Gloria in excelsis Deo…,
Kemuliaan kepada Allah di tempat tinggi…,
demikian Lagu Natal dimadahkan.
Putra Allah telah lahir,
Sang Immanuel ditinggikan dalam kerendahan kelahirannya di palungan kandang domba Betlehem.
Pada Minggu pagi – siang, 25 Desember 2022, Komunitas Sant’Egidio merayakan Natal bersama Oma dan Opa di Panti Lansia Santa Anna (PSA). Semua Lansia yang dibina oleh para Suster SCMM, baik yang di Grisenda maupun di Teluk Gong, digabungkan ke PSA Teluk Gong. Jauh hari sebelumnya, Koordinator kegiatan Sant’Egidio yang mengkoordinir pelayanan kasih di PSA Teluk Gong, Nona Puji Laurentia, sudah meminta agar Oma, Opa, Para Pegawai dan Perawat serta Suster-suster mengisi list yang menjadi harapan untuk menjadi Kado Natal bagi masing-masing dari Komunitas Sant’Egidio. Pada hari H-nya, hadiah yang diberikan bukan hanya yang sudah dicatat di list itu, tetapi masih juga ada hadiah lainnya. Perayaannya meriah, diawali dengan Perayaan Ekaristi Natal oleh Pastor Paroki Phiras Teluk Gong, kemudian dilanjutkan dengan Makan Siang dan Acara Ramah Tamah yang seru, tebak-tebakan berhadiah, dlsb. Pelayanan kasih yang sangat menyentuh hati.
Kami teringat akan sebuah permenungan tentang down grade sebagai the spirit of Christmas.
Yah…semua orang pasti senang dengan yang namanya up grade, meningkatkan; up grading, peningkatan: up grade status, up grade kedudukan/jabatan, up grade fasilitas, dll. Orang akan berupaya sekuat tenaga mengejarnya, pun melalui perilaku pansos, panjat sosial. Ketika dulu kita masih pake HP 3G, kita ingin memiliki yang 4G. Sekarang, Sayasendiri suka berangan-angan, kapaaan yah… bisa punya yang 5G.
Pernah pada tahun 2000, karena terjadi 2 kali kesalahan administrasi, tiket pesawatku dari Filipina ke Belanda di up grade dari Kelas Ekonomi ke Kelas Bisnis. Waduh… senang dan bangganya hatiku bisa duduk di deretan Kelas Bisnis pesawat KLM.
Intinya, kita ini semuanya suka upgrade.
Akan tetapi, dalam peristiwa Natal, kelahiran Yesus justru menunjukkan kebalikannya. Natal adalah momen dimana Allah down grade, dari Tahta Heavenly Suite, Dia turun ke palungan kandang domba.
Inilah yang mengesankan bagi Saya, bahwa Komunitas Sant’Egidio senantiasa hadir dengan semangat persahabatan tanpa batas . Boro-boro pergi hura-hura serta liburan Natal & Tahun Baru ke luar negeri atau ke tempat-tempat eksotis lainnya, kelompok orang muda dari Komunitas Sant’Egidio ini justru meluangkan waktu untuk duduk makan bersama Para Lansia. Perjalanan persahabatan Komunitas Sant’Egidio dengan Opa Oma sudah terjalin sejak lama dengan indah ,dimana hampir tiap minggunya sahabat-sahabat dari Komunitas Sant’Egidio setia melakukan kunjungan dan pelayanan pada para Lansia di Panti Santa Anna . Makan Siang Natal yang diadakan setiap tahunnya oleh Komunitas Sant’Egidio sejak lama merupakan puncak persahabatan kasih Komunitas Sant’Egidio dengan sahabat-sahabat yang kurang mendapatkan perhatian , terutama Opa Oma di PSA.
Dalam Injil, kita mengingat bahwa pada hari Natal , Yesus justru “ditolak” oleh penginapan-penginapan dengan mengatakan “sudah tidak ada ruang ” lagi. Namun melalui Makan Siang Natal ini, kembali kita diingatkan bahwa “Selalu Ada Ruang Untuk Semua” dan tidak ada yang dilupakan dihari Natal.
Saya juga sangat tersentuh dimana pada saat Makan Siang Natal, semua duduk dalam satu meja untuk makan bersama, sehingga sudah tidak terlihat lagi mana yang melayani dan mana yang dilayani. Semua bersatu dalam meja yang penuh dengan kehangatan dan cinta. Ini adalah keluarga sejati dan persahabatan tanpa batas .
Komunitas Sant’Egidio ini, di bawah koordinasi Nona Cantik, Ms. Puji Laurentia, menyelenggarakan pelayanan kasih dengan setia bersama kelompok teman-temannya setiap hari Minggu kepada Oma dan Opa di PSA Teluk Gong (lihat https://sathora.or.id/1338/komunitas-santegidio-keluarlah-dari-gereja/?fbclid=IwAR2utxmE5FoFHfkiSi7tonQtWtYuL2aeyKox8-4OPwJ3mjrk8P1igXDZonA). Inilah down grade, semangat Natal dan berbagi kasih yang nyata dari Komunitas Sant’Egidio kepada mereka yang kecil, lemah, miskin, dan tersingkirkan.
Saya melihat, Sahabat-sahabat dari Komunitas Sant’Egidio senantiasa belajar untuk “memberi diri” dari segala keterbatasan yang ada, sama seperti perumpamaan Janda Miskin yang memberi bukan hanya dari kelebihan, namun juga dari kekurangan. Sayasedikit mengutip sebuah ungkapan dari Komunitas Sant’Egidio yang mempunyai makna mendalam dan menginspirasi bagi Saya secara pribadi, yaitu bahwa “tidak ada orang yang terlalu miskin yang tidak dapat membantu orang miskin lainnya “. Sekecil apapun, semua kita punya kesempatan dan panggilan untuk dapat melakukan sesuatu bagi wajah-wajah Yesus dalam diri saudara-saudara kita yang kurang diperhatikan, terlupakan, sakit, dan terpinggirkan.
Untuk itu, kami atas nama Yayasan Santa Anna, Segenap Staf dan Para Suster SCMM, beserta seluruh Oma, Opa, Pegawai dan Perawat PSA menghaturkan limpah terimakasih; terimakasih telah rela down grade merayakan Natal bersama kami di Panti ini, terimakasih bahwa Anda selalu dengan setia melakukan pelayanan kasih tanpa pamrih kepada para Lansia yang kami asuh. Semoga Tuhan membalas kasih Anda sekalian dengan kelimpahan berkat-Nya bagi dirimu masing-masing, bagi orangtua, keluarga, dan bagi setiap studi, karya, dan pelayanan yang Anda lakukan.
Selamat Natal, Selamat ber-down grade, Tuhan memberkati kita semua.
25 Desember 2022
Oleh: Sr. Petronella Lie SCMM
(Ketua Yayasan Santa Anna)