Panti Lansia Santa Anna (PSA) menjalani Masa Prapaskah dengan 4 B, yaitu Berdoa, Berpuasa & Berpantang, Berderma, dan Bermatiraga (Beraskese).
Ketua Yayasan, Sr. Petronella Lie SCMM, secara teratur akan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan refleksi dan pendalaman bersama Para Oma-Opa di PSA selama Masa Prapaskah agar menjadi masa yang penuh arti untuk transformasi, metanoia, dan renewal.
Materi yang digunakan terutama bersumber dari Tema APP 2024 yang telah ditentukan oleh Gereja Katolik Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), dan dari berbagai sumber lainnya.
“You are dust and unto dust you shall return” (Gen. 3: 19)
THE 3 MEANINGS OF LENT (3 MAKNA PRA PASKAH)
Mengapa disebut “LENT”?
- Makna LENT dalam Bahasa Bahasa Jerman “lenz“ adalah “musim semi” (spring), khususnya di Eropah, dan di beberapa Negara lainnya akan merupakan musim panas (summer) dimana pohon-pohon, tanaman, dan rerumputan menjadi kering. Namun ketika pohon mengering, itu merupakan saat dimana akar-akarnya masuk lebih dalam ke bumi. Jadi, justeru merupakan musim semi bagi akar-akar pepohonan itu.
Maka, bisa dikatakan bahwa Prapaskah adalah musim semi bagi jiwa. Jika kita ke Eropah atau ke Amerika pada saat musim semi, kita akan melihat bunga-bunga berkembang, pucuk-pucuk daun muda bermunculan selama masa Prapaskah, karena Prapaskah merupakan Musim Semi bagi jiwa. Ini memang juga adalah saat pengorbanan, doa, amal, namun jiwa berkembang dan disegarkan selama Masa Prapaskah. Pada Misa Harian, biasanya sedikit saja umat yang hadir. Tetapi di banyak Gereja, umat melimpah ruah menghadiri Misa pada hari Rabu Abu. Dan sesudahnya, akan banyak Umat lebih rajin berdoa, Jalan Salib, menerima Sakramen Tobat, dan lain-lain.
2. “LENT” dalam Bahasa Latin “lente”, artinya “perlahan-lahan” (slowly). Jika biasanya kita bergerak serba cepat, maka di masa Prapaskah kita hendak berjalan lebih lambat, kita berlari perlahan-lahan dalam kehidupan dan lebih menghargai hal-hal kecil yang kita abaikan selama ini. Perlahan-lahan saja, karena ketergesaan akan menghasilkan kesia-siaan, membuat kita akan berakhir dengan capek, lelah, dan letih. Maka Masa Prapaskah adalah waktu untuk mengerem, menghargai kesegaran angin sepoi-sepoi, menghargai keluarga, menghargai teman-teman yang kita abaikan, untuk berhubungan kembali dengan orangtua yang mungkin sudah lama tidak kita jenguk karena kita begitu sibuk mengejar karir, begitu sibuk dengan diri kita sendiri.
3. “LENT” dalam Bahasa Inggris adalah bentuk lampau (bentuk past) dari “lend”, artinya “meminjamkan”. Jika seseorang “meminjamkan” (lend), maka yang lain “meminjam” (borrow), dan yang dipinjamkan adalah “pinjaman“. Maka, Masa Prapaskah juga merupakan masa untuk mengingat bahwa segala sesuatu yang kita miliki hanyalah “pinjaman”, dan Tuhan adalah Sang Maha Peminjam, yang bukan seperti pegadaian atau bukan bank. Tuhan Sang Maha Peminjam meminjamkan kita begitu banyak hal dimana akan ada saatnya kita harus mengembalikan apa yang telah kita pinjam itu, saat dimana kita mengingat bahwa kita hanyalah debu yang akan kembali menjadi debu.
Maka dalam Masa Prapaskah yang diawali dengan RABU ABU, baiklah kita merefleksikan 3 makna Prapaskah (LENT) itu, yaitu sebagai:
- Musim Semi bagi jiwa kita.
- Masa untuk mengerem, lebih lambat, perlahan-lahan.
- Saat untuk mengingat bahwa segala sesuatu yang kita miliki merupakan pinjaman, dan kita harus mengembalikan apa yang kita pinjam dengan gembira dan berlimpah-limpah.
Ingatlah bahwa “engkau adalah debu dan akan kembali menjadi debu” (Kej 3: 19)

