santa Anna di Parung ini.

 

“SANTA ANNA, Ibu dari Sang Bunda kami Maria, Pelindung Panti Lansia Santa Anna, bantulah kami.

Pastor Ermano Sant’andrea SX (Alm.), sampaikanlah harapan dan wacana kami ini ke hadapan Tuhan.

Bapak Pendiri SCMM, Mgr. Joannes Zwijsen dan para Suster Pendahulu, doakanlah kami.

Tuhan, Bapa Yang Berbelaskasih, kabulkanlah doa kami.

Amin.”

UCAPAN TERIMAKASIH – SABTU, 29 JULI 2023

Panti Lansia Santa Anna (PSA) Grisenda, pada Sabtu 29 Juli 2023, dipenuhi dengan sukacita atas kunjungan dari dua (2) kelompok, yaitu:

Kelompok yang dipimpin oleh Ibu Dewi, dalam rangka Hari Ulang Tahun Bpk. William, dari Tokusei – Hamburg Steak Japan. Mereka membawa Makan Siang, roti, minuman, dan biskuit untuk segenap penghuni PSA Grisenda.

Dan,

Kelompok yang menyebut dirinya sebagai “Hamba Allah”, yang menyumbang PSA secara Natura dan Uang Tunai sebesar Rp. 5 juta.

Terimakasih banyak untuk perhatian, kunjungan, bingkisan kasih, dan donasi buat PSA (Panti Lansia Santa Anna). Tuhan memberkati Kebaikan dan Kemurahan hati Ibu, Bapak, Saudara, dan Saudari dengan Rahmat yang berlimpah bagi dirimu, Keluarga dan segala karya yang dilakukan.

 

Banyak Salam dari kami semua:

  1. Ketua & Pengurus Yayasan Santa Anna
  2. Staf Panti Lansia Santa Anna
  3. Para Oma, Opa, Pegawai & Perawat PSA

SYUKURAN PESTA SANTA ANNA, PELINDUNG PANTI LANSIA SANTA ANNA – 26 JULI 2023

Panti Lansia Santa Anna merayakan secara meriah PESTA SANTA ANNA, Pelindung Panti Lansia Santa Anna. Ketua Yayasan Santa Anna (YSA), Sr. Petronella Lie SCMM, dalam Kerjasama yang kompak dengan Sr. Renelda Nahas SCMM selaku Pelaksana Harian (PH) PSA, berinisiatif menggabungkan PSA Grisenda ke PSA Teluk Gong dalam perayaan bersama sebagai satu keluarga besar Panti Lansia Santa Anna.

Acara dimulai jam 10.00 pagi dengan Misa Syukur Meriah, diiringi musik Kolintang yang dimainkan oleh para Suster dan Oma-oma PSA Grisenda. Ini untuk pertama kalinya para Oma dan Opa PSA Teluk Gong menyaksikan permainan Kolintang yang cukup handal. Mudah-mudahan Oma dan Opa PSA Teluk Gong juga dapat berlatih untuk tampil pada kesempatan-kesempatan berikutnya.

Dalam kata sambutannya, Ketua YSA, Sr. Petro, menekankan kembali inti Homili yang disampaikan oleh Pastor yang mempersembahkan Misa, Rm. Marianus CP, yaitu 3 segi keutamaan dari Santa Anna, Ibu dari Bunda Maria, yang menjadi kebajikan yang tampak jelas dalam diri Santa Perawan Maria, yakni: Kesederhanaan, Iman, dan Ketabahan. Santa Anna, Santo Yoakim, maupun Santa Perawan Maria adalah orang-orang yang termasyhur, tetapi mereka tetap sederhana, tinggal tersembunyi dan tak menonjol, menjalani hidup sehari-hari dalam rumah tangganya dengan penuh kerendahan hati. Ketika menghadapi hal-hal yang sulit untuk dipahami oleh akal budi, mereka penuh iman menerimanya dalam kepercayaan penuh kepada Tuhan. Dan ketika masalah hidup, berbagai kesulitan dan tantangan menerpa kehidupannya, mereka tetap tabah; Maria, tetap setia berdiri di kaki Salib Yesus pada saat penderitaan dan penghinaan terbesar itu terjadi. Ketiga nilai ini sungguh pantas untuk kita teladani juga dalam kehidupan kita di zaman ini, dimanapun kita hidup dan berada: Sederhana, Penuh Iman, dan Tabah.

“Dalam semangat kesederhanaan, iman, dan tabah itu, para Oma dan Opa diharapkan dapat hidup “TANYADA”: Tenang, Aman, NYAman, dan DAmai; sehingga dapat menikmati kebahagiaan dan penuh sukacita tinggal di Panti Lansia ini,” tukas Sr. Petro.

Sebagaimana biasanya, selain “santapan Rohani”, kebersamaan di Panti selalu diisi dengan Santap Bersama serta Acara Ramah Tamah dan Riang Gembira. Acara ini dihadiri juga oleh Fr. Tarsisius CMM yang kebetulan berada di Jakarta, Sr. Elvira Ndruru SCMM dan Sr. Cendhie SCMM yang baru saja menerima perutusan untuk bertugas di Jakarta. Sukacita bersama ini dilengkapi dengan pembagian Hadiah dan Angpao untuk semua yang hadir. Demikian acara diakhiri dengan penuh sukacita.

Semoga teladan Santa Anna memberikan ilham dan inspirasi yang tiada habisnya dalam kehidupan Oma dan Opa di Panti Lansia Santa Anna, juga di dalam kehidupan kita semua.

“Santa Anna, Santo Yoakim, dan Bunda Maria Yang Berbelaskasih, doakanlah kami selalu.”

MINGGU PANGGILAN SEDUNIA KE-60_“PANGGILAN: RAHMAT DAN PERUTUSAN”

Panti Lansia Santa Anna, Jakarta – Hari Minggu 30 April 2023 adalah Minggu IV Masa Paskah bagi umat Katolik. Hari Minggu ini juga disebut Minggu Gembala Yang Baik yang ditandai dengan bacaan dari Injil Yohanes 10:1-10 tentang Yesus Gembala Yang Baik. Tidak hanya itu, Minggu 30 April 2023, juga merupakan Minggu Panggilan ke-60 yang digagas pertama kali oleh Paus Paulus VI pada 1964.

Menyambut Minggu Panggilan ke-60 tahun 2023 ini, Paus Fransiskus selaku pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia menyampaikan pesan suci, sebagai berikut ini.

“Prakarsa Ilahi ini berusaha untuk membantu anggota Umat Allah, baik sebagai individu maupun komunitas, untuk menanggapi panggilan dan perutusan yang dipercayakan Tuhan kepada kita masing-masing di dunia dewasa ini, di tengah kesulitan dan harapannya, tantangan dan pencapaiannya”.

Paus Fransiskus juga meminta agar tahun ini dalam refleksi dan doa, kita dapat mengambil tema “Panggilan: Rahmat dan Perutusan” sebagai panduan.

Dalam perayaan minggu panggilan ini Para Suster SCMM yang bertempat tinggal di Perumahan Taman Grisenda – Pantai Indah Kapuk, bersama Oma-oma, Para Pegawai & Perawat Panti Lansia Santa Anna Grisenda menghadiri Perayaan Ekaristi di Paroki Stella Maris Pluit. Mereka berpartisipasi memeriahkan dua kali  Misa pada Minggu Panggilan ini, yakni pada Misa pagi jam 08.00 dan 10.30,  dengan mengambil bagian masing-masing yaitu Sr. Petronella Lie SCMM mensharingkan panggilan sebagai pengganti Homili, Sr. Julina Harefa SCMM jadi Pemazmur, Sr. Fatima Soares SCMM sebagai Dirigen, Para Suster yang lain bersama dengan Oma-oma dan Ibu Suzan memainkan alat musik Kulintang, Dumbuk, dan Tamburin.

Ada 3 point yang disampaikan oleh Suster Petro dalam sharingnya, yaitu: (1) Perkenalan Diri & Kongregasi; (2) Promosi Panti Lansia Santa Anna (PSA); dan (3) Sharing Panggilan.

Sr. Petro menyampaikan bahwa pengenalan akan Kongregasi SCMM dapat dibaca selengkapnya di Website SCMM https://sistersofcharity.nl/en

dan tentang Panti Lansia Santa Anna di Website ini https://psa-scmm.org/; https://psa-scmm.org/historisitas/

Dalam kesempatan sharing tentang panggilan di Gereja Stella Maris Pluit ini, Sr. Petro tidak mau melewatkan peluang untuk memperkenalkan Panti Lansia Santa Anna sebagai salah satu karya kerasulan SCMM di Jakarta, karena hakekat Hidup Membiara SCMM sebagai Religius Aktif (Apostolik) mendapatkan maknanya dari karya kerasulan nyata yang dilakukan di dalam pelayanan dan karya-karya cintakasih yang konkrit kepada sesama yang membutuhkan.

Selain itu, juga untuk mengenang historisitas berdirinya Panti Lansia Santa Anna sebagai karya mulia yang diinisiatifkan oleh Parokus RP. Ermano Sant’andreas SX (Almarhum), bersama dengan Dewan Paroki, dan Umat Stella Maris Pluit pada Tahun 1980, dan kemudian diserahkan kepada Kongregasi SCMM. Sr. Petro mengajak segenap Umat untuk ikut bangga karena PSA ini diurus dengan baik dan sangat diminati. Hampir setiap hari selalu ada permintaan untuk memasukkan Lansia di Panti, sehingga bukan sedikit nama-nama Lansia dalam waiting list yang sudah antri menunggu untuk diterima.

Sebagai Ketua Yayasan Santa Anna (YSA), yang mengelola PSA, sudah beberapa kali Sr. Petro mengajak para Suster Staf PSA untuk berbicara. Kebutuhan yang tinggi ini seharusnya ditanggapi, supaya sebanyak mungkin para Lansia bisa ditolong, sebagaimana dicita-citakan oleh Pendirinya, Alm. RP. Sant’andrea bersama Dewan Paroki serta Umat Stella Maris Pluit.

“Sekarang ini, kami sedang giat berdoa agar Tuhan mengirim mukjizat, memberikan jalan dan rejeki agar kapasitas pelayanan Panti bisa bertambah dan lebih ditingkatkan,” tukas Sr. Petro. (Silahkan dilihat https://psa-scmm.org/berita/wacana-untuk-pengembangan-panti-lansia-santa-anna/)

Dari sharing yang disampaikan oleh Sr. Petro ada 2 hal yang menarik untuk disimak:

Pertama, panggilan hidup membiara sebagai suatu rahmat dan perutusan, ditanggapi sebagai salah satu jalan menuju kekudusan. Dalam suatu dialognya dengan umat, Bapa Paus Fransiskus pernah ditanyai: “Bapa, dalam keseharian dapatkah Saya menjadi orang Kudus?” Bapa Paus menegaskan bahwa semua orang dapat menjadi kudus. “Lakukan tugasmu sepanjang hari: berdoa, bekerja, mengurus rumah tangga, mengasuh anak-anak, tetapi lakukanlah semuanya itu dengan hati mengarah kepada Tuhan. Sehingga saat bekerja, bahkan sakit dan penderitaan, juga dalam kesulitan, terarah kepada Tuhan. Maka kalian menjadi orang kudus. Anda bisa!” Kata Bapa Paus.

Ini merupakan panggilan setiap orang beriman. Entah panggilan menjadi Imam, Suster, Frater, Bruder, dan juga sebagai umat beriman, semua dipanggil untuk mencapai kekudusan. “Maka, marilah kita menjadi orang kudus sehari-hari,” kata Suster Petro dalam sharingnya.

Hal menarik yang kedua, dalam sharing itu Sr. Petro menerangkan tentang empat tanda dari orang yang terpanggil. Karena kalau Tuhan memanggil, tentu tidak seperti cerita Kitab Suci, dimana orang mendengar suara Tuhan yang memanggil, seperti ketika Dia memanggil Abraham, Samuel, nabi Elisa, dan lain-lain.

Tetapi kita bisa merasakan dan melihat tanda-tandanya sebagai berikut:

  1. ADA RASA TERTARIK: Anda tertarik entahlah karena jubah yang keren, senyuman Suster yang manis, pelayanan dan kata-katanya yang lembut, khotbah yang menarik, dan seterusnya.
  2. ADA KEINGINAN dan KEBERANIAN UNTUK MENCOBA. Karena kalau rasa tertarik hanya disimpan di hati saja, maka tidak akan pernah kesampaian. Sama seperti kalau naksir seseorang, bila hanya disimpan dalam hati dan dilihat-lihat dari jauh saja, lalu, kapan jadiannya??
  3. Sesudah mencoba, di atas segala suka duka dan pergumulan yang ada, MERASA COCOK, KERASAN dan DIPERKEMBANGKAN.
  4. PIHAK BIARA MENERIMA; Anda lulus dan diijinkan mengikrarkan kaul.

Sr. Petro melanjutkan: “Bila kita mengalami ketertarikan ini, maka harus berani mencoba. MENGAPA? Kalau Anda tidak mencoba, suatu waktu nanti Anda menikah, lalu pada saat itu, mungkin sudah punya anak pulak entah berapa, baru sadar bahwa sebenarnya ada panggilan untuk menjadi Suster/Imam, maka saat itu, menyesalpun tidak ada guna. Tetapi kalau Anda mencoba, ketahuilah, bahwa hidup membiara, ataupun menjadi Pastor itu ada tahap-tahapnya sebelum membuat keputusan final untuk berkaul kekal atau menerima tahbisan. Selama masa itu, bila merasa tidak cocok, ternyata tidak terpanggil, selalu bisa mundur, “no problem”, tidak ada dosa, tidak melanggar hukum apapun.”

Pada akhir sharingnya, Sr. Petro menyinggung tentang Bacaan Injil di hari Minggu Panggilan ini, tentang Yesus sebagai Pintu bagi domba-domba-Nya. Perihal penggembalaan dan perdombaan merupakan hal yang lazim di Timur Tengah. Menjelang malam, gembala akan menggiring domba-dombanya ke sebuah gua. Apakah aman? Karena tidak ada pintunya! Disini pintu tidak dibutuhkan, karena pintunya adalah si gembala; dia akan pasang badan, tidur di depan lubang gua, sehingga tidak akan ada serigala atau binatang buas yang dapat masuk tanpa melalui tubuhnya.

“Yesus menyebut Diri-Nya sebagai Gembala Yang Baik, itu artinya:

  • Dia menjaga dan memelihara hidup kita! Amin, Sudara-saudari?
  • Bila Yesus sendiri yang menjaga, kita tak perlu takut akan apapun! Amin, Sudara-saudari?
  • Bila si jahat hendak mengganggu kita para domba, Yesus Sang Gembala, Dia sendiri yang akan menjaga dan melindungi kita! Amin, Sudara-saudari?

Demikian Sr. Petro mengakhiri sharingnya dengan setiap kali mendapatkan jawaban AMIN yang membahana dari Umat yang penuh menjejali Gedung megah dan luas di Paroki Stella Maris Pluit.

Sebagai tambahan, Sr. Petro mengajak para Suster SCMM yang hadir dalam Misa itu tampil ke depan mimbar untuk menyanyikan bersama Lagu “BUKAN TIPU-TIPU”, diiringi dentingan gitar yang dimainkan oleh Sr. Julina. Pastor dan umat juga ikut bernyanyi dengan gembira dan penuh semangat:

(Melodi dari lagu Koes Plus “Kolam Susu”)

Ref:

Bukan tipuan, bukan Abunawas

Pesona-Mu merayu, menggoda aku

Walau badai, walau topan kuhadapi

Cintaku mati, hanya untuk diri-Mu.

Ayat: 

1.

Orang bilang jadi Pastor banyak tugas,

Orang bilang jadi Suster harus taat.

Namun kujawab: datang dulu dan lihat,

Pengalaman mengasyikkan ‘kan menjawab. (Ref)

2.

Orang bilang jadi Suster, paling susah,

Orang bilang jadi Pastor, lebih susah.

Namun kujawab:  datang dan bergabunglah

Pengalaman mengasyikkan ‘kan menjawab. (Ref)

3. 

Orang bilang ikut Yesus, menderita.

Orang bilang Salib Yesus, sangat berat.

Namun kujawab: datang dulu dan lihat,

Pengalaman mengasyikkan, ‘kan menjawab. (Ref)

 

Peliput:

Sr. Fatima Asni Soares, SCMM (Suster Junior SCMM)

 

Tautan-tautan yang terkait dengan Liputan ini:

https://www.facebook.com/reel/545339401135477?mibextid=6AJuK9&s=chYV2B&fs=e

HAIKU, PUISI, dan DOA-DOA OMA OPA PSA

Late Post Panti Lansia Santa Anna Jakarta – Menindaklanjuti kegiatan pendalaman APP 1 yang digelar oleh Ketua Yayasan Santa Anna, Sr. Petronella Lie, SCMM, pada Jumat 3 Maret yang lalu, berikut ini adalah HAIKU, PUISI, dan DOA-DOA yang dituliskan oleh Oma dan Opa:

  1. OMA GINA
    Saya berdoa
    kepada Tuhan Yesus
    dan minta maaf
    atas dosa-dosaku.

 

  1. Oma Yulia
    Kubangun pagi
    aku duduk sendiri
    dingin dan sejuk

 

  1. Opa Budiman
    Sehari-hari umur kita makin bertambah
    kita dibebani banyak masalah
    hari-hari remaja
    sudah tidak lagi punya kita
    kita butuh kaca mata yang andalan
    dan sebuah tongkat untuk membantu kita berjalan
    sering kali kita ngilu di punggung
    serta berjalan tidak setangkas dahulu
    keriput-keriput bermunculan di badan
    kulit sudah tidah sehalus dan seperti semula
    kita beruban, gigi-gigi mulai rontok
    itu menandakan lansia jadi kenyataan
    pendengaran kita makin hari makin mundur
    pengertian yang di dengar seringkali melantur
    nikmatilah sisa hidup kita
    kita bersyukur dengan apa yang kita punya
    tidak di sangka-sangka
    akhir hidup kita sudah di depan mata

 

  1. Oma Diana
    Tuhan ku ‘slalu bersamamu
    karena Kau selalu hadir
    di setiap doaku
    kurindu Engkau

 

  1. Oma Marile
    Ku bahagia
    tinggal di Panti Jompo
    baik selalu
    dalam masa tuaku

 

  1. Oma Lina
    Ya Tuhan Yesus
    aku mohon pada-Mu
    sembuhkan aku
    dari sakitku
    jangan tinggalkan aku

 

  1. Oma Elisabeth Kusuma
    Di sore hari
    ku termenung sendiri
    mengikuti kata hatiku
    aku masuk Kapel
    tempatku untuk
    bicara pada Yesus
    dan Bapa di Sorga
    dan dengan Bunda
    hatiku merasa tenang
    ku tahu Tuhan mendengar
    isi hatiku
    ku duduk diam
    dihadapan-Mu Yesus
    memandang Engkau
    Sang Juru Selamatku
    hatiku damai
    di senja ini

 

  1. Oma Lenny
    Pagi yang cerah
    saya menatap langit
    berdoa pada Tuhan
    Yang Maha Kuasa
    untuk mengabulkan doaku

 

  1. Oma Indah Wati
    sepi
    aku dalam keramaian kadang terasa sunyi
    bayang semu terkadang menghampiri
    dimanakah harapan cerahnya sinar matahari
    untuk kapan datang terangi jiwa
    dari kabut yang menghalangi

 

  1. Oma Magda
    Tuhan lindungilah saya sendiri
    Tuhan lindungilah hidup saya

 

  1. Oma Mio-Mio
    Malam
    Kutatap langit yang tak lagi mendung
    ternyata baru kusadari
    bahwa sebagian hidup
    terang dan berwarna
    hembusan angin yang semakin lirih
    dan semakin dingin
    disitulah aku tersadar dalam hening
    bahwa hari sudah gelap

 

  1. Opa Billy
    Semakin dingin
    embun putih berjatuhan
    penghujung malam

 

  1. Opa Ong
    Di masa tua
    hidupku tak berarti
    nikmati hidup
    akan berguna
    di masa senja tua
    tetap bersyukur

 

  1. Oma Acin
    Aku terdiam
    menatap langit indah
    sejuk menawan
    aku bahagia
    melihat keindahan
    dan pemandangan

 

  1. Oma Ani
    HAIKU OMA ANI
    Selalu syukur
    kepada Tuhan Allah
    saat dimana
    hati gulana
    hatiku bahagia
    Tuhanku ada

 

  1. Oma Riana
    Hidup di dunia
    banyak masalah pelik
    yang harus dihadapi
    semua masalah
    dibawa dalam doa
    harus pasrah pada-Nya

 

  1. Oma Linda
    “HAIKU OMA LINDA”
    Hai bunga mawar
    sangat wangi semerbak
    kau ku kagumi
    setiap hari
    kuingin memetikmu
    cium wangimu

 

18. Oma Nining

Ya Yesus Yang Baik lagi Maha Penyayang,

ampunilah dosa keluarga kami,

lindungilah kami sekeluarga dari api neraka.

Hantarkanlah segenap jiwa ke dalam Sorga

terutama yang membutuhkan kasih sayang-Mu.

Amin.

 

YSA & PSA BAGIKAN 120 MAKANAN BUKA PUASA BAGI PETUGAS KEBERSIHAN & KEAMANAN LINGKUNGAN GRISENDA

Panti Lansia Santa Anna, Jakarta – Berpartisipasi dalam acara Bukber, Berbuka Bersama, yang diselenggarakan di lingkungan RT 002 Blok B1 Perumahan Taman Grisenda, PIK – Jakarta Utara.

Ketika rencana ini disampaikan oleh Bapak Ketua RT 002, Ketua Yayasan Santa Anna (YSA), Sr. Petronella Lie SCMM, segera menggerakkan Para Suster yang  menjadi Pengurus YSA dan Staf Panti Lansia Santa Anna (PSA) untuk turut ambil dalam kegiatan tersebut, “Mari kita berbagi dari apa yang kita miliki, termasuk makanan untuk buka Puasa bagi saudara-saudari kita, Para Petugas Kebersihan dan Keamanan, yang setiap hari melayani kita sehingga kita dapat hidup dengan tenang, aman, dan nyaman di lingkungan kita ini” kata Sr. Petronella, yang biasa dipanggil Suster Petro.

Pada bulan suci Ramadhan ini, kita diajak untuk berbagi tanpa membeda-bedakan, karena Yesus pernah berkata dalam Injil Lukas 6:33, “Sebab jikalau kamu berbuat baik hanya kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian”.

Sejak pagi, Para Suster, Oma-oma, Para Pengawai dan Perawat antusias menyiapkan 120 Nasi Bungkus, yang dilengkapi dengan Air Mineral dan Biskuit.

Pada hari Sabtu sore 15 April 2023, mulai jam 16.00 – 18.00, bersama dengan beberapa Warga lainnya yang dikoordinir oleh Ketua RT 002, Para Suster SCMM dan Oma-Oma PSA telah melaksanakan pembagian makanan bagi Para Petugas Kebersihan dan Keamanan di Lingkungan Grisenda yang berjumlah lebih kurang 110 orang. Dengan Kerjasama yang baik antar warga, makanan yang dibagikan bukan hanya Nasi Bungkus dari PSA, tetapi juga beberapa makanan lainnya: Bakso, Kolak, Kue-kue, Minuman Cincau, Aqua Botol. Acara dibuka dengan sebuah doa, dilanjutkan dengan Kata-kata Sambutan dari Ketua RT dan Sr. Anita Sumarni SCMM yang mewakili YSA & PSA Grisenda. Acara berlangsung dengan lancar dan tertib.

“Terima Kasih Suster, Bapak, Ibu semoga berkah selalu dilancarkan” ujar salah seorang Bapak penerima sedekah buka Puasa. Demikian juga dengan Bapak dan Ibu yang lain. Mereka nampak bahagia dan bersyukur bisa merasakan buka puasa dengan penuh hikmat.

Tampak dengan jelas bahwa kegiatan ini bukan hanya menunjukkan partisipasi dan solidaritas YSA dan PSA dalam kehidupan bermasyarakat di lingkungan setempat, tetapi sekaligus juga memiliki keutamaan tersendiri yakni sebagai suatu bentuk toleransi terhadap kehidupan antar umat beragama.

Bravo kepada Ketua & Pengurus YSA, Para Suster Staf PSA, dan kepada Ketua RT serta Warga RT 002 lingkungan B1 Grisenda, PIK, Jakarta Utara. Berkat Tuhan beserta Anda semua untuk kebaikan dan kemurahan hati yang ditebar kepada sesama.

Diliput oleh:

Sr. Fatima Soares, SCMM

WACANA UNTUK PENGEMBANGAN PANTI LANSIA SANTA ANNA

PELAYANAN KEPADA LANSIA SEBAGAI KEBUTUHAN MASYARAKAT DAN GEREJA

Kemajuan pesat di berbagai bidang, seperti ekonomi, perbaikan lingkungan hidup, ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama di bidang medis atau ilmu kedokteran telah banyak membantu meningkatkan kualitas kesehatan yang mengakibatkan meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) manusia. Sebagai akibatnya, jumlah Penduduk Lanjut Usia (Lansia) menjadi meningkat dan cenderung bertambah lebih cepat dari waktu ke waktu.

Keberadaan Lanjut Usia (Lansia) di Indonesia bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah sebagai Pelaksana Kebijakan di sebuah Negara. Keberadaan Lansia seharusnya menjadi tanggung jawab keluarga sebagai lembaga primer. Keluarga mempunyai peran penting untuk merawat Lansia dan membantu Lansia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Namun, seiring dengan perkembangan dan tuntutan zaman yang semakin kompleks maka kebiasaan anak atau keluarga untuk merawat sendiri Orangtuanya yang sudah berusia lanjut mengalami perubahan. Hormat dan bakti kepada Orangtua lebih dilihat sebagai tanggungjawab moril untuk mengupayakan lingkungan dan situasi hidup yang terjamin, tenang, damai, aman, dan nyaman. Banyak anak atau keluarga, yang oleh karena kesibukan atau situasi hidup tertentu kemudian mulai menempatkan Orangtua atau keluarganya yang sudah Lansia di Panti Lansia, sehingga tidak sedikit Lansia yang pada akhirnya menetap di Panti Lansia / Panti Jompo / Panti Werdha. Demikian Panti Lansia merupakan bentuk pelayanan kepada Lansia yang menjadi kebutuhan riil masyarakat dan Gereja.

 

KEBERADAAN PANTI LANSIA SANTA ANNA SEBAGAI SEBUAH JAWABAN

Panti Lansia merupakan salah satu kebutuhan terbesar di kota Jakarta dan banyak tempat lainnya di Indonesia. Berawal dari keprihatinan dan belaskasih kepada para tunawisma berusia lanjut, yang kemudian dihimpun agar bisa diberi perhatian, dukungan, dan pengasuhan yang sehat dan layak sebagai manusia, Panti Lansia Santa Anna (PSA), yang dirintis oleh RP. Ermano Sant’Andrea SX (RIP – Almarhum) beserta Dewan Paroki dan Umat Paroki Gereja Stella Maris Pluit Jakarta Utara sejak Tahun 1980, dan kemudian diwariskan kepada Kongregasi SCMM, sungguh merupakan gerakan kemanusiaan yang telah menjadi sebuah jawaban yang tepat atas kebutuhan tersebut:

  • Sampai sekarang, PSA Teluk Gong selalu terbuka menerima untuk mengasuh Para Lansia, Oma dan Opa, dari berbagai golongan, agama, dan tingkat perekonomian.
  • PSA Grisenda terbuka untuk mengakomodir Para Lansia, yaitu Oma-oma, dari golongan middle class, kendati dengan jumlah kamar yang sangat terbatas.

 

MENINGKATNYA PERMINTAAN UNTUK MASUK PANTI LANSIA SANTA ANNA & TANGGAPAN ATAS KEBUTUHAN

Dari waktu ke waktu, permintaan untuk masuk PSA terus meningkat. Hampir setiap hari ada saja keluarga yang datang ataupun menelpon untuk meminta agar Orangtua atau Neneknya, atau Lansia dapat diterima di PSA, sehingga bukan sedikit nama-nama Lansia dalam waiting list yang sudah antri menunggu untuk dapat masuk ke PSA.

