Panti Lansia Santa Anna (PSA) menjalankan Rekoleksi-rekoleksi mininya pada setiap hari Jumat selama Masa Prapaskah di bawah bimbingan Ketua Yayasan Santa Anna (YSA), Sr. Petronella Lie SCMM.
Rekoleksi berupa pendalaman APP 1 dilaksanakan pada 23 Februari 2024.

A. PENGANTAR MASA PRAPASKAH
PENGANTAR 1: “Apakah Masa Prapaskah/APP itu?
- Masa Prapaskah adalah Masa persiapan menuju Hari Raya Paskah yang kita jalani dengan 4 B:
-
- Berdoa
- Bertobat
- Beramal
- Beraskese / Bermatiraga / Penyangkalan Diri.
- Dijalani selama 40 hari, mulai dari hari RABU ABU s/d hari Jumat Agung.
Di tahun 2024:
-
- Rabu Abu, 14 Februari
- Jumat Agung, 29 Maret.
- Sedangkan APP (Aksi Puasa Pembangunan) adalah aksi pertobatan yang diwujudkan dlm tindakan.
PENGANTAR 2: “ Mengapa pada hari Rabu Abu dahi kita ditandai dengan Tanda Salib dari Abu?”
- Menurut Injil TANDA DI DAHI adalah lambang kepemilikan seseorang. Dengan tanda salib di dahinya melambangkan bahwa orang tersebut adalah milik Yesus Kristus.
- DAHI / KENING merupakan tempat di mana pusat diri kita sebagai manusia berada (yaitu Otak / Pikiran). Maka, selama Masa Prapaskah, kita hendak secara khusus menempatkan Yesus sebagai Pusat diri dan Pusat dari pikiran kita.
- ABU merupakan lambang dari penyesalan akan dosa dan tanda pertobatan.
- Abu juga melambangkan KEMATIAN, yang mengingatkan kita akan KETIDAKABADIAN kita. Karenanya, ketika imam dengan ibu jarinya membubuhkan abu di kening umat, ia akan berkata, “Ingatlah, manusia berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu“.
PENGANTAR 3: “ Bagaimana Puasa dan Pantang itu bagi orang Katolik?”
- PUASA wajib dilakukan oleh orang Katolik yang sudah berusia 18 tahun sampai 60 tahun.
-
- Puasa dilakukan mulai pada Rabu Abu sampai Jumat Agung.
- Puasa berarti makan kenyang satu kali sehari.
- PANTANG wajib dilakukan oleh orang yang sudah berusia 14 tahun ke atas.
-
- Pantang wajib dilakukan pada Rabu Abu dan setiap hari Jumat selama masa Prapaskah sampai Jumat Agung.
- Pantang bisa dipilih sendiri sesuai kemampuan misalnya pantang daging, garam, jajan, rokok, alkohol, dll. Namun sebaiknya hal yang dipantangkan adalah hal-hal yang disukai.
- BERPANTANG & BERPUASA wajib pada hari Rabu Abu, dan Jumat Agung.
- Berpuasa dan berpantang itu bukan soal menahan lapar.
-
- Kalau menahan lapar berarti setelah berbuka puasa, maka kita boleh makan sepuasnya. Misalnya makan tiga kali, lalu karena puasa jadi makannya ditahan sampai jam berbuka puasa lalu makan sebanyak tiga kali lipat porsinya.
- Puasa itu bukan menahan, tapi mengurangi, terutama mengurangi berbagai macam tingkah laku yang buruk, bertobat dari dosa favorit atau dosa yang dilakukan setiap hari, untuk membantu kita mengembalikan citra / jati diri kita menjadi anak-anak Tuhan.
- Puasa dan pantang disebut juga sebagai ‘mati raga‘, dengan harapan bisa mematikan semua hal-hal buruk dalam raga (tubuh) manusiawi kita agar dapat menjadi suci kembali.
- Jadi, Puasa bukan cuma soal mengurangi makanan dan menahan nafsu; puasa itu juga diet, yaitu diet dari segala dosa!
- Satu hal perlu diingat ketika menjalankan perintah pantang dan puasa: Umat Katolik diminta agar tulus dan melakukannya untuk Tuhan, bukan untuk pamer.
Matius 6:16-18.
“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
- Pada Tahun 2024 ini, Mