KEGIATAN PSA MENYONGSONG NATAL 2023 & PENGANTAR MEMASUKI MASA ADVEN
Panti Lansia Santa Anna (PSA), dalam menyongsong NATAL 2023, kembali mengadakan Kegiatan-kegiatan yang menarik untuk mempersiapkan warganya: Para Oma dan Opa, Para Pegawai dan Perawat, untuk menyambut Kelahiran Sang Juru Selamat Dunia.
Ketua Yayasan Santa Anna, Sr. Petronella Lie SCMM, memimpin langsung berbagai kegiatan, bersama dengan Rekan-rekan Kerja Para Suster SCMM lainnya dari Pengurus Yayasan Santa Anna (YSA) dan Staf PSA. Para Lansia, Pegawai dan Perawat semuanya, juga yang dari PSA Grisenda, digabungkan ke PSA Teluk Gong.




Jumat 1 Desember, Sr. Petro mengawali rangkaian kegiatan dengan sebuah Pengantar Umum. Secara sederhana, kepada Oma dan Opa dijelaskan bahwa Pendalaman PENGANTAR MEMASUKI MASA ADVEN dimaksudkan:
- Sebagai persiapan untuk memasuki Masa Adven dan menyambut Natal 2023.
- Untuk berpartisipasi, sesuai situasi, kondisi, dan cara kita di PSA ini, untuk ambil bagian secara aktif dalam Gerakan dan Tema atau Topik-topik yang telah disiapkan oleh Gereja Katolik Keuskupan Agung Jakarta untuk direnungkan dan didalami bersama selama Masa Adven.

PENGANTAR 1: BEBERAPA CIRI KHAS ADVEN
- Warna Liturgi UNGU: sebagai symbol atau lambang Pertobatan dan Penyesalan.
- Dalam Perayaan Ekaristi, KEMULIAAN tidak diucapkan atau dinyanyikan. Baru Nanti dinyanyikan lagi pada saat Natal.
- Adanya LINGKARAN ADVEN:
a. Lingkaran: Lambang hidup yang saling terjalin, juga lambang keabadian dan belaskasih Tuhan yang tak berkesudahan, tanpa batas awal dan akhir.
b. Dibuat dengan Daun Cemara/Dedaunan Segar: Lambang Kristus yang datang untuk memberi hidup baru lewat kelahiran, kisah kehidupan, sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya.
c. Cemara/dedaunan segar itu berwarna HIJAU: Lambang pengharapan dan pembaharuan Allah dalam hidup kita.
d. 4 LILIN, yaitu 3 Ungu + 1 Pink, dinyalakan 1 setiap Minggu:
- 4: Lambang 4 Minggu kita mempersiapkan diri menyambut Kelahiran Kristus pada Hari Natal.
- Lilin bernyala: Lambang terang yang mengusir kegelapan, juga lambang Kristus sendiri Sang Cahaya Sejati.
PENGANTAR 2: MAKNA DARI 4 LILIN ADVEN / 4 MINGGU ADVEN
- Lilin Adven 1, UNGU – “Lilin Nubuat” – HARAPAN
- Ungu: selain lambang Tobat dan Penyesalan, juga melambangkan pengampunan dan penebusan Tuhan atas dosa manusia, yang membuat manusia memiliki harapan akan keselamatan.
- Disebut “Lilin Nubuat” karena mengingatkan kita bahwa kedatangan Kristus telah dinubuatkan oleh Para Nabi.
- Pada Minggu I ini, kita mau menantikan kedatangan Kristus dengan penuh HARAPAN disertai dengan sikap atau semangat Doa, Kontemplasi, dan Pertobatan.
- Lilin Adven 2, UNGU – “Lilin Betlehem” – CINTA (& KESETIAAN)
- Ungu: juga merupakan warna royalti, Kerajaan, yang mengingatkan kita bahwa Kristus adalah “Raja di atas segala Raja”.
- Pada Minggu II, kita hendak menantikan kedatangan Raja Baru dari Betlehem dengan SETIA dan penuh CINTA.
- Lilin Adven 3, PINK – “Lilin Gembala” – SUKACITA (GAUDETTE)
- Mengingatkan kita akan sukacita dan kegembiraan para Gembala di Malam Natal Pertama Kelahiran Kristus.
- Pada Minggu III, kita beralih dari pertobatan menuju SUKACITA perayaan kelahiran Kristus yang sudah dekat.
- Lilin Adven 4, UNGU atau PUTIH – “Lilin Malaikat” – KEDAMAIAN
- Lilin Putih melambangkan kemurnian, perdamaian, dan keadilan yang dibawa ke dunia oleh Kristus.
- Lilin putih mengingatkan kita bahwa Kristus tidak berdosa dan murn; mengingatkan kita akan kemurnian dan Kasih Kristus kepada kita.
- Disebut “Lilin Malaikat” karena mengingatkan kita akan Para Malaikat yang bersukacita menyambut Kelahiran Yesus, dan kita juga ingin ikut serta dalam sukacita Para Malaikat itu.
PENGANTAR 3: TEMA ADVEN KAJ, “SOLIDARITAS = CINTA”

- Tujuan: Membangun kesatuan melalui hidup bersama yang solider, saling meneguhkan, saling memperhatikan, dan hendak menjadikan hubungan itu kokoh atau kuat.
- 4 Topik Masa Adven KAJ:
a. “ALLAHKU SOLIDER”: Merupakan dasar dari solidaritas kita sebagai manusia.
b. “KELUARGAKU SOLIDER”: Bagaimana dan dalam bentuk apa Keluargaku/Komunitasku/dalam hidup bersamaku di PSA/dalam hidup bertetanggaku, Saya sudah solider??
c. “BENTUK CINTA KELUARGAKU”: Solidaritas itu harus nyata dalam wujud Cinta di dalam Keluargaku/Komunitasku/PSA.
d. “FIRMAN MENJADI MANUSIA”: Cinta Allah dinyatakan pada kita manusia bukan hanya dalam kata (Firman) kosong belaka, tetapi sungguh konkrit dalam wujud YESUS yang menjelma menjadi manusia.

Agar Oma-Opa sungguh memahami yang disampaikan, penjelasan disampaikan secara perlahan-lahan, diselingi dengan tanya-jawab, tayangan video, dan lagu-lagu.
Setelah Doa dan Lagu Penutup, dihidangkan Minuman dan Makan Malam untuk Oma-Opa, agar para Oma dan Opa dapat selalu sehat dan bugar secara jasmani dan rohani.

















