Melanjutkan hari-hari OGF PSA “FULLY HUMAN – FULLY ALIVE” Seri Pertama, yang diselenggarakan berturut-turut selama 4 hari, dari Senin 06 Februari – Kamis 09 Februari 2023 di PSA Grisenda, pada hari kedua Selasa 07 Februari, Sr. Petro mengajak Oma-oma untuk mendalami 3 point:

  1. Penentu kebahagiaan kita bukanlah factor dari luar, melainkan dari dalam diri kita sendiri.
  2. Interaksi kita satu sama lain umumnya terjadi dalam pola S (Stimulus) – R (Respon).
  3. 4A: Langkah-langkah untuk memperbaiki persepsi dan sikap kita yang tidak tepat/keliru.

 

Pendalaman 1: “Penentu kebahagiaan kita bukanlah factor dari luar, melainkan dari dalam diri kita sendiri”

Kita selalu berpikir bahwa kebahagiaan kita ditentukan oleh factor dari luar diri kita. Maka, kalau kita tidak bahagia, kita suka mempersalahkan hal-hal di luar kita:

  • Mempersalahkan orang lain, keluarga, orangtua, anak, dst.
  • Mempersalahkan masa lalu kita
  • Mempersalahkan cuaca, situasi, lingkungan
  • Mempersalahkan jadwal/peraturan/kegiatan
  • Dst.

Padahal…, penentu kebahagiaan kita adalah DIRI KITA SENDIRI, dari PERSEPSI: cara pikir / cara pandang / pemahaman kita!

CONTOH 1:

Seorang Ibu yang selalu murung, berwajah cemberut dan tidak pernah kelihatan senang/berbahagia. Ketika ditanya mengapa, dia mengatakan bahwa dia selalu mengingat kedua anaknya:

  • Bila hari hujan, dia ingat anaknya yang jual es krim, karena es krimnya pasti tidak laku.
  • Bila hari cerah, dia ingat anaknya yang menjual payung karena payungnya pasti tidak laku.

Lalu, dia dinasehatkan sebagai berikut:

  • Bila hari hujan, ingatlah anak Ibu yang menjual payung; pastilah payungnya laris manis.
  • Bila hari cerah, ingatlah anak Ibu yang menjual es krim, karena pasti banyak orang mencari untuk membeli es krim.

Sejak saat itu, si Ibu selalu kelihatan gembira dan bahagia, entah hari hujan ataupun panas.

 

CONTOH 2:

Perihal “Jadwal / Peraturan / Kegiatan yang ada di Panti Lansia Santa ini”

  1. Ada Oma yang SENANG. Mengapa?
  • Karena merasakan hidup menjadi lebih teratur, lebih terarah, lebih pasti, dan terjamin.
  • Dengan semua kegiatan-kegiatan yang dilakukan, merasa hidup menjadi sangat bervariasi, penuh warna dan dinamika; tidak hampa, monoton dan berlalu begitu saja secara sia-sia.
  1. Mungkin ada Oma yang TIDAK SENANG. Mengapa?
  • Mungkin semua Jadwal / Peraturan / Kegiatan itu dirasakan kaku, mengikat, membuat tidak bebas lagi; membuat orang menjadi seperti robot.
  • Merasa sudah dibatasi, tidak lagi bisa berbuat semaunya.

Nah…, kita termasuk yg mana niiih??

Pendalaman 1 ini lalu diselingi dengan mendengarkan Audio Smart Motivation dari Andrie Wongso, “NODA DI KERTAS PUTIH – Kebiasaan Menyalahkan Orang Lain”

 

Pendalaman 2: “Interaksi kita satu sama lain umumnya terjadi dalam pola S (Stimulus) – R (Respon)”

Bila terjadi suatu konflik, perselisihan, pertengkaran, biasanya kita selalu mempersalahkan orang lain.

“Bah…, Saya kan bermaksud baik, tetapi kok dianya yang sewot dan langsung marah.”

Padahal…, cara kita, kata-kata kita, raut wajah dan sikap tubuh kita, kelihatan menyerang, mengejutkan,  mempersalahkan, mengkritik, merendahkan, memojokkan.

Sehingga orang lain merasa tersinggung, menjadi ciut/tenggelam hati dan semangatnya.

Dari BUKU SAKU Panti Lansia Santa Anna Grisenda, hlm. 14:

Pendalaman 2 diselingi dengan mendengarkan Audio Smart Motivation dari Andrie Wongso, “GEMA KEHIDUPAN – Kehidupan Memantulkan Apa yang Kita Berikan Padanya”

 

Pendalaman 3: “4A: Langkah-langkah untuk memperbaiki persepsi dan sikap kita yang tidak tepat/keliru”

Contoh: MASALAH STRESS / DEPRESI

DOA PENUTUP

Tuhan Yesus, terangilah hati dan pikiran kami dengan Roh Kudus-Mu,

tanamkan kesadaran yang kuat dalam hati kami, bahwa kami adalah Anak-anak Allah yang berharga dan dikasihi oleh Bapa.

 

Tuhan Yesus, ajarilah kami lebih percaya kepada-Mu,

bahwa Engkau sungguh mengasihi kami, dan menginginkan kami untuk juga mengasihi sesama kami, dan membuat hidup kami jadi berkat bagi orang lain.

 

Tuhan Yesus, ajarilah kami lebih pasrah kepada-Mu,

agar dalam setiap peristiwa hidup kami sehari-hari, kami mampu melihat kehadiran-Mu, sehingga kami merasa bahagia dan bahwa hidup kami tidak sia-sia.

 

Tuhan Yesus, kami mohon berkat dan rahmat-Mu,

agar kami mampu mengubah dan memperbaiki cara pandang dan sikap hidup kami yang salah, agar dengan demikian kami mampu hidup sesuai dengan jati diri kami, serta mencapai kepenuhan hidup yang berarti, sebagaimana yang Engkau kehendaki bagi diri kami.

 

Tuhan Yesus, kami cinta kepada-Mu, hadirlah dalam hati kami, kami menyambut-Mu, kami pasrah kepada-Mu.

 

Ya Allah, Yang Maha Belas Kasih, setiap saat dan di setiap hari, seluruh hidupku kuserahkan kepada-Mu, karena Engkau Bapa yang mengasihi aku. Amin!