Panti Lansia Santa Anna, Jakarta – Hari Minggu 30 April 2023 adalah Minggu IV Masa Paskah bagi umat Katolik. Hari Minggu ini juga disebut Minggu Gembala Yang Baik yang ditandai dengan bacaan dari Injil Yohanes 10:1-10 tentang Yesus Gembala Yang Baik. Tidak hanya itu, Minggu 30 April 2023, juga merupakan Minggu Panggilan ke-60 yang digagas pertama kali oleh Paus Paulus VI pada 1964.

Menyambut Minggu Panggilan ke-60 tahun 2023 ini, Paus Fransiskus selaku pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia menyampaikan pesan suci, sebagai berikut ini.

“Prakarsa Ilahi ini berusaha untuk membantu anggota Umat Allah, baik sebagai individu maupun komunitas, untuk menanggapi panggilan dan perutusan yang dipercayakan Tuhan kepada kita masing-masing di dunia dewasa ini, di tengah kesulitan dan harapannya, tantangan dan pencapaiannya”.

Paus Fransiskus juga meminta agar tahun ini dalam refleksi dan doa, kita dapat mengambil tema “Panggilan: Rahmat dan Perutusan” sebagai panduan.

Dalam perayaan minggu panggilan ini Para Suster SCMM yang bertempat tinggal di Perumahan Taman Grisenda – Pantai Indah Kapuk, bersama Oma-oma, Para Pegawai & Perawat Panti Lansia Santa Anna Grisenda menghadiri Perayaan Ekaristi di Paroki Stella Maris Pluit. Mereka berpartisipasi memeriahkan dua kali  Misa pada Minggu Panggilan ini, yakni pada Misa pagi jam 08.00 dan 10.30,  dengan mengambil bagian masing-masing yaitu Sr. Petronella Lie SCMM mensharingkan panggilan sebagai pengganti Homili, Sr. Julina Harefa SCMM jadi Pemazmur, Sr. Fatima Soares SCMM sebagai Dirigen, Para Suster yang lain bersama dengan Oma-oma dan Ibu Suzan memainkan alat musik Kulintang, Dumbuk, dan Tamburin.

Ada 3 point yang disampaikan oleh Suster Petro dalam sharingnya, yaitu: (1) Perkenalan Diri & Kongregasi; (2) Promosi Panti Lansia Santa Anna (PSA); dan (3) Sharing Panggilan.

Sr. Petro menyampaikan bahwa pengenalan akan Kongregasi SCMM dapat dibaca selengkapnya di Website SCMM https://sistersofcharity.nl/en

dan tentang Panti Lansia Santa Anna di Website ini https://psa-scmm.org/; https://psa-scmm.org/historisitas/

Dalam kesempatan sharing tentang panggilan di Gereja Stella Maris Pluit ini, Sr. Petro tidak mau melewatkan peluang untuk memperkenalkan Panti Lansia Santa Anna sebagai salah satu karya kerasulan SCMM di Jakarta, karena hakekat Hidup Membiara SCMM sebagai Religius Aktif (Apostolik) mendapatkan maknanya dari karya kerasulan nyata yang dilakukan di dalam pelayanan dan karya-karya cintakasih yang konkrit kepada sesama yang membutuhkan.

Selain itu, juga untuk mengenang historisitas berdirinya Panti Lansia Santa Anna sebagai karya mulia yang diinisiatifkan oleh Parokus RP. Ermano Sant’andreas SX (Almarhum), bersama dengan Dewan Paroki, dan Umat Stella Maris Pluit pada Tahun 1980, dan kemudian diserahkan kepada Kongregasi SCMM. Sr. Petro mengajak segenap Umat untuk ikut bangga karena PSA ini diurus dengan baik dan sangat diminati. Hampir setiap hari selalu ada permintaan untuk memasukkan Lansia di Panti, sehingga bukan sedikit nama-nama Lansia dalam waiting list yang sudah antri menunggu untuk diterima.

Sebagai Ketua Yayasan Santa Anna (YSA), yang mengelola PSA, sudah beberapa kali Sr. Petro mengajak para Suster Staf PSA untuk berbicara. Kebutuhan yang tinggi ini seharusnya ditanggapi, supaya sebanyak mungkin para Lansia bisa ditolong, sebagaimana dicita-citakan oleh Pendirinya, Alm. RP. Sant’andrea bersama Dewan Paroki serta Umat Stella Maris Pluit.

“Sekarang ini, kami sedang giat berdoa agar Tuhan mengirim mukjizat, memberikan jalan dan rejeki agar kapasitas pelayanan Panti bisa bertambah dan lebih ditingkatkan,” tukas Sr. Petro. (Silahkan dilihat https://psa-scmm.org/berita/wacana-untuk-pengembangan-panti-lansia-santa-anna/)

Dari sharing yang disampaikan oleh Sr. Petro ada 2 hal yang menarik untuk disimak:

Pertama, panggilan hidup membiara sebagai suatu rahmat dan perutusan, ditanggapi sebagai salah satu jalan menuju kekudusan. Dalam suatu dialognya dengan umat, Bapa Paus Fransiskus pernah ditanyai: “Bapa, dalam keseharian dapatkah Saya menjadi orang Kudus?” Bapa Paus menegaskan bahwa semua orang dapat menjadi kudus. “Lakukan tugasmu sepanjang hari: berdoa, bekerja, mengurus rumah tangga, mengasuh anak-anak, tetapi lakukanlah semuanya itu dengan hati mengarah kepada Tuhan. Sehingga saat bekerja, bahkan sakit dan penderitaan, juga dalam kesulitan, terarah kepada Tuhan. Maka kalian menjadi orang kudus. Anda bisa!” Kata Bapa Paus.

Ini merupakan panggilan setiap orang beriman. Entah panggilan menjadi Imam, Suster, Frater, Bruder, dan juga sebagai umat beriman, semua dipanggil untuk mencapai kekudusan. “Maka, marilah kita menjadi orang kudus sehari-hari,” kata Suster Petro dalam sharingnya.

Hal menarik yang kedua, dalam sharing itu Sr. Petro menerangkan tentang empat tanda dari orang yang terpanggil. Karena kalau Tuhan memanggil, tentu tidak seperti cerita Kitab Suci, dimana orang mendengar suara Tuhan yang memanggil, seperti ketika Dia memanggil Abraham, Samuel, nabi Elisa, dan lain-lain.

Tetapi kita bisa merasakan dan melihat tanda-tandanya sebagai berikut:

  1. ADA RASA TERTARIK: Anda tertarik entahlah karena jubah yang keren, senyuman Suster yang manis, pelayanan dan kata-katanya yang lembut, khotbah yang menarik, dan seterusnya.
  2. ADA KEINGINAN dan KEBERANIAN UNTUK MENCOBA. Karena kalau rasa tertarik hanya disimpan di hati saja, maka tidak akan pernah kesampaian. Sama seperti kalau naksir seseorang, bila hanya disimpan dalam hati dan dilihat-lihat dari jauh saja, lalu, kapan jadiannya??
  3. Sesudah mencoba, di atas segala suka duka dan pergumulan yang ada, MERASA COCOK, KERASAN dan DIPERKEMBANGKAN.
  4. PIHAK BIARA MENERIMA; Anda lulus dan diijinkan mengikrarkan kaul.

Sr. Petro melanjutkan: “Bila kita mengalami ketertarikan ini, maka harus berani mencoba. MENGAPA? Kalau Anda tidak mencoba, suatu waktu nanti Anda menikah, lalu pada saat itu, mungkin sudah punya anak pulak entah berapa, baru sadar bahwa sebenarnya ada panggilan untuk menjadi Suster/Imam, maka saat itu, menyesalpun tidak ada guna. Tetapi kalau Anda mencoba, ketahuilah, bahwa hidup membiara, ataupun menjadi Pastor itu ada tahap-tahapnya sebelum membuat keputusan final untuk berkaul kekal atau menerima tahbisan. Selama masa itu, bila merasa tidak cocok, ternyata tidak terpanggil, selalu bisa mundur, “no problem”, tidak ada dosa, tidak melanggar hukum apapun.”

Pada akhir sharingnya, Sr. Petro menyinggung tentang Bacaan Injil di hari Minggu Panggilan ini, tentang Yesus sebagai Pintu bagi domba-domba-Nya. Perihal penggembalaan dan perdombaan merupakan hal yang lazim di Timur Tengah. Menjelang malam, gembala akan menggiring domba-dombanya ke sebuah gua. Apakah aman? Karena tidak ada pintunya! Disini pintu tidak dibutuhkan, karena pintunya adalah si gembala; dia akan pasang badan, tidur di depan lubang gua, sehingga tidak akan ada serigala atau binatang buas yang dapat masuk tanpa melalui tubuhnya.

“Yesus menyebut Diri-Nya sebagai Gembala Yang Baik, itu artinya:

  • Dia menjaga dan memelihara hidup kita! Amin, Sudara-saudari?
  • Bila Yesus sendiri yang menjaga, kita tak perlu takut akan apapun! Amin, Sudara-saudari?
  • Bila si jahat hendak mengganggu kita para domba, Yesus Sang Gembala, Dia sendiri yang akan menjaga dan melindungi kita! Amin, Sudara-saudari?

Demikian Sr. Petro mengakhiri sharingnya dengan setiap kali mendapatkan jawaban AMIN yang membahana dari Umat yang penuh menjejali Gedung megah dan luas di Paroki Stella Maris Pluit.

Sebagai tambahan, Sr. Petro mengajak para Suster SCMM yang hadir dalam Misa itu tampil ke depan mimbar untuk menyanyikan bersama Lagu “BUKAN TIPU-TIPU”, diiringi dentingan gitar yang dimainkan oleh Sr. Julina. Pastor dan umat juga ikut bernyanyi dengan gembira dan penuh semangat:

(Melodi dari lagu Koes Plus “Kolam Susu”)

Ref:

Bukan tipuan, bukan Abunawas

Pesona-Mu merayu, menggoda aku

Walau badai, walau topan kuhadapi

Cintaku mati, hanya untuk diri-Mu.

Ayat: 

1.

Orang bilang jadi Pastor banyak tugas,

Orang bilang jadi Suster harus taat.

Namun kujawab: datang dulu dan lihat,

Pengalaman mengasyikkan ‘kan menjawab. (Ref)

2.

Orang bilang jadi Suster, paling susah,

Orang bilang jadi Pastor, lebih susah.

Namun kujawab:  datang dan bergabunglah

Pengalaman mengasyikkan ‘kan menjawab. (Ref)

3. 

Orang bilang ikut Yesus, menderita.

Orang bilang Salib Yesus, sangat berat.

Namun kujawab: datang dulu dan lihat,

Pengalaman mengasyikkan, ‘kan menjawab. (Ref)

 

Peliput:

Sr. Fatima Asni Soares, SCMM (Suster Junior SCMM)

 

Tautan-tautan yang terkait dengan Liputan ini:

https://www.facebook.com/reel/545339401135477?mibextid=6AJuK9&s=chYV2B&fs=e