Kebutuhan ini ditanggapi secara positif oleh Pengurus Yayasan Santa Anna. Ketua YSA mengatakan bahwa pengembangan pelayanan PSA perlu dipertimbangkan untuk diupayakan secara serius: mulai dengan pencarian/penjajakan tanah atau lahan, pengurusan kepemilikan dan keabsahan tanah, baru kemudian bisa dipikirkan tentang pembangunan Gedung dan pengadaan fasilitas serta sarana-prasarana pelengkap lainnya.

“Biarlah semua mengalir dan terjadi seturut kehendak Tuhan”, tegas Ketua YSA.

Jadi, bila Tuhan berkenan, Pemimpin di dalam Kongregasi/Provinsi SCMM merestui, dan bila PSA memiliki rejeki atau “hoki” serta dukungan finansial dari Para Donatur maupun Pihak-pihak lainnya yang diperlukan, maka dicanangkan agar penambahan Gedung dan fasilitas PSA itu harus dibuat sedemikian rupa agar dapat terjangkau dan dapat melayani Para Lansia dari pelbagai lapisan masyarakat, from zero to middle class, yakni: Lansia yang tidak mampu membayar, Lansia yang ekonominya lemah, maupun Lansia middle class. Paling baik dan kita harapkan apabila ada Donatur yang murah hati menghadiahkan/menghibahkan tanah, ataupun bangunannya, untuk pelayanan sosial kemanusiaan ini.

 

“SANTA ANNA, Ibu dari Sang Bunda kami Maria, Pelindung Panti Lansia Santa Anna, bantulah kami.

Pastor Ermano Sant’andrea SX, sampaikanlah harapan dan wacana kami ini ke hadapan Tuhan.

Bapak Pendiri, Mgr. Joannes Zwijsen dan para Suster Pendahulu SCMM, doakanlah kami.

Tuhan, Bapa Yang Berbelaskasih, kabulkanlah doa kami.

 Amin.”

PERAYAAN PASKAH PSA GRISENDA, MINGGU 9 APRIL 2023

Sebagaimana telah dicanangkan, Para Oma, Suster, Pegawai dan Perawat PSA Grisenda merayakan dengan meriah Perayaan Paskah, setelah menjalankan masa Pra Paskah dan Pekan Suci sesuai Liturgi Gereja Katolik.

Bila suasana Minggu Palma, Kamis Putih, dan Jumat Agung dirasakan sendu mendayu, maka pada Malam Paskah dan Minggu Paskah penuh dengan sukacita dan kemeriahan. Semua Lagu diiringi dengan dentingan Kolintang, Dumbuk, dan Tamborin yang dimainkan oleh Oma-oma dengan dibantu oleh beberapa Suster.

Terlebih pada Minggu Paskah. Setelah Misa, segera digelar berbagai kegiatan: Kuis Berhadiah, Lomba Drama, Menyanyi, dan Menari, yang diiringi dengan tempik sorai dan tawa riang para hadirin. Sungguh tak disangka….. para Oma tak bisa kalah penampilannya dengan orang-orang muda 🤪😜😅🤣😂

Drama yang dimainkan bukan hanya mampu mengocok perut, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan yang berbobot.

Pada akhir acara, setelah makan siang bersama, bukan hanya Para Pemain dan Pemenang Lomba yang mendapatkan hadiah, tetapi semua hadirin juga. Dan itu sungguh menambah kelengkapan alasan untuk gembira dan berbahagia dalam merayakan hari kemenangan kebangkitan Kristus di PSA Grisenda.

Pengurus YSA dan Staf PSA, menyampaikan ucapan Terimakasih kepada Para Pastor, dan juga Frater-frater Xaverian, yang telah bersedia merayakan Misa dan Ibadat Pekan Suci di PSA Grisenda. Kebaikan yang sungguh “menyelamatkan” seluruh penghuni PSA Grisenda, karena dengan demikian semua Oma, Para Suster, Pegawai dan Perawat di PSA Grisenda dapat menghadiri Misa dan menjalankan Ibadat Pekan Suci secara lengkap dan sepantasnya.

SELAMAT PASKAH!