PSA MEMASUKI MASA PRAPASKAH DENGAN MISA RABU ABU 14 FEBRUARI 2024

Panti Lansia Santa Anna (PSA), setelah serangkaian perayaan-perayaan meriah dan penuh sukacita, mulai dari Natal, Tahun Baru, dan Imlek, akan memasuki Masa Retret Agung Pra Paskah selama 40 hari, yaitu yang dimulai pada Hari Rabu Abu pada tanggal 14 Februari 2024.

Imam dari Paroki PHIRAS (Philippus Rasul) akan mengadakan MISA RABU ABU 14 Februari bagi Oma dan Opa pada jam 17.00 di PSA Teluk Gong.

Ketua Yayasan Santa Anna (YSA), Sr. Petronella Lie SCMM, telah memprogramkan kegiatan-kegiatan pendalaman iman selama Masa Pra Paskah bagi Para Oma-Opa PSA untuk membangun sikap 4 B: Bertobat, Berdoa, Berderma, dan Bermatiraga (Beraskese).

Sebagai PENGANTAR RABU ABU dan awal memasuki Masa Pra Paskah, yang kerap juga disebut sebagai Masa Pertobatan, kepada Para Oma-Opa, Pegawai, Perawat, dan segenap Staf Pengurus PSA, disodorkan sebuah RENUNGAN SEDERHANA dari RP. Antonius Widada CP, atau yang sering dipanggil “Romo Widodo”. Seorang Imam yang saleh, sangat sederhana, setia, dan rendah hati, serta selalu siap sedia melayani kapanpun diminta.

RENUNGAN SEDERHANA (Oleh: RP. Antonius Widada, CP)

Teman-teman, Saya merefleksikan hari pertama Retret Agung dalam Masa   Prapaska yang diawali Rabu Abu sebagai berikut:

Hari Rabu 2024 ini jatuh pada tanggal 14 Februari, yaitu 40 hari sebelum Kamis Putih. Jejak sejarah sudah sangat kuno (Tertulianus 160 – 200), yang menyinggung soal pertobatan Kristiani, berpantang, berpuasa, dengan menaburkan abu di kepala, dan berderma untuk orang melarat. Mulai pada abad ke-7, Gereja Katolik Roma merayakan Rabu Abu.

Dalam tulisan ini Saya menggunakan kata ganti “kita, sebagai orang pertama” dengan “Saya”. Mari kita renungkan bersama.

 

I.  MAKNA ABU

Makna ABU, “ashes” (Inggris), “spodos” (Yunani). Abu sejak jaman dahulu kala disamakan dengan debu tanah sebagai:

  • Kerapuhan, simbol dosa (Kej 18: 27, Ayb 30, 19) dll.
  • Abu juga ditaburkan di kepala sebagai ungkapan perkabungan dan pertobatan (Yes 58: 5, Yer 6 : 26, Mat 11: 21, Luk 10: 13).
  • Abu dari pengorbanan lembu muda yang direcikkan dalam upacara-upacara pemurnian/pembersihan (Ibr 9: 13).

 

II.  REFLEKSIKU

  1. Saya menyadari sebagai manusia yang rapuh, lemah, dan mudah sekali jatuh dalam godaan kenikmatan duniawi. Yang mengakibatkan jatuh dalam dosa melawan Allah, sesama dan keinginan baik Saya. Akibat dosa, Saya akan mati, dan tubuh molek ini menjadi abu/debu tanah.
  2. Saya menyesal dan sedih karena telah banyak berbuat dosa. Dosa apa? Mungkin Saya melawan 10 perintah Allah (Kel 20: 1 – 17):

a) Saya malas berdoa karena tidak setia dan tidak hormat kepada Tuhan. Bersumpah, atau menyebut-nyebut nama Tuhan dengan tidak hormat untuk pembelaan diri. Bahkan Saya malah lebih suka menyembah benda-benda yang kuanggap gaib, berziarah ke tempat angker, kuburan, tapak tilas orang terkenal untuk mencari keajaiban yang instan (pasal 1 – 3: menyembah berhala, menyebut nama Tuhan tidak dengan hormat, merayakan hari Tuhan).

b) Saya juga sering tidak menghargai dan menghormati orangtua-ku karena mereka miskin, meskipun mereka telah berkorban untuk kami, anak-anaknya, dengan tulus. Mereka mungkin sudah meninggal sehingga tidak lagi menikmati kesuksesan anak-anaknya. Ketika mereka masih hidup, Saya malu karena mereka miskin dan Saya anggap bodoh (psl 4: hormatilah orang tuamu).

c) Saya juga pernah membunuh karakter orang lain dengan kebencian, dendam, dengki, iri hati, menyebarkan fitnah dan gosip. Mungkin juga dulu, saat pacaran, keterlauan dan tidak tau batas, atau pun takut malu punya anak sebelum nikah dan setelah nikah pun tidak ingin punya anak lebih dari 2, maka Saya bersama pacar/istri pernah menggugurkan bayi-bayi yang tidak dikehendaki (psl 5: jangan membunuh).

d) Sebagai Awam: Saya tidak setia dengan janji nikah, berselingkuh dan tidak setia pada pasangan, rumah tangga. Sebagai Imam/Religius: Saya tidak setia dengan Janji Imamat atau Kaul-kaul Biara (hidup murni, taat, dan miskin); menghamburkan uang untuk mencari kesenangan dan kenikmatan duniawi serta nafsu birahi Saya (psl 6: jangan berjinah).

e) Saya sering mencuri, korupsi, menggelapkan uang arisan/sumbangan, menyelewengkan dana/uang Yayasan/Panti/Kantor/Perusahaan untuk memperkaya/kepentingan pribadi (psl 7: jangan mencuri).

f) Saya sering berbohong agar tidak dipersalahkan/untuk menutupi kesalahanku, berkata-kata tidak jujur karena gengsi terutama terhadap anggota/karyawan/bawahan Saya (psl 8: jangan berdusta).

g) Saya berselingkuh dengan istri/suami/anak/orang lain/teman/kenalan Saya di tempat kerja dan pelayanan (psl 9: jangan mengingini istri sesamamu).

h) Saya tamak, serakah, dan bertindak tidak adil. Saya kikir untuk berderma (psl 10: jangan mengingini milik sesama).

 

III. MEMBANGUN PERTOBATAN

  1. Saya ingin membangun niat dan berjuang untuk berubah ke depannya agar layak ikut merayakan misteri dan dasar iman Kristianiku: Sengsara, Wafat, dan Paskah Kebangkitan Yesus Kristus. Perintah Tuhan Yesus dalam Injil Mat 16: 1-6, 16-18. “Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (4, 6, 18).
  2. Saya ingin agar Tuhan yang tersembunyi itu mengampuni dosa-dosaku dengan rajin merayakan misa kudus, berdoa, rosario, atau doa-doa/devosi pribadi lainnya, yang selama ini jarang/malas kulakukan.
  3. Saya ingin melakukan pelayanan mulai dari Panti/Komunitas/Keluarga/Lingkungan terkecil yang merupakan kemah Allah tersembunyi. Ternyata pelayanan dan pengorbanan Saya selama ini sarat dengan kepentingan diri, ingin pujian, keuntungan pribadi, ataupun gengsi. Maka, Saya akan berusaha terlibat dan akan lebih rajin mengikuti kegiatan-kegiatan di Panti/Gereja/Paroki/Lingkungan/Komunitas/Keluarga, daripada mencari kesenangan dan kepuasan duniawi di luar sana atau di tempat-tempat megah.
  4. Saya akan berjuang keras agar tidak korupsi, selingkuh, narkoba, merokok dan uangnya akan saya kumpulkan untuk membantu orang-orang yang susah dan kurang beruntung.
  5. Saya berniat tidak ngomel-ngomel, membicarakan kejelekan orang lain. Saya akan menjauhkan sikap munafik, pamer, ja’im (jaga image), berpura-pura, tamak, iri, rakus, dan sikap-sikap lainnya yang merugikan sesamaku.

Meskipun Tuhan tersembunyi, tetapi selalu hadir di sampingku melalui sesamaku yang lapar, haus, telanjang, terasing, sakit dan dipenjara, sedih dan susah.

Bagaimana sikap Saya?

Semoga Tuhan Yesus Kristus memurnikan hati, pikiran, serta niat-niat baik Saya.

Amin.

14 FEBRUARI 2024:
•  Tinta di Jari
•  Abu di Dahi
•  Cinta di Hati

Tuhan memberkati 🙏🙏🙏

PERAYAAN IMLEK PSA 10 FEBRUARI 2024

Panti Lansia Santa Anna, dalam Kerjasama antara Pengurus Yayasan Santa Anna (YSA), Staf Panti Lansia Santa Anna (PSA), dan Komunitas Sant’ Egidio Jakarta, menggelar Perayaan Imlek Meriah pada Sabtu 10 Februari 2024. Kegiatan ini mulai dipikirkan setelah perayaan Natal 25 Desember & Tahun Baru 1 Januari 2024 yang lalu.

Di sela-sela kesibukan tugas dan pekerjaan yang padat setiap hari, Ketua YSA dan Staf PSA, beserta Sudara-sudari dari Komunitas Sant’ Egidio, membuat persiapan-persiapan yang diperlukan, mulai dari pembentukan panitia, perencanaan program acara, menu makanan, pembelian kostum Barongsai, melengkapi pakaian-pakaian Cheongsam, berbagai macam aksesoris tari-tarian, hiasan dekorasi, latihan-latihan Kolintang, dan lain-lain.

Dengan berseragamkan Kaos Merah yang sudah dipersiapkan sebelumnya oleh Pengurus Panti Lansia Santa Anna, pada Sabtu 10 Februari, sebelum jam 9 pagi, Oma Opa sudah bersiap diri di Kapel untuk menghadiri pembukaan acara Perayaan Imlek dengan Misa Meriah yang diiringi dengan musik Kolintang, Dumbuk dan Rebana yang dimainkan oleh Oma-Opa, Saudara-saudari dari Komunitas Sant’ Egidio dan Para Suster SCMM.

Seusai foto bersama di Kapel setelah Perayaan Ekaristi, semua hadirin bergegas menuju ke Ruangan Acara di Lantai 1 PSA Teluk Gong. Rangkaian Acara Hiburan diawali dengan performance Barongsai yang lucu dan meriah. Setelahnya segera disusul dengan berbagai hiburan: tari-tarian kipas, payung, rumbai, lagu-lagu, dan kuis berhadiah. Makan siang yang sungguh lezat menyempurnakan acara. Sdra. Nicho, Sdra. Bagus, dkk. serta Sr. Renelda dan Staf Dapur PSA telah bekerja keras mulai dari jam 5 pagi untuk memasak dan menyiapkan semua makan siang Imlek itu. Hasilnya sangatlah memuaskan, bagaikan makanan mewah restoran bintang lima; pantas diacungi jempol!

“Perayaan Imlek, yang kita gabungkan dengan Valentine, merupakan kegiatan yang kita programkan setiap tahun di Panti kita, selain kegiatan-kegiatan tahunan lainnya seperti Natal & Tahun Baru, Paskah, Pesta Nama Santa Anna (26 Juli), HUT Kemerdekaan NKRI (17 Agustus), ULTAH Kongregasi SCMM sebagai owner PSA (23 November)”, kata Ketua YSA, Sr. Petronella Lie SCMM. Pada perayaan Imlek, pada umumnya Oma-Opa tetap berada di Panti, hanya beberapa saja yang dijemput oleh Keluarganya. Beberapa Oma-Opa lain, ketika dijemput, justeru lebih memilih tetap tinggal di Panti saja untuk mengikuti kegiatan perayaan di Panti yang diprogramkan oleh Pengurus YSA & Staf PSA. “Disini lebih meriah, lebih gembira, karena ada banyak Teman dan banyak acara, juga banyak hadiah dan angpao,” begitu alasan yang diberikan oleh Oma-Opa tersebut.

“Jadi, tujuan kita mengadakan Perayaan Imlek ini adalah untuk membahagiakan Oma-Opa, biar mereka tetap gembira dan semangat walaupun terpisah dari Keluarga,” lanjut Sr. Petro. “Kami mau hadir sebagai Keluarga bagi Oma-Opa, agar mereka tetap bisa mengalami kebahagiaan dan tidak merasa diabaikan,” imbuh Sdra. Nicholas Lie, yang merupakan perwakilan dari Komunitas Sant’ Egidio.

Di akhir kegiatan yang penuh dengan kegembiraan dan kehangatan kekeluargaan ini, Panitia mengadakan Evaluasi singkat. Semua merasa senang, puas, dan berhasil. Keseluruhan acara berjalan dengan sangat baik dan lancar. Ke depannya, baik dari pihak YSA, PSA, dan Komunitas Sant’ Egidio berencana masih akan melanjutkan kegiatan yang bernilai ini, “sharing of loves and happiness”.

SELAMAT kepada Pengurus YSA, Staf PSA, dan Komunitas Sant’ Egidio! Telah sukses berbagi kasih dan kebahagiaan kepada Para Oma dan Opa di Panti Lansia Santa Anna.

“Allah Mengasihi Orang yang Memberi dengan Sukacita” (2 Kor 9: 7).

 

Silahkan dilihat Liputan Acara Perayaan Imlek PSA 10 Februari 2024 oleh ANTARA NEWS:

https://www.antaranews.com/video/3957957/merayakan-imlek-bersama-opa-dan-oma-di-panti-santa-anna?utm_source=antaranews&utm_medium=mobile&utm_campaign=latest_category

https://www.instagram.com/reel/C3OpsTJv0j0/?igsh=NXZ2MjI3c2o3aXV0

 

Silahkan dilihat juga PERAYAAN NATAL & TAHUN BARU Panti Lansia Santa Anna (PSA) yang diliput oleh ANTARA NEWS pada 25 Desember 2023 yang lalu:

https://www.antaranews.com/video/3886995/berbagi-kebahagiaan-natal-bersama-para-opa-dan-oma?utm_source=antaranews&utm_medium=mobile&utm_campaign=latest_category

 

Dokumentasi Perayaan Imlek:

Share Love & Happiness

Panti Lansia Santa Anna (PSA) disemarakkan suasananya pada hari Minggu 21 Januari 2024 dengan kunjungan dari Bpk. Budi (Putera dari Oma/Popo yang merupakan salah satu Penghuni PSA Teluk Gong) & Isteri. “Kita mau berbagi kasih dan kebahagiaan kepada Para Oma dan Opa dalam rangka Perayaan Imlek yang akan datang.” Demikian Bapak Budi menerangkan, ketika dia ditanyakan tentang intensi dari kunjungannya.

Oma-Opa bukan hanya dijamu dengan Makan Siang yang lezat, masih diberikan Angpao juga. Para Staf dan Pegawai PSA juga mendapatkan cipratan kebahagiaan dan rejeki ini. Semua sangat bergembira. Acara dimeriahkan dengan menyanyi dan menari bersama.

Setelah Acara Kunjungan berakhir, Oma-oma dari PSA Grisenda pulang kembali ke tempatnya, sedangkan Ketua YSA masih mengadakan pertemuan dengan Komunitas Sant’ Egidio. Mereka ini, di bawah pimpinan Sdri. Puji dan Sdra. Nicholas Lie, adalah merupakan Para Sahabat Misi PSA yang setia, yang telah beberapa tahun lamanya selalu memberikan perhatian, kunjungan, dan pelayanan kerasulannya di Panti Lansia Santa Anna.

Dalam pertemuan itu, Ketua/Pengurus YSA dan Staf PSA berbicara bersama dengan Saudara-saudari dari Komunitas Sant’ Egidio tentang perencanaan Perayaan Imlek & Valentine Day bagi Para Oma dan Opa di PSA. Kedua Perayaan ini dirayakan bersamaan dengan tujuan untuk menghadirkan sukacita dan kebahagiaan bagi Oma dan Opa yang tinggal di PSA.

Dari hasil pembicaraan itu, lahirlah Program berikut ini:

 

= PROGRAM YANG DIRENCANAKAN untuk PERAYAAN IMLEK & VALENTINE DAY bagi OMA – OPA =

1.  Perayaan dilaksanakan pada hari SABTU, 10 Februari 2024, di PSA Teluk Gong

a.  Jam 09.00 – 10.00  :  Misa Meriah di Kapel (diiringi Musik Kolintang, Dumbuk, Rebana)

b.  Jam 10.00 – 13.30  :  Perayaan Meriah Imlek & Valentine Day di Ruang Makan Lt. 1

 

2.  Kegiatan dalam Perayaan:

a.  Perayaan diawali dengan Tarian Barongsai & Petasan sbg PEMBUKA ACARA.

b.  Lomba Drama Imlek dari Grup PSA Teluk Gong vs. Grup PSA Grisenda

c.  Lomba 3 macam Tarian Imlek (Kipas, Payung, Pita/Kain) dari Grup PSA Teluk Gong vs. Grup PSA Grisenda

d.  Entertainment Lagu-lagu Mandarin dari Opa Hosman & Opa Afat, Kuis Imlek, Pembagian Bingkisan Imlek (Perwakilan dari PSA Grisenda, PSA T. Gong Lt. 1, 2, 3: dipandu untuk mengambil Bingkisan sambil Joget-joget).

e.  Perayaan ditutup dengan Tarian Barongsai & Pembagian Angpao dari YSA sebagai PENUTUP ACARA.

 

3.  CATATAN:

a.  Grup Lomba Drama & Tarian dari PSA Teluk Gong Koordinatornya tolong dihunjuk oleh Sr. Renelda

b.  Grup Lomba Drama & Tarian dari PSA Grisenda dikoordinir oleh MENTY (Perawat Oma Linda)

c.  Panitia Perayaan Imlek PSA 2024 & Susunan Lagu-lagu Misa tolong di draft oleh Sr. RENELDA

d.  Kom. Sant’Egidio mensponsori Barongsai & Petasan; PSA mensponsori Kostum-kostum Chinese

 

4.  Pendonor Konsumsi dll.:

a.  Dari Kom. Sant’ Egidio: Lauk Daging & Sayur, Buah Jeruk, Minuman, Snack

b.  Dari PSA: Nasi Putih & Merah, Sayur Salad Mayonaise, Sup

c.  Dari Sahabat Misi PSA: Ibu Suzan: Kue Lapis Legit, Ibu Natachia: Air Mineral

d.  Dari Ibu Regina Yoseline Lim (Kakak Ipar Sr. Petro): Transfer Dana ke Rekening YSA untuk Angpao.

 

5.  DONATUR:

Dipersilahkan bila ada Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang tergerak hatinya mau berbagi kasih & kebahagiaan kepada para Oma & Opa di Panti Lansia Santa Anna, misal: menyumbangkan Makanan, Minuman, Angpao, Bingkisan Imlek, dll.

 

Karena Acara ini akan membutuhkan biaya yang cukup besar, maka Sdra. Nicholas Lie berinisiatif untuk mengadakan fundraising dengan jualan Kaos.

Bagi Bapak, Ibu, Saudara, Saudari, Para Sahabat dan Simpatisan PSA yang tergerak hatinya untuk mau berbagi kasih dan kebahagiaan kepada para Oma dan Opa, kami persilahkan menyampaikan donasi, entah dengan menyumbangkan makanan, minuman, angpao, bingkisan Imlek, dana, ataupun dengan membeli Kaos atau merchandise TShirt Special Imlek Edition.

1.  Memberikan Donasi dengan menghubungi Sr. Renelda (HP/WA: +62 812 8233 2226), atau Sr. Petro (+62 813 9780 1150)

 

2.  Untuk Donasi berupa pembelian Kaos, dapat menghubungi Sdra. Nicholas (HP/WA: +62 813 8524 8882)

Share Love & Happiness

#Fundraising

Mari bergabung bersama kami untuk menghadirkan sukacita dan kebahagiaan di wajah Oma-Opa yang tinggal di Panti  Lansia Santa Anna Teluk Gong dalam perjamuan Makan Siang Imlek & Valentine.

Bantu kami membuat perjamuan ini menjadi lebih indah😇

DONASI Dengan Membeli merchandise TShirt Special Imlek Edition

S, M, L, XL 100 k/pcs

XXL 105k/pcs

PIC Nicholas

Whatsapp: +62 813 8524 8882

 

Kunjungan Kementerian BUMN & MABES POLRI ke PSA

Panti Lansia Santa Anna (PSA) mendapatkan kunjungan istimewa pada hari Senin 8 Januari 2024. Sejak pagi Oma-Opa sudah siap-sedia duduk menunggu di Ruang Lantai 1 PSA Teluk Gong, karena sudah diumumkan oleh Sr. Renelda Nahas SCMM, Pelaksana Harian (PH) PSA, bahwa di pagi hari jam 09.30 akan ada kunjungan dari Kementerian BUMN, dan di sore hari jam 15.00 kunjungan dari MABES POLRI.

Ketika ditanyakan bagaimana kesan dan perasaan Oma-Opa mendapatkan kunjungan-kunjungan tersebut, Oma-Opa serentak bersorak sambil bertepuk tangan: “LUAR BIASA!”

Berikut beberapa Dokumentasi sebagai Kenang-kenangan Indah bagi PSA dari Acara Kunjungan pada hari yang berbahagia itu:

 

I. KUNJUNGAN KEMENTERIAN BUMN

 

II. KUNJUNGAN MABES POLRI

 

REKOLEKSI ADVEN IV PSA 2023

Panti Lansia Santa Anna (PSA) mengadakan Rekoleksi Adven IV pada Sabtu sore 23 Desember 2023. Topik pendalaman pada Adven IV adalah “Firman Jadi Manusia”.

Sr. Petro membuka pertemuan dengan sebuah Doa Pembuka:

“Tuhan Yesus Yang Manis, Kami bersyukur atas anugerah kehidupan, keselamatan, dan kesehatan sehingga kami dapat berkumpul lagi utk melakukan pendalaman bersama dari Refleksi Adven ke-4.

Besok sore, kami akan merayakan Kelahiran-Mu. Kami ingin mempersiapkan diri kami bagi kedatangan-Mu, Sang Firman, yg menjadi Manusia.

Engkau mau lahir menjadi serupa dengan kami. Semoga makna Natal, Kelahiran-Mu menjadi Manusia, dapat memberikan inspirasi bagi kami untuk hidup sederhana, penuh kasih dan solidaritas dengan sesama yang dekat dan hidup bersama dengan kami setiap hari.

Maria, Bunda Yg Berbelaskasih, doakanlah kami. Santa Anna, doakanlah kami. Amin.”

Sebagai Pengantar pertemuan, Sr. Petro mengajak Peserta untuk mengingat kembali sebuah ilustrasi cerita pada waktu memberikan PENGANTAR MEMASUKI MASA ADVEN.

KEGIATAN PSA MENYONGSONG NATAL 2023 & PENGANTAR MEMASUKI MASA ADVEN

“Para Suster, Oma-Opa, Adik2 Pegawai & Perawat yang terkasih, pada “PENGANTAR Memasuki Masa Adven”, kita telah mendengarkan sebuah cerita yang indah tentang Mengapa Yesus mau menjadi Manusia?” Apakah masih ada yang ingat?

Yah…, itu Kisah seorang Bapak Tua yang tidak percaya tentang Iman Kristiani “Allah Menjadi Manusia”. Pada suatu malam Natal yang dingin membeku, ketika dia tinggal sendiri di rumah saja sementara Isteri, Anak, dan Cucu-cucunya semua ke Gereja, dia dikejutkan oleh suara tabrakan di jendela rumahnya. Saat dia keluar, dia melihat ada banyak burung tergeletak membeku di atas salju, dan banyak burung lainnya beterbangan kacau, bingung, dan kedinginan. Dia ingin menolong menyelamatkan burung-burung itu. Dia membuka kandang Kuda Poni Cucunya yang hangat, tetapi Burung-burung itu tidak mau masuk. Dia menaruh remah-remah roti untuk mengarah ke Kandang, Burung-burung itu tetap tidak mengerti. Ketika dia coba menghalau mereka menuju ke kandang, Burung-burung itu malahan semakin panik dan terbang menjauh. Dia berpikir, bagaimana caranya supaya Burung-burung itu mengerti dan tahu bahwa dia bermaksud menolong dan menyelamatkan mereka, dia tidak ingin membiarkan mereka mati sia-sia karena kedinginan. Saat dia berpikir: “Ah, seandainya saja Saya bisa, biarpun hanya sebentar saja, menjadi Burung seperti mereka, tentu Saya dapat menyelamatkan mereka”; ketika itulah lonceng Gereja berbunyi, tanda NATAL, kelahiran Allah, Sang Firman, Yang menjadi Manusia. Seketika itu juga dia mengerti, MENGAPA ALLAH MAU MENJADI MANUSIA.

Dia bertobat, mengambil jaketnya, dan menyusul Keluarganya pergi ke Gereja.

Namun…, sampai sekarang, masih saja ada orang yang tidak mempercayai peristiwa Natal, dimana “Allah, yang adalah Sang Friman, menjadi manusia”.

Mereka sih tetap aja ikut perayaan Natal, tetapi sekedar untuk senang-senang, kumpul-kumpul dengan teman-teman, menikmati liburan Natal, diskon harga, melihat dan foto-fotoan seru di dekorasi Natal yang wah… di Mal-mal, di pekarangan Gereja, atau yang dipajang di tempat-tempat publik.

Bagi mereka, “Allah, Firman yang jadi manusia,” ini lebih merupakan “dongeng”. Mereka tidak mau percaya itu. Bahkan ada yang lebih ekstrim lagi, terhadap adanya Tuhan-pun mereka tidak mau percaya.

Lalu, bagaimana dengan kita? Apakah kita ini bukan sejenis orang bodoh karena percaya kepada apa yang tidak bisa kita lihat, tidak bisa kita sentuh? Bukankah menurut “sains”, apapun yang tak dapat dilihat dan disentuh berarti TIDAK ADA?!

Mari kita saksikan Film Komedi Mark Angel berikut, yang berjudul “PROFESSOR”

Jadi, bagaimana Oma-Opa? Kita lebih memilih untuk percaya, atau tidak percaya??

Sesudah Q & A / Tanya – Jawab sebentar, Sr. Petro memaparkan 6 Makna Natal berikut:

  1. Natal adalah SUKACITA dari Tuhan bagi umat manusia. Karena hari Natal merupakan hari penjelmaan Allah, Sang Firman, menjadi manusia; hari kelahiran Yesus Kristus, Juru Selamat Dunia, Sang Imanuel; Allah yang mau hidup, tinggal, dan menjadi sama dengan kita manusia.
  2. Natal adalah KASIH. Karena Yesus lahir ke dunia untuk membawa kasih dan damai Sejahtera bagi kita semua.
  3. Natal sebagai momen untuk BERSYUKUR. Karena dengan kelahiran-Nya, Yesus menjadikan kita sebagai Anak-anak Allah, Bapa-Nya. Dengan kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya, Yesus telah menebus dan menyelamatkan kita.
  4. Natal mengingatkan kita untuk selalu RENDAH HATI. Karena Yesus telah menunjukkan teladan, Dia yang adalah Allah, mau turun dari tahta ke-Ilahi-an-Nya menjadi manusia biasa yang lemah dan rapuh, hidup miskin dan sederhana. Ia turut merasakan lapar, sedih, dihina, disingkirkan, difitnah, dikambing-hitamkan, dikhianati, ditahan, disiksa dan disakiti, dan akhirnya disalibkan hingga mati.
  5. Natal sebagai MOMEN UNTUK BERBAGI. Karena Yesus datang ke dunia untuk solider, berbagi suka-duka kehidupan sebagai manusia. Ini waktu bagi kita juga untuk berbagi kepada sesama kita, memberi dari kelebihan maupun kekurangan kita, karena di luar sana ada banyak sekali orang yang sangat susah dan menderita hidupnya, serta membutuhkan bantuan.
  6. Natal mengajarkan kita untuk memperlakukan semua orang dengan perlakuan yang SAMA. Sebagai Allah, Dia bisa saja mendesain kelahiran-Nya dengan kemewahan dan kemuliaan, karena Dia Sang Pemilik alam semesta ini. Namun Dia tidak melakukannya dan lebih memilih untuk lahir dengan cara yang sangat sederhana, supaya kelahiran-Nya di Kandang hina Betlehem, dapat menjangkau mereka yang tidak diperhitungkan di dalam masyarakat.

Semoga dalam menyambut Natal dengan penuh sukacita, kita jangan sampai tenggelam di dalam kemeriahan semu; kita diharapkan dapat menyadari dan menghayati makna Natal yang sesungguhnya, dimana Allah, yang adalah Sang Firman, menjadi Manusia.

Lagu Selingan: “KARENA KITA”

Kemudian, sebelum kegiatan Aktivitas/Permainan, Sr. Petro mengajak Oma-Opa untuk melakukan 2 macam Ice Breaking.

Ice Breaking Pertama: “DIA LAHIR UNTUK KAMI”

Ice Breaking Kedua: “Cuit-cuit Du Bi Du Dam Dam”

Sesudah Ice Breaking yang asyiiik, Oma-Opa diajak untuk melakukan kegiatan “SALING MEMBERKATI & MENDOAKAN”.

  1. Secarik Kertas yang sudah disiapkan dibagikan kepada setiap Oma-Opa.
  2. Masing-masing Oma-Opa menuliskan Namanya di tempat yang telah disediakan.
  3. Kertas ini akan diedarkan ke arah kanan, berputar di sekitar Meja, dan BERHENTI ketika musik dihentikan.
  4. Setelah musik berhenti, masing-masing Oma-Opa melihat pada Kertas yang ada di tangannya, kemudian bangkit berdiri untuk mendekati Oma/Opa yang namanya tertulis di Kertas itu.
  5. Sambil menumpangkan tangan ke Bahu/Kepala Oma/Opa ybs. dibacakan Doa Berkat yang tertulis disitu: “Semoga Berkat dan Bahagia Natal besertamu selamanya. Amin”.

Setelah semua Peserta saling mendoakan dan memberikan berkat, pertemuanpun diakhiri dengan Doa Penutup dan sebuah Lagu yang judulnya sesuai dengan Topik Adven IV, “Firman Jadi Manusia”.

Kemudian acara dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi atau Misa Adven IV, agar pada keesokan harinya, Minggu 24 Desember, Keluarga Besar YSA & PSA siap merayakan Misa & Perayaan Malam Natal di sore s/d malam hari, yang akan didahului dengan penerimaan Sakramen Tobat, agar dapat menyambut Kelahiran Yesus dengan hati yang suci dan murni.

REKOLEKSI ADVEN III PSA 2023

Panti Lansia Santa Anna (PSA) mengadakan Rekoleksi Adven III pada Rabu pagi 20 Desember 2023. Menjelang masa liburan akhir Tahun, kemacetan sangat luar biasa di jalur Kapuk Raya sehingga Ketua Yayasan Santa Anna (YSA), Sr. Petro, yang membimbing Rekoleksi dan Kegiatan, bersama dengan Pelaksana Harian (PH) dan Staf Pimpinan PSA, memutuskan untuk menggeser waktu ke pagi hari dalam Pekan yang bersangkutan.

Topik pendalaman Adven III adalah “BENTUK CINTA KELUARGAKU”. Sebagai Pengantar permenungan, Sr. Petro mulai dengan pembahasan tentang kata CINTA atau KASIH atau CINTAKASIH.

Para Suster, Oma-Opa, Adik-adik Pegawai dan Perawat Ytk, salah satu bentuk dari SOLIDARITAS adalah CINTAKASIH.

Apa sih, CINTA itu?

  1. Cinta itu kerap kita identikkan dengan EMOSI, PERASAAN, yaitu rasa suka, rasa cinta, rasa sayang dan akrab kepada orang/sesuatu yang dekat dengan kita, kepada orang/sesuatu yang kita sukai.

Misal:

  • Rasa cinta pada orangtua, suami/isteri, anak-anak, keluarga, kakak/abang/adik, teman/sahabat, kekasih, dst.
  • Rasa sayang pada anjing/kucing/hewan peliharaan kita.
  • Rasa suka pada hal-hal/benda-benda tertentu yang memberi kesan dan kenangan manis dan indah di hati kita.
  • Dan lain-lain.
  1. Perintah CINTAKASIH dari Yesus

Hukum utama dalam ajaran Yesus adalah Hukum CINTAKASIH. Hukum ini diungkapkan Yesus ketika ada orang-orang Farisi yang ingin mencobai Yesus dan bertanya kepada-Nya: “Guru, hukum manakah yang terutama dalam Hukum Taurat?” (Matius 22: 36).

Jawab Yesus kepadanya: ”Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat 22: 37 – 40).

Kemudian Yesus masih menambahkan:

“Aku berkata kepadamu, kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

PERTANYAAN:

  1. Bagaimana menurut Oma-Opa tentang perintah Cintakasih ini? Apakah Oma-Opa sanggup melaksanakan itu?
  2. Bagaimana caranya kita bisa mencintai orang yang kita benci/yang membenci kita, orang yang sangat menyakiti dan telah menyengsarakan hidup kita, orang yang tidak kita kenal dan tidak ada hubungan apapun dengan kita?

PENJELASAN:

Perintah cintakasih dari Yesus BUKAN TENTANG EMOSI / PERASAAN. Yesus tidak mengatakan pada kita: “Kamu harus MERASA sayang pada sesamamu, MERASA dekat dan akrab dengan musuhmu.”

Karena bagaimana mungkin kita bisa MERASA suka/sayang/dekat/akrab dengan orang yang kita benci/membenci kita, orang yang sangat menyakiti dan telah menyengsarakan hidup kita, orang yang tidak kita kenal dan tidak ada hubungan apapun dengan kita?

Yesus menyuruh kita untuk MENCINTAI / MENGASIHI sesama/orang lain, artinya:

  • Me-nomor satu-kan orang lain: orang lain jadi nomor 1, orang lain Saya jadikan sebagai prioritas.
  • Berpindah pusat: Saya tidak lagi berpusat pada diriku sendiri, pada kepentingan diri, melainkan pada orang lain, pada kepentingan umum, pada kepentingan dan kebaikan bersama.
  • Melakukan sesuatu demi kebaikan dan kepentingan sesama/orang lain, memberikan apa yang baik baginya, apa yang dia butuhkan dan perlukan.
  • Mengutamakan kebaikan/kepentingan umum/bersama. Bahkan bila itu membutuhkan pengorbanan atas kepentingan diriku sendiri.
  • Contoh: “Tidak apa, Saya kemudian saja”; “Tidak apa, biarlah Saya saja yang mengerjakannya”; “Tidak apa, biarlah Saya yang tinggal, yang lain bisa ikut outing itu”; “Tidak apa, biarlah hadiah itu untuk dia saja, karena dia lebih membutuhkannya”, … dst.
  1. Contoh Kasus:

Ada sepasang suami-istri yang sudah berumur datang menemui Saya, Sr. Petro. Si Bapak, katanya, buta, tidak bisa melihat. Sambil menangis, mereka gantian bercerita mau pulang kampung tetapi tidak punya uang, karena anak satu-satunya meninggal, dan mereka semua sangat miskin. Mereka minta bantuan mau pinjam duit. Hati Saya sangat iba dan tersentuh, tetapi ada juga bisikan di hatiku bahwa ini bisa jadi tipu-tipu. Hati dan pikiranku bergolak dalam dilema.

Bisakah Oma-Opa bantu berikan advis pada Saya, apa yang harus Saya lakukan? Apakah Saya sebaiknya membantu orang itu, atau tidak? Kalau bantu, mengapa? Kalau sebaiknya tidak bantu, mengapa?

Dalam MENCINTAI:

Terkadang harus membiarkan diri kita ditipu/tertipu; Terkadang kita harus memberi, bahkan sampai terluka; Tidak jarang membutuhkan pengorbanan diri dan kepentingan diri sendiri.

  • Karena, CINTA itu seperti “Bintang”, yang rela bersinar di waktu malam dan pudar diwaktu fajar, demi memberikan cahaya dan keindahan di tengah kegelapan dunia di malam hari.
  • Karena, CINTA itu bagaikan “Bunga”, yang rela berkembang diwaktu pagi dan layu di waktu petang, demi menyebarkan wangi semerbak.
  • Karena, CINTA itu bagaikan “Lilin”, yang rela meleleh, hancur, dan habis, demi memberikan penerangan di sekitarnya.

 

Kemudian, Sr. Petro mengajak Oma-Opa menyaksikan 2 Video tentang Cintakasih di dalam kehidupan sehari-hari dalam Keluarga:

Video 1: Dari Tayangan Metro TV Kick Andy 31 Maret 2017

Video 2: Dari Film Seri yang kocak “Ini Keluarga Kita”: “TAK SEMPURNA TAPI CINTA”

Seusai Q & A / Tanya Jawab untuk pendalaman  tentang pesan yang mau disampaikan lewat kedua Video itu, Sr. Petro mengajak Oma-Opa untuk menyimak isi dan pesan dari Teks Kitab Suci dari Injil Yohanes 15: 12 – 17.

“Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

MAKNA KITAB SUCI:

Perikop di atas merupakan bagian percakapan yang sangat panjang antara Yesus dengan murid-murid-Nya, yang dikenal sebagai “percakapan terakhir”.

Yesus memberikan perintah baru supaya kita saling mengasihi karena Yesus telah menunjukkan kasih itu lebih dahulu dengan memberikan nyawa-Nya bagi sahabat-sahabat-Nya, yaitu kita semua.

Dalam ayat 14 Tuhan Yesus berkata: “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.” Perintah yg mana? Mengasihi satu sama lain!

Jadi, di sini Yesus menyatakan bahwa kasih adalah ciri yang harus ada dalam diri setiap orang Kristen.

Dan kasih itu tidak boleh berhenti, hanya sesaat, atau dalam keadaan tertentu saja. Kasih itu harus dilakukan pada semua orang dan pada setiap keadaan.

PERTANYAAN REFLEKSI:

  1. Bagaimana Aku dapat menunjukkan cintakasihku kepada Sesama Oma-Opa, Pegawai, Perawat, dan Para Suster di PSA ini?
  2. PSA ini adalah merupakan “Keluargaku” sekarang ini. Apa yang bisa Aku lakukan secara konkrit sebagai wujud nyata Solidaritasku di Panti ini?

Sesudah penyampaian pesan Kitab Suci, Oma-Opa diajak untuk break sebentar dengan melakukan 2 macam Ice Breaking yang seru, lucu, dan membuat tertawa:

Ice Breaking 1: “DREAMER’ – Jungkok

Ice Breaking 2: “SATU – DUA – TIGA”

  1. Kalau Sr Petro katakan “SATU”, Katakan “Oiii”, sambil tepuk pundak Teman di Kanan.
  2. Kalau Sr Petro katakan “DUA”, Serukan “Asyik – Asyik”, sambil goyang-goyangkan 2 Jempol.
  3. Kalau Sr Petro katakan “TIGA”, Katakan “Ehaaa”, sambil menowel dagu Teman di Kanan.

Sesudah Oma-Opa merasa lebih rileks dan cukup tertawa, mereka diajak untuk melakukan 2 macam Aktivitas yang tidak kalah seru dan menarik.

Aktivitas 1: “KUIS 5 LOVE LANGUAGE”

Lima Bahasa Kasih ini dicetuskan oleh Dr. Gary Chapman di bukunya dengan judul Five Love Language. Dr. Gary mengatakan bahwa setiap orang merasakan dan mengekspresikan kasih dalam salah satu cara: Kata-kata, Waktu Berkualitas, Memberi Hadiah, Melayani, dan lewat Sentuhan. Pastinya dengan mengetahui Bahasa Kasih kita sendiri dan Bahasa kasih orang-orang terdekat, kita jadi paham bagaimana bisa menyenangkan hati mereka sehingga bisa membangun relasi yang lebih baik.

Cara mengungkapkan Bahasa Cinta ini tidak hanya dimaksudkan untuk ditujukan kepada pasangan. Bisa juga dari Orang Tua ke Anak, Kakak ke Adik, perhatian untuk Keluarga, kepada Sahabat, kepada Sesama Oma-Opa, Pegawai, Para Suster. Lantas apa saja jenis-jenis Love Language yang ada?

  1. Acts of Service / Pelayanan

Act of service adalah bahasa cinta yang ditunjukkan dengan cara melakukan suatu tindakan atau melayani. Tindakan tersebut terjadi secara spontan, tanpa pamrih atau sukarela, dan atas dasar inisiatif sendiri.

Contoh act of service:

  • Membawakan mereka makanan tanpa diminta.
  • Memberi perhatian dlm hal2 sepele.
  • Mengangkatkan barang sebelum diminta tolong.
  • Inisiatif membantu dalam mengerjakan tugas & pekerjaan di rumah.
  • Menawarkan diri untuk menggantikan Teman yg sakit/libur.
  • Dll.

 

  1. Words of Affirmation / Kata2 Peneguhan

Words of Affirmation merupakan Bahasa Cinta yang berupa untaian kalimat atau kata-kata yg baik, memberikan peneguhan, membesarkan hati, yg mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayang. Words of Affirmation bisa dikatakan sebagai bentuk penegasan bahwa Anda benar-benar menyayangi mereka.

Contoh Words of Affirmation :

  • Aku sayang kamu.
  • Aku sangat bangga padamu.
  • Kamu itu istimewa, aku percaya sama kamu.
  • Terima kasih sudah mau menjadi sahabat aku selama ini.
  • Terima kasih sudah memilih aku menjadi pasanganmu.
  • Dst.

 

  1. Quality Time / Waktu Berkualitas

Quality Time yaitu menghabiskan waktu bersama. Bahasa cinta Quality Time ini sangat mengutamakan kebersamaan, dimana dalam kebersamaan itu kita memberikan dan menunjukkan kasih sayang kepada orang lain.

Contoh Quality Time:

  • Mematikan ponsel saat Anda sedang bercakap-cakap atau melakukan sesuatu bersama.
  • Meluangkan waktu untuk saling cerita satu sama lain sesudah makan.
  • Pergi berlibur bersama ke tempat favorit; Bergembira bersama dengan Naik Odong-odong.
  • Bagi orang muda: Pergi berkencan sekaligus makan bersama, menonton film kesukaan bersama.
  • Dst.

 

  1. Physical Touch / Sentuhan Fisik

Physical Touch termasuk cara mengekspresikan cinta melalui sentuhan fisik. Tapi, jenis Physical Touch yang ditunjukkan harus berbeda, tergantung pada siapa ditujukan. Misalnya: Physical Touch tentu berbeda bila ditujukan kepada pasangan, kepada orang tua, anak, teman atau sahabat.

Contoh Physical Touch:

  • Memeluk dan mencium Pasangan sebelum pergi atau ketika pulang kerja.
  • Memberi pelukan kepada Orang Tua, Anak, atau Teman.
  • Memberi ciuman pipi atau mengelus kepala Anak ketika hendak pergi sekolah.
  • Memberikan pelukan kepada Teman yang berhasil.
  • Menyalami, memeluk, dan memberikan tepukan di punggung kepada Teman yang berduka.
  • Menggenggam tangan untuk menyatakan simpati.
  • Dll.

 

  1. Receiving Gift / Hadiah

Orang yang Love Language-nya Receiving Gift akan memperlihatkan rasa cintanya dengan memberikan hadiah atau menerima hadiah. Ketika memberi hadiah atau menerima suatu hadiah, mereka akan merasa sangat dihargai, diperhatikan, diingat, dan disayang.

Contoh Receiving Gift:

  • Memberikan kartu ucapan ketika ulang tahun, anniversary, atau momen tertentu.
  • Membeli hadiah yang bersifat pribadi untuk Pasangan, atau Teman.
  • Memberikan kejutan tak terduga.
  • Membuatkan kue atau masakan kesukaannya.
  • Memberikan kado yang terinspirasi dari kenangan-kenangan lama, misal Album Foto Kenangan.
  • Dll.

 

Mengerjakan “KUIS 5 BAHASA CINTA”

  1. Lembar Jawaban dibagikan kepada semua Oma-Opa, supaya bisa diisi.
  2. Oma-Opa dipersilahkan menjawab 40 pertanyaan dengan memberikan Nilai:

5 = Sangat Benar

4 = Kebanyakan Benar

3 = Benar

2 = Tidak Selalu Benar

1 = Sama Sekali Tidak Benar

Pertanyaan KUIS:

  1. Saya sangat bahagia menerima kartu berisi kata-kata yang manis yang kamu tulis sendiri.
  2. Saya sangat senang kamu membantu melakukan hal-hal kecil di dalam rumah untuk menolong saya.
  3. Saya suka menerima pelukan darimu.
  4. Pelukan adalah hal biasa, namun berarti banyak dalam hubungan saya.
  5. Saya merasa dikasihi ketika menghabiskan waktu berdua.
  6. Saya merasa dikasihi ketika kamu memuji bahwa penampilan saya menarik.
  7. Saya merasa sangat dikasihi ketika kamu membantu saya sungguh-sungguh.
  8. Saya merasa dikasihi ketika kamu membelikan hadiah kecil buat saya.
  9. Saya merasa dikasihi ketika kamu mengatakan hal-hal yang mendorong saya.
  10. Saya merasa dikasihi ketika kamu mematikan HP/TV dan kita mengobrol bersama.
  11. Saya merasa dikasihi saat kamu mengatakan bahwa kamu menghargai apa yang saya lakukan tiap hari.
  12. Saya menikmati saat kamu menyentuh lengan saya dengan penuh kasih.
  13. Saya merasa istimewa ketika kamu memberikan kejutan dengan hadiah.
  14. Saya merasa dikasihi karena kamu melakukan hal-hal tertentu bagi saya tanpa saya minta.
  15. Saya suka nonton, makan, atau jalan-jalan supaya kita bisa berdua.
  16. Saya suka ketika kamu memasak makanan untuk saya.
  17. Bergandengan tangan adalah hal yang penting bagi saya.
  18. Saya merasa dikasihi ketika kita mengobrol dengan seru berdua.
  19. Hadiah-hadiahmu sangat berarti bagi saya.
  20. Saya mau melakukan apa saja sepanjang bisa bersamamu.
  21. Aku merasa dikasihi saat kamu membantuku mengerjakan pekerjaanku.
  22. Saya merasa dikasihi saat kamu memberikan sepenuh perhatian padaku.
  23. Menerima pemberian adalah hal penting dalam sebuah hubungan.
  24. Saya sangat suka kalau kita bisa mengobrol dan tertawa berdua.
  25. Saya suka saat kamu memuji saya.
  26. Saya merasa dikasihi saat kamu memasakkan makanan spesial untuk saya.
  27. Saya merasa dikasihi saat kamu memeluk saya dengan spontan.
  28. Duduk berdekatan membuat saya merasa lebih dikasihi daripada duduk berjauhan.
  29. Saya merasa istimewa saat kamu membelikan saya sesuatu yang kamu tahu saya suka.
  30. Saya merasa dikasihi saat kamu menulis pesan-pesan kecil yang manis untuk saya.
  31. Menerima hadiah darimu membuat saya merasa dikasihi.
  32. Saya merasa dihargai saat kamu melakukan pekerjaan yang kamu tahu tidak suka saya lakukan.
  33. Menerima hadiah adalah salah satu hal yang paling saya sukai.
  34. Saya merasa lebih dekat ketika kita bersentuhan.
  35. Penting bagi saya menerima telepon darimu yang menyatakan kamu memikirkan saya.
  36. Untuk ulang tahun saya, saya paling suka bila kamu cuti dan mengatur supaya kita bisa melakukan sesuatu yang khusus berdua.
  37. Untuk ulang tahun saya, saya paling suka bila kamu menulis puisi sendiri tentang perasaanmu kepada saya.
  38. Untuk ulang tahun saya, saya paling suka bila kamu membelikan hadiah yang kamu tahu akan saya sukai.
  39. Untuk ulang tahun saya, saya paling suka bila kamu membuat makanan dan mengerjakan tugas yang tidak saya sukai minggu ini.
  40. Untuk ulang tahun saya, saya paling suka bila kamu membuat kupon-kupon “pelukan” yang bisa dipakai kapan saya kehendaki.

 

CARA MENGHITUNG HASIL JAWABAN KUIS

  1. Words of Affirmation (Kata-kata): Jumlahkan nilai dari no 1, 6, 9, 11, 25, 30, 35, 37

Kamu merasa sangat dikasihi bila orang lain memuji penampilanmu atau pekerjaan yang telah kamu lakukan. Kamu suka menerima dorongan secara verbal dan menyimpan kartu atau tulisan-tulisan manis sebagai barang yang berharga. Kamu merasa dipenuhi kasih ketika menerima kartu yang berisi ekspresi kasih, puisi, atau bila kamu ditelpon secara spontan untuk menunjukkan perhatian kepadamu.

  1. Acts of Service (Pelayanan): Jumlahkan nilai dari no 2, 7, 14, 16, 21, 26, 32, 39

Kamu merasa dikasihi bila orang melakukan hal-hal kecil untuk menolongmu. Kamu selalu memperhatikan bila mereka memperhatikan dan memberikan dirinya untuk menolongmu, meskipun kamu bisa melakukannya sendiri. Kamu merasa bersyukur dan dikasihi saat orang lain melakukannya untukmu.

Yang dimaksud dengan pelayanan di sini adalah: Melakukan hal-hal yang Anda tahu pasangan Anda ingin Anda lakukan. Anda berusaha menyenangkannya dengan melayaninya, mengutarakan cinta Anda kepadanya denganmelakukan hal-hal untuknya. Memasak makanan, menyiapkan meja, mencuci piring, memvakum rumah, mengelap mebel, mengeluarkan rambut-rambut dari tempat cuci piring, membersihkan noda-noda putih di cermin, membersihkan kaca depan mobil dari serangga-serangga yang menyangkut, membawa sampah ke luar, mengganti popok, mengecat kamar tidur, mencuci mobil, membersihkan garasi, membersihkan halaman, berjalan-jalan dengan anjing, dll. Pelayanan tidak dilakukan karena merasa takut, merasa bersalah atau benci.

Tindakan Kasih Melayani            

Orang-orang dengan tipe bahasa ini punya prinsip: “Tindakan nyata selalu lebih baik daripada kata-kata belaka” atau dalam istilah aslinya: “Action speaks louder than words”. Kadang-kadang mereka tidak banyak bicara, yang penting bekerja. Mereka adalah tipe orang yang murah hati dalam memberikan pertolongan dan peka terhadap kebutuhan orang lain. Ketika melihat orang lain sedang kesusahan membawa barang, misalnya, orang-orang ini akan segera membantu dengan senang hati tanpa diminta atau disuruh.

Orang-orang dengan tipe ini menganggap bahwa tindakan pelayanan itu merupakan suatu bentuk kasih. Mereka senang jika pasangan mereka memberi bantuan bahkan untuk hal‐hal yang kecil seperti membuatkan minuman, mengangkat belanjaan, merapikan rak atau ketika mereka terlihat sibuk si Dia datang untuk membantu. Perlakuan seperti ini akan membuat tanki kasih mereka penuh. Lain halnya jika si Dia tidak peka untuk membantu, wah wah wah… mereka bisa gusar dan mempertanyakan “Dia sayang ga sih sama aku?”

  1. Physical Touch (Sentuhan): Jumlahkan nilai dari no 3, 4, 12, 17, 27, 28, 34, 40

Kamu merasa dikasihi bila menerima sentuhan yang penuh kasih. Sentuhan, pelukan, ciuman kasih merupakan hal yang menunjukkan perasaan kasih bagimu. Kamu tidak mengerti mengapa orang duduk berjauhan padahal bisa berdekatan. Saat berjalan bersama, kamu suka bergandengan atau bersentuhan.

Yang dimaksud dengan sentuhan fisik di sini adalah: Kegiatan-kegiatan seperti memegang, memeluk, menggendong, mencium, dan sebagainya. Contoh: Menggosok atau memijat punggung, meletakkan tangan di bahu saat istri menuang teh ke gelas, menggesekkan tubuh.

Sentuhan fisik      

Sentuhan fisik bisa berupa pelukan, pegangan tangan, belaian di punggung, dan masih banyak lagi. Pelukan bisa membuat orang merasa disayang. Tapi hati‐hati karena sentuhan fisik dapat menciptakan atau menghancurkan suatu hubungan. Kita juga harus tahu situasi dan kondisi saat kita mengkomunikasikan bahasa kasih yang satu ini.

Bahasa ini dikuasai oleh orang-orang yang senang memberikan sentuhan fisik kepada lawan bicara mereka. Bagi mereka, sentuhan fisik dapat berbicara lebih ‘dalam’. Tentu saja yang dimaksud sentuhan fisik di sini adalah sentuhan yang sopan dan tepat pada waktunya. Terkadang saat seorang wanita menangis, yang mereka perlukan hanyalah sebuah pelukan tanpa kata-kata nasihat atau solusi. Saat kita masih kanak-kanak, seringkali kita merasa nyaman dan damai ketika orang tua memegang kepala dan mengusap-usap rambut kita, sebagai tanda kasih sayang dan penerimaan mereka.

  1. Quality Time (Waktu Berkualitas): Jumlahkan nilai dari no 5, 10, 15, 18, 20, 22, 24, 36

Tidak ada yang membuatmu merasa lebih dikasihi daripada meluangkan waktu berkualitas berdua. Percakapan yang hangat, kontak mata, pembicaraan yang mengalir lancar, gurauan atau hanya bersama-sama. Kamu lebih suka melakukannya daripada menerima hadiah atau pujian, asalkan kamu bisa punya waktu bersama. Kamu menghargai orang yang mau mengorbankan waktu untuk menemanimu.

  1. Receiving Gifts (Hadiah): Jumlahkan nilai dari no 8, 13, 19, 23, 29, 31, 33, 38

Hadiah yang dipersiapkan membuat kamu merasa istimewa. Entah setangkai bunga, atau sesuatu yang lebih mahal. Kamu suka merasa spesial, dimanjakan, dipikirkan. Fakta bahwa orang lain memikirkan untuk memberimu sesuatu lalu melakukannya merupakan hal yang sangat berarti bagimu.

Nah setelah dijumlahkan, coba urutkan dari nilai yang tertinggi sampai terendah, maka Anda bisa tahu Bahasa Kasihmu mulai dari yang terutama/dominan. Selamat mencoba. Tuhan Yesus memberkati 🙂

 

Aktivitas 2: “Origami LOVE”

  1. Kertas Origami dibagikan, 1 lembar untuk masing-masing Peserta. Peserta melipat Kertas sesuai dengan Petunjuk dari Video.
  2. Tuliskan di kertas itu kata-kata yang menunjukkan “kasih sayang, peneguhan, kepedulian, hiburan, dst”.
  3. Duduk berpasangan saling berhadapan dengan Teman di sebelahmu, bacakan Kata-kata di Kertas LOVE itu lalu berikan sebagai “hadiah” kepada pasanganmu.
  4. Dilakukan bergantian.

Video Cara Membuat Origami “LOVE”:

Setelah permainan yang kedua ini, Sr. Petro mengakhiri kegiatan dengan mengajak Oma-Opa berdoa, dan kemudian menyanyikan Lagu Penutup “Kasih Yang Mempersatukan” (Hari Ini Kurasa Bahagia), karena ketika ditanyakan, bagaimana perasaan Oma-Opa dalam mengikuti Acara dan Kegiatan ini? Oma-Opa mengatakan bahwa mereka sangat gembira dan berbahagia.

“Allah Bapa Yang Mahakasih, terima kasih atas penyertaan-Mu dalam pertemuan kami ini. Semoga kami bisa semakin memahami & memaknai bentuk cinta sebagai wujud solidaritas terhadap sesama kami. Bantu kami agar kami mampu mewujudnyatakan CINTA itu dalam kehidupan kami sehari-hari. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, yang bersama dengan Roh Kudus, hidup dan bertahta kini dan sepanjang segala abad. Amin.”

Profisiat kepada Oma-Opa PSA! Tuhan Yesus memberkati!

SUKACITA DI PSA PADA MINGGU ADVEN III – MINGGU GAUDETE

Panti Lansia Santa Anna Teluk Gong dan Grisenda, Oma dan Opanya sangat digembirakan di Hari Minggu 17 Desember, dengan kunjungan dari Ibu Lestiana Aswin dkk. ke PSA Teluk Gong. Ibu Lestiana, diusianya yang genap 84 tahun pada 9 Desember 2023, kelihatan sangat awet muda. Ternyata kuncinya adalah hati yang gembira. “Hati yang gembira adalah obat yang manjur”, kata Ibu Lestiana mengutip dari Kitab Amsal 17: 22. Kegembiraan hati ini berulangkali diserukan oleh Beliau kepada Oma dan Opa PSA karena ini sangatlah penting. Kegembiraan adalah salah satu kondisi emosi yang positif. Orang yang dalam keadaan gembira akan mengalami peningkatan hormon endorfin dan oksitosin yang bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Orang yang hatinya gembira, pastilah mukanya berseri-seri, kelihatan lebih cantik, awet muda, sehat, dan akan panjang umur. Oma-Opa dan kita semua mesti belajar nih, dari Ibu Lestiana, untuk senantiasa memelihara kegembiraan dan sukacita, terlebih karena kita semua adalah anak-anak Tuhan yang dikasihi oleh-Nya. Minggu Ketiga Masa Adven ini, sungguh lebih terasa sebagai Minggu Gaudete, Minggu Sukacita oleh kehadiran Ibu Lestiana dan kawan-kawannya.

Ibu Lestiana Aswin dan teman-temannya dari Paroki St. Thomas Rasul Bojong Indah, antara lain Mami Cen Cen, Bpk. Ignas Suyono Sathora, ternyata merupakan kelompok peduli kemanusiaan yang sangat menyukai kegiatan-kegiatan sosial cintakasih untuk berbagi kasih, kegembiraan, dan kebahagiaan kepada sesama. “Kebahagiaan dan sukacita yang ditimbulkan dari kegiatan sosial berbagi kasih kepada sesama sungguh tak ternilai”, demikian Maminya Cen Cen sempat berbagi cerita kepada Sr. Petro, Ketua Yayasan Santa Anna, yang juga hadir pada kunjungan tersebut. “Salah satu cara mencapai kebahagiaan hidup yang hakiki memang lewat cara berbagi,” imbuh Pak Suyono.

Kunjungan Ibu Lestiana dkk. sungguh menggembirakan Oma dan Opa. Acara kunjungan diisi dengan doa, mengajak Oma-Opa berbincang, menyanyi, dan berpuisi. Lagu Selamat Ulang Tahun kepada Ibu Lestiana dilantunkan dalam berbagai bahasa oleh Para Suster, Oma, dan Opa. Di akhir acara, disajikan makan siang yang lezat buat Oma-Opa dan semua yang hadir, serta tak ketinggalan pembagian Bingkisan Kasih berupa goody bag buat Oma-Opa, juga sembako, biscuit, dan lain-lain untuk Panti. Kelompok yang penuh kasih ini, tidak hanya menyapa Oma-Opa yang sehat dan hadir dalam acara, tetapi juga mengunjungi Oma-Opa yang terbaring sakit di kamar.

Terimakasih Ibu Lestiana Aswin dkk., untuk kunjungannya ke Panti Lansia Santa Anna. Ibu Lestiana dan kawan-kawan selalu welcome kapanpun bila ingin datang lagi ke Panti ini. God bless you for your kindness.

“Tuhan, seperti Ibu Lestiana Aswin, kamipun ingin menjaga hati kami supaya tetap gembira, karena hati yang gembira adalah obat yang manjur. Amin.”

REKOLEKSI ADVEN II PSA 2023

Panti Lansia Santa Anna (PSA) Teluk Gong dan Grisenda, setelah mengalami kemacetan luar biasa dalam perjalanan dari Grisenda PIK menuju ke Teluk Gong, sehingga terpaksa membatalkan Kegiatan pada Rabu Sore 13 Desember, pada akhirnya di hari Kamis pagi 14 Desember berhasil berkumpul kembali untuk mengadakan Rekoleksi Mini dengan mendalami Topik Pekan II Masa Adven. Tema atau Topik-topik Masa Adven yang didalami adalah sebagaimana ditentukan oleh KAJ.

Sr Petro menghantar Para Oma-Opa untuk mendalami Topik “Keluargaku Solider”, dengan PENGANTAR SINGKAT dan Q & A / TANYA – JAWAB berikut:

Para Suster, Oma-Opa, Adik-adik Pegawai dan Perawat Yang Terkasih, Apa artinya SOLIDARITAS?

  1. Solidaritas, dari kata “solider” berarti:
  • Rasa setia kawan, merasa bersatu, senasib, sepenanggunan; “ringan sama dijinjing, berat sama dipikul”.
  • Ada perasaan saling percaya, bersahabat, saling menghormati, tenggang rasa, bertanggungjawab, memperhatikan kepentingan orang lain.
  1. Bagaimana kita bisa membangun solidaritas?
  • Menumbuhkan rasa hormat, simpati, dan mencoba mengerti orang lain.
  • Menjalin persahabatan, mengurangi konflik/perselisihan, mengurangi rasa iri, meningkatkan keakraban dan keharmonisan.
  • Berkomunikasi, saling bertegur-sapa.
  • Saling tolong-menolong, peduli dengan sesama, dll.
  1. Sebutkan beberapa Contoh:
  • Bagaimana kita dapat menunjukkan Solidaritas kepada satu sama lain dalam hidup bersama di Panti Lansia Santa Anna ini?
  • Sikap-sikap apa yang bertentangan dan melanggar Solidaritas?

Kemudian, Sr Petro memutar 3 Video Pendek yang diambil dari “Life Vest Inside(LVI), untuk menunjukkan Beberapa Contoh yang bagus dan menyentuh hati tentang Solidaritas. Sebelum Video diputar, kepada Oma-Opa dijelaskan sedikit tentang “Life Vest Inside” ini.

LVI adalah:

  • Sebuah Organisasi nirlaba/non-profit yang memiliki misi untuk menginspirasi, memberdayakan, dan mendidik orang-orang dari semua latarbelakang untuk menyebar kebaikan dan menjalani kehidupan yang baik.
  • Didirikan oleh seorang Guru Sekolah Menengah, namanya Orly Wahba.
  • Ketika masih kecil, ia memimpikan untuk menyatukan dunia melalui kekuatan kebaikan.
  • Pada tahun 2011, Orly mendirikan “Life Vest Inside” di New York City – USA, yang kemudian menyebar dengan cepat di berbagai belahan dunia untuk bergabung dalam gerakan kebaikan.

Kutipan dari sebuah artikel: “Orly dan LVI memberikan kepada banyak orang sebuah komunitas di mana mereka memiliki kesempatan untuk menjadi bagiannya. Tidak peduli apa masalahnya, LVI adalah “Rumah” mereka. Kepedulian dan pandangan positifnya memberi mereka cinta yang sangat mereka dambakan, di dunia yang tampaknya semakin tanpa kasih ini. Cahaya Orly bagaikan dian yang menerangi jalan keluar dari kegelapan.”

 

Video 1: Mari kita Simak Video Pendek ini; Apa yang Oma-Opa lihat?

Life Vest Inside – KINDNESS BOOMERANG – “One Day

 

Video 2: Mari kita Simak lagi Video lain ini; Apa yang mau disampaikan lewat Film Pendek ini?

Life Vest Inside – KINDNESS BOOMERANG – THAI version

 

Video 3: Apa yang dilakukan oleh Pemuda ini?

Life Vest Inside – REVOLUTION OF LOVE

 

Pada setiap Video Pendek dibuat pendalaman lewat Q & A / Tanya-Jawab agar Oma-Opa dapat lebih menangkap pesan yang hendak disampaikan lewat Film-film tersebut. Sesudahnya, Oma dan Opa diajak untuk beraktivitas. Sr. Petro mengajak Oma-Opa melakukan 2 macam permainan, agar penyampaian pesan untuk Topik Adven II “Keluargaku Solider” semakin lebih dapat dipahami.

Aktivitas 1: “PERMAINAN BOLA PINGPONG”

ATURAN PERMAINAN:

  1. Masing-masing Kelompok terdiri dari 4 orang.
  2. Tiap Kelompok diberikan 1 Kertas Karton dan 1 buah Bola Pingpong.
  3. Masing-masing Anggota Kelompok memegang keempat ujung karton tebal. Setelah tiap Kelompok siap di garis start, Fasilitator meletakkan bola di atas karton tebal tersebut.
  4. Sesuai aba-aba Fasilitator, Kelompok membawa bola di atas karton tebal sambil berjalan menuju garis finish.
  5. Jika ada bola yang jatuh, maka kelompok tersebut harus mengulang dari garis start.
  6. Kelompok yang membawa bola tanpa jatuh sampai garis finish, dinyatakan telah menyelesaikan misi.

Pendalaman pada akhir Permainan:

  1. Coba ceritakan apa yang Anda alami dalam permainan ini?
  2. Bagaimana/apa yang harus dilakukan agar dapat mencapai garis finish tanpa membuat Bola Pingpong jatuh?

Mengambil MAKNA dari “Permainan Bola Pingpong”:

  1. Setiap anggota kelompok perlu bersolider agar dapat membawa Bola Pingpong dengan berhasil, tanpa jatuh, sampai ke Garis Finish.
  2. Perjuangan tiap anggota kelompok yang memegang satu ujung karton tebal menggambarkan bahwa tiap pribadi memikul beban yang sama, namun upaya dan pergerakannya tidak bisa semau sendiri; masing-masing harus solider, memperhatikan pergerakan satu sama lain secara harmonis. Karena tiap sudut Karton harus seimbang ketinggiannya. Sehingga dari setiap anggota Kelompok dibutuhkan upaya untuk menyeimbangkannya: kadang perlu turun, naik, kadang harus jalan menyamping, ke depan, atau berjalan mundur. Pendek kata, setiap orang perlu berkontribusi, saling memperhatikan dan bekerjasama, mengharmoniskan gerak dan langkah.
  3. Demikian dalam kehidupan sehari-hari, agar tujuan, kebaikan, kepentingan, dan kesejahteraan bersama dapat tercapai dari setiap orang dituntut adanya SOLIDARITAS, berupa partisipasi/kontribusi, saling memperhatikan dan bekerjasama, rela berkorban dan menyesuaikan diri kendati terkadang harus naik-turun-maju-mundur, rela berbagi dan memikul beban bersama-sama, menjauhkan sikap egoisme, mau menang sendiri, bersikap semau gue tanpa mempedulikan orang lain.

 

Aktivitas 2: “BROKEN SQUARE”

ATURAN PERMAINAN:

  1. Tidak berbicara
  2. Jangan menunjuk atau menanyakan bagian tertentu.
  3. Kerjakan hanya pada bagian yang ada di depanmu.
  4. Jangan mengambil sepotong dari orang lain kecuali jika itu ditawarkan kepadamu terlebih dahulu
  5. Potongan Kertas dpt berpindah tangan hanya jika ditawarkan dan diterima oleh org lain.

Pendalaman pada akhir Permainan:

  1. Coba ceritakan apa yang dialami dalam permainan ini?
  2. Apa yang dapat membuat Segi Empat itu pada akhirnya dapat terbentuk dengan sempurna?

Mengambil MAKNA dari permainan “BROKEN SQUARE”:

  1. Setiap Kelompok dan Anggota Kelompok harus SOLIDER kepada satu sama lain; sembari mengerahkan usaha bersama dalam Kelompok sendiri untuk menyelesaikan Segi Empat-nya, juga perlu memperhatikan, mendukung, dan murah hati berbagi/memberi kepada Kelompok lain.
  2. Perlu ”take & give”; Saya/Kami bersedia menerima potongan kertas yang diberikan oleh Kelompok lain karena siapa tahu bahwa itu dapat menolong melengkapi Segi Empat kami, dan Saya/Kami juga harus rela memberikan/melepaskan potongan kertas yang ada pada kami untuk menolong Kelompok lain.
  3. Tidak boleh kikir, egois, menahan/menyimpan untuk Diri/Kelompok sendiri, karena kalau demikian maka bukan hanya Segi Empat mereka yang tidak bisa selesai, Segi Empat kamipun akan begitu juga.

MAKNA DARI KEDUA PERMAINAN, “BOLA PINGPONG” & “BROKEN SQUARE”:

  1. Dalam kedua permainan itu, dituntut dari kita adanya sikap Solider satu sama lain; tanpa Solidaritas, apa yang menjadi tujuan, harapan, dan yang diinginkan tidak akan berhasil, tidak akan tercapai.
  2. Demikian dalam kehidupan kita sehari-hari harus ada sikap solidaritas, barulah bisa tercipta hidup yang tenang, aman, nyaman, dan damai; sehingga dengan demikian kitapun bisa menikmati sukacita dan kebahagiaan.

Pada akhir Pertemuan, Sr. Petro memberikan 2 Pertanyaan Refleksi untuk direnungkan dan membangun niat yang baik untuk dilakukan dalam menjalani Pekan Adven II:

  1. Setelah mendengarkan semua masukan, sharing, penjelasan, dan makna dari permainan, pesan apa yang paling penting dan berkesan BAGI DIRIKU?
  2. Apa yang hendak kulakukan agar hidupku maupun hidup orang lain, sesama Oma-Opa, Pegawai, Perawat, Para Suster, bisa menjadi lebih baik di Panti/Komunitas ini?

Pertemuan lalu ditutup dengan sebuah Lagu indah yang dipublish oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia  “家人 Kita Satu Keluarga

REKOLEKSI ADVEN I PSA 2023

Panti Lansia Santa Anna (PSA) Teluk Gong dan Grisenda bergabung untuk mengikuti Rekoleksi berupa Pendalaman Topik Adven I “Allahku Solider” pada hari Rabu 6 Desember 2023, mulai jam 15.30 – 17.00 di PSA Teluk Gong, Jakarta Utara.

Sr. Petronella Lie SCMM, yang menjadi Narasumber dalam rangkaian Rekoleksi Masa Adven PSA 2023, mengawali kegiatan dengan Lagu dan Doa Pembuka. Pada Pengantar Topik, Sr. Petro menanyakan kepada Oma-Opa, “Mengapa sih, Yesus, yang adalah Putera Allah, mau-maunya merendahkan diri menjadi manusia yang lemah, rapuh, penuh kekurangan seperti kita?”

Jawaban Oma dan Opa beragam. Ada yang berkata, karena Allah begitu mencintai manusia sehingga Ia mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan mereka. Yang lain lagi mengatakan, untuk menyelamatkan dunia, untuk menebus dan menyelamatkan manusia. Semua jawaban itu tidak ada yang salah.

Sr. Petro kemudian menceritakan sebuah kisah untuk memberikan versi jawaban yang berbeda tentang “mengapa Allah menjelma menjadi manusia”:

Adalah seorang Bapak Tua yang baik hati dan tulus, setia pada keluarganya dan bersih kelakukannya. Sayangnya, dia tidak percaya tentang kisah Kelahiran Yesus, Allah yang menjadi manusia, sebagaimana tertulis dalam Alkitab dan yang diceritakan setiap kali perayaan Natal. Dia menganggap Natal hanya sebagai takhyul belaka.

“Saya benar-benar minta maaf jika Saya membuat kamu sedih,” kata Bapak itu kepada istrinya yang rajin pergi ke Gereja. “Tapi Saya tidak dapat mengerti mengapa Tuhan mau menjadi manusia. Itu adalah hal yang tidak masuk akal bagi Saya.”

Pada Malam Natal, Istri – Anak – dan Cucu-cucunyanya pergi menghadiri Perayaan Natal di Gereja. Si Bapak Tua memilih untuk tinggal di rumah saja. “Saya tidak mau menjadi munafik. Saya lebih baik tinggal di rumah. Saya akan menunggumu sampai pulang,” tutur Bapak itu kepada istrinya.

Tak lama setelah keluarganya berangkat, salju mulai turun. Ia memandang keluar jendela dan melihat butiran-butiran salju yang berjatuhan. Lalu ia kembali ke kursinya. Suhu dingin di luar mendorongnya untuk sejenak menikmati hangatnya perapian. Ia duduk sambil membaca koran.

Beberapa menit kemudian, ia dikejutkan dengan suara ketukan dari jendela depan. Bunyi itu terulang tiga kali. Ia berpikir pasti ada orang yang melemparkan bola salju ke arah jendela rumahnya. Namun betapa terkejutnya Bapak itu ketika ia beranjak untuk mengecek suara itu ke pintu masuk. Ia menemukan sekumpulan burung terbaring tak berdaya di atas salju dingin. Mereka terjebak dalam badai salju dan mereka menabrak kaca jendela ketika hendak mencari tempat berteduh.

“Saya tidak dapat membiarkan mahluk kecil itu kedinginan di sini,” pikir si Bapak. “Tapi bagaimana Saya bisa menolong mereka?” ucapnya.

Kemudian ia teringat akan kandang tempat kuda poni Cucu-cucunya. Kandang itu pasti dapat memberikan tempat berlindung yang hangat. Dengan segera ia pun mengambil jaketnya dan pergi menuju ke kandang itu. Ia membuka pintunya lebar-lebar dan menyalakan lampunya. Tetapi, burung-burung itu tidak masuk ke dalam.

“Makanan pasti bisa menuntun mereka masuk,” pikir si Bapak. Ia pun berlari kembali ke rumahnya untuk mengambil remah-remah roti dan menebarkannya ke salju untuk membuat jejak ke arah kandang. Tapi ia sungguh bingung. Burung-burung itu tidak menghiraukan remah roti tadi dan terus melompat-lompat kedinginan di atas salju.

Bapak itu mencoba usaha lain lagi. Dia mencoba menggiring mereka seperti anjing menggiring domba, tapi burung-burung itu justru berpencaran kesana-kemari, malah menjauhi kandang yang hangat itu.

“Mereka menganggap Saya sebagai mahluk yang aneh dan menakutkan”, kata Bapak itu pada dirinya sendiri, “dan Saya tidak dapat memikirkan cara lain untuk memberitahu bahwa mereka dapat mempercayai Saya. Kalau saja Saya dapat menjadi seekor burung selama beberapa menit, mungkin Saya dapat membawa mereka ke tempat yang aman,” pikir Bapak itu.

Pada saat itu juga, lonceng Gereja berbunyi. Bapak Tua itu berdiri tertegun selama beberapa waktu, mendengarkan bunyi lonceng itu menyambut Natal yang indah. Kemudian dia terjatuh pada lututnya dan berkata, “Sekarang Saya mengerti,” bisiknya dengan terisak. “Sekarang Saya mengerti mengapa ENGKAU mau menjadi manusia.”

Dengan penjelmaan Yesus menjadi manusia melalui peristiwa NATAL, Allah menyatakan solidaritas-Nya kepada kita. Ia mau menjadi SAMA dengan kita, manusia. Ia mau senasib, seperasaan, sepenanggungan dengan kita. Dengan menjadi manusia, Ia mau agar kita dapat mengerti Dia, akan warta gembira keselamatan yang Ia sampaikan kepada kita,

Yesus Kristus lahir sebagai manusia meskipun Dia adalah Putra Allah. Ia hadir dalam sejarah manusia untuk solider pada kita, manusia yang terbatas dan tidak sempurna ini. Kelahiran Yesus di kandang sederhana Betlehem, dan kehidupan-Nya di Nazaret, adalah bentuk solidaritas-Nya kepada manusia yang lemah, miskin, dan menderita. Seluruh kehidupan-Nya menampilkan solidaritasnya yang begitu besar pada kita.

  • Ia tumbuh sebagai Pemuda di kampung halamannya di Nazaret, di sebuah desa yang didiami oleh Para Petani dan Peternak, bergaul dengan orang-orang yang ada di desa.
  • Keluarganya adalah keluarga miskin dan sederhana; ini dapat kita ketahui dari persembahan mereka di Bait Allah, yaitu sepasang burung tekukur dan dua ekor burung merpati (Luk 2: 24).
  • Sebagaimana Yosef, ayah-Nya, adalah seorang Tukang Kayu, Yesus mewarisi pekerjaan tersebut sebagai Tukang Kayu juga.
  • Sebagai Yahudi, Dia melakukan kewajiban-Nya mengunjungi Sinagoga, membaca Kitab Suci (Perjanjian Lama), menjalankan tradisi Yahui dalam kehidupan-Nya sehari-hari.
  • Pada usia 30 tahun, Ia mulai tampil di muka umum, memanggil ke-12 murid-Nya, mengajar, berkotbah, berbagi suka-duka dengan para Pengikut-Nya, membantu banyak orang, melakukan banyak mukjizat dan keajaiban.
  • Pada akhir hidup-Nya, Dia mati di Salib dengan hukuman terhina bagi orang-orang yang sangat hina!

Lewat misteri Inkarnasi, Yesus telah menunjukkan jalan-Nya kepada kita, lewat solidaritas-Nya: dari tahta ke-Allah-anNya, Dia mau turun ke dunia menjadi manusia, yang sama rapuh, lemah, menderita, dan berkekurangan, seperti kita.

Tindakan ini dilakukan Kristus dengan tulus karena cinta. Ia merendahkan Diri sampai serendah-rendahnya, bahkan sampai Ia wafat di kayu salib demi keselamatan manusia yang dicintai-Nya.

Inilah cara Yesus untuk menjadi solider! Dan, Allah membenarkan tindakan Yesus ini, sehingga Ia ditinggikan di atas segala nama. Bagi Allah, tindakan solider Yesus adalah tindakan yang mulia.

Karena itu, seturut teladan-Nya, kita juga hendak menjadi pribadi yang mau solider pada sesama kita, terutama mereka yang kecil, lemah, miskin, dan menderita.

Pada akhir Pengantar Permenungan, Sr. Petro memberikan beberapa pertanyaan refleksi. Oma-Opa dapat mengambil 1 atau 2 untuk direnungkan dan diniatkan agar dengan demikian dapat memperbaiki sikap sehari-hari, terutama kepada orang yang dekat dan yang hidup bersama setiap hari:

  1. Apakah aku pernah mengalami Allah-ku yang solider itu? Dalam peristiwa apa aku merasa Allah solider kepadaku?
  2. Bagaimana aku dapat menunjukkan sikap solider Allah kepada Saudara, Keluarga, Anak, Cucu, Sesama Oma-Opa di Panti, kepada tetanggaku?
  3. Apa yang menghambatku untuk meneladan Allah yang solider?
  4. Bagaimana aku akan berjuang mengatasi hambatan untuk meneladan sikap solider Allah?
  5. Kepada siapa aku berniat untuk segera bersikap solider?

Setelah Lagu Selingan di akhir permenungan, Para Oma dan Opa diajak untuk melakukan kegiatan “Membuat Kostum dari Kertas Koran Bekas”. Mengapa menggunakan Kertas Koran Bekas? Koran adalah benda sederhana, sering dibuang seperti barang tidak berguna apabila sudah dibaca. Tetapi, bila kita mau memberikan perhatian, upaya, dan kreatifitas kita, maka Koran ini akan bisa menjadi sangat indah, berharga, dan dapat menggembirakan hati banyak orang.

Kertas Koran itu adalah diri kita, yang kerap menjadi kotor dan tidak berharga karena dosa-dosa kita. Tetapi Yesus mau datang ke dunia untuk menyelamatkan kita; Dia mau mengangkat dan mengubah hidup kita agar berguna, berharga, dan menjadi berkat bagi dunia dan sesama kita.

Dalam aktivitas ini, digunakan semua bahan-bahan sederhana yang sehari-hari: kertas koran bekas, gunting, lem, dan selotip.

  1. Tiap Kelompok diberikan alat-alat, masing-masing boleh menggunakannya untuk digunakan memperindah kertas Koran agar menjadi Kostum yang menarik. Setiap anggota diberi kesempatan untuk berinisiatif dan memberikan ide. Waktu 15 menit.
  2. Hasil desain dari setiap Kelompok kemudian dipamerkan kepada semua yang hadir.

Oma dan Opa sangat senang dengan kegiatan ini. Sesudah memamerkan Kostumnya, Opa Yohanes meminta waktu untuk berbicara di depan umum. Beliau mengatakan, betapa dia sangat berbahagia pada hari ini karena boleh mengambil bagian dalam kegiatan Adven untuk mempersiapkan diri menyambut Natal, Kelahiran Sang Penebus, yang sudah begitu rendah hati mau bersolider dengan kita manusia.

KUNJUNGAN PARA MALAIKAT KECIL DARI “LITTLE ANTS PRESCHOOL” – PLUIT KE PSA GRISENDA

Panti Lansia Santa Anna (PSA) Grisenda, digembirakan oleh kunjungan Para Malaikat Kecil dari Anak-anak “Little Ants Preschool” – Pluit pada Selasa pagi 5 Desember 2023. Beberapa hari sebelumnya, bingkisan-bingkisan kasih berupa biscuit, sabun mandi, lotion, popok, tisu, minyak goreng, kurma, buah, dan lain-lain sudah terlebih dahulu dikirimkan, yang oleh Pengurus Panti akan diatur pemakaiannya untuk keperluan Panti dan hadiah-hadiah Natal bagi Para Lansia.

Para Malaikat Kecil ini sungguh mendatangkan sukacita bagi Oma-oma PSA Grisenda. Di bawah arahan Ms. Eva, Guru Bahasa Inggris, dan pendampingan beberapa Guru lainnya serta dua orang Ibu dari orangtua murid, Anak-anak yang manis ini dengan berani dan bangga mempertunjukkan performance – nya yang menggemaskan. Mereka membuka acara dengan Doa Pembukaan, perkenalan nama, kemudian menyanyi dalam Bahasa Inggris dan Lagu Natal dalam Bahasa Indonesia. Nampak jelas bagaimana mereka telah dididik dengan baik.

Seusai menyanyi yang disertai dengan peragaan, masing-masing Para Malaikat Mungil ini memberikan Christmas Card kepada setiap Oma-oma, Para Suster, juga kepada para Pegawai dan Perawat PSA Grisenda. Christmas Card yang sungguh istimewa, karena merupakan hasil buah tangan mereka sendiri. Special gift yang tentu akan disimpan dengan baik. Sesudahnya mereka memberikan bingkisan khusus untuk Oma-oma.

Oma-oma, Para Suster, Pegawai dan Perawat PSA Grisenda berat melepaskan kepergian mereka. Kunjungan ini sungguh manis dan indah untuk disimpan di dalam hati. Ketika akan pamit pulang, salah satu dari mereka memimpin Doa Penutup dalam Bahasa Inggris.

Semoga “Little Ants Preschool” – Pluit tetap jaya dan sejahtera dalam membekali Anak-anak kecil ini menuju ke tingkat dasar.