Panti Lansia Santa Anna (PSA) menjalankan Rekoleksi Mini Pendalaman Tema APP 2 pada hari Jumat 1 Maret 2024.
Setelah Lagu Pembuka dan Doa Pembuka, Sr. Petro memulai dengan Pengantar APP2 dan kemudian baru menjelaskan tentang “Simpati dan Empati”.

A. PENGANTAR APP 2
Pada Jumat yang lalu, telah kita lihat bahwa Tema APP di tahun 2024 ini untuk Umat KAJ adalah “MEMBANGUN SOLIDARITAS & SUBSIDIARITAS UNTUK MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN BERSAMA”.
- “SOLIDARITAS” adalah: prinsip yang mengajarkan kita untuk saling peduli, mendukung, saling percaya, dan bertanggung jawab satu sama lain sebagai anggota Komunitas, sebagai warga PSA.
-
- Solidaritas mengajarkan kita untuk berbagi beban, kegembiraan, dan kesedihan bersama, serta berusaha untuk menciptakan keadilan, ketenangan, kenyamanan, dan kedamaian dalam tinggal bersama di Panti ini.
- Solidaritas adalah tindakan berbelarasa dan kepedulian untuk mau merasakan kesusahan dan penderitaan orang lain.
- Contoh:
- Ketika ada teman kita yang sakit atau membutuhkan bantuan, kita dapat menunjukkan solidaritas dengan mengunjungi dan membantu mereka.
- Ketika ada teman yang meninggal, kita menyatakan solidaritas kita dengan pergi melayat, menghadiri Misa Requiem, menciptakan suasana hening untuk berdoa, tidak membuat keributan/kegaduhan, dan lain-lain.
- “SUBSIDIARITAS” berasal dari bahasa Latin subsidium, artinya: memberi bantuan.
-
- Orang yang lebih mampu membantu yang kurang mampu
- Yang lebih kuat membantu yang lebih lemah
- Yang berkelebihan membantu yang berkekurangan
- Yang lebih tinggi kedudukannya membantu yang lebih rendah kedudukannya.
Dalam Subsidiaritas ini setiap orang dimungkinkan untuk berpartisipasi dalam proses perbaikan dalam upaya mencapai keadaan yang lebih baik, lebih maju, lebih berkembang, lebih berpengharapan.
Contoh:
-
- Bila terjadi masalah di Panti, maka Pemimpin Panti bersama Staf & Pegawai diberi kepercayaan dan kesempatan untuk berpartisipasi bagaimana mengupayakan solusi/jalan keluar yang terbaik. Bila tidak bisa, maka baru meminta bantuan dari Ketua Yayasan.
- Oma-Opa yang masih cukup sehat dan kuat diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam tugas-tugas dan kebersamaan di Panti: menjadi Satpam Gerbang, menjaga Resepsionis, menyumbangkan bakat memasak, menjahit, bermain Kolintang/Dumbuk/Rebana, dan lain-lain.
B. “SIMPATI dan EMPATI”
Seseorang hanya bisa melakukan tindakan SOLIDARITAS dan SUBSIDIARITAS apabila ia memiliki SIMPATI dan EMPATI.
- SIMPATI, artinya turut merasakan (meskipun belum pernah mengalaminya).
- EMPATI, artinya turut terlibat.
-
- Memahami bagaimana situasi dan kondisi jika berada di posisi orang lain.
- Suatu sikap mental, dimana seseorang dapat merasakan, memikirkan, bahkan memahami situasi dan kondisi orang lain, yang kemudian mendorong dia melakukan tindakan untuk menolongnya.
- “To put yourself in someone’s place/position/shoes”: menempatkan dirimu pada tempat/posisi/sepatu orang lain.
- If you could stand in someone else’s shoes… Hear what they hear.. See what they see .. Feel what they feel.. Would you treat them differently???: Jika Anda bisa berdiri di posisi orang lain… Mendengar apa yang mereka dengar… Melihat apa yang mereka lihat… Merasakan apa yang mereka rasakan… Apakah Anda akan memperlakukan mereka secara berbeda???
Kemudian Sr. Petro memutar 3 Film pendek tentang Simpati dan Empati.
FILM 1: Film dengan durasi 2 menit ini berhasil sebagai film pendek pemenang Oscar. Film tanpa kata-kata namun berhasil menggambarkan kehidupan manusia masa kini yang egois, miskin etika, hilangnya sopan santun, selalu merasa benar, kurang peduli dengan lingkungan sekitarnya, tak mau mengalah, tak mau berbagi bahkan berkorban untuk orang lain. Hilangnya empati dan simpati. Dalam film ini, akhirnya siapa yang mengalah, siapa yang justru berhasil menunjukkan sikap Simpati dan Empatinya??
FILM 2: “Contoh Perilaku Empati”
FILM 3:
RENUNGAN:
Di dalam Kitab Suci, kata SIMPATI dan EMPATI dibahasakan sebagai KASIH. Daninilah ciri-ciri orang yang hidup dalam KASIH itu (Roma 12: 9 – 21).
DOA PENUTUP
Allah Bapa Yang Maha Kuasa,
Kami bersyukur pada-Mu atas Masa Prapaskah yang Kau anugerahkan kepada kami. Lewat Masa Prapaskah ini. Engkau menginginkan kami untuk menyadari segala kebaikan dan cintakasih-Mu yang begitu besar dan tanpa pamrih.
Semoga dalam Masa Prapaskah ini, kamipun digerakkan untuk hidup dalam kasih, dan bersedia berbagi kasih kepada sesama kami, dengan menjadi lebih bersimpati dan berempati dengan keadaan orang lain, dengan kesulitan dan kesusahan orang lain. Gerakkan hati kami, agar kami mampu menunjukkan simpati dan empati itu dalam sikap dan tindakan yang nyata dalam kehidupan kami sehari-hari, dimana kami bisa menjadi lebih solider, lebih sabar dan menghargai orang lain yang hidup bersama dengan kami, bersedia menolong dimanapun dan kapanpun bantuan kami dibutuhkan.
Kami sampaikan doa kami ini dalam nama Yesus.
Amin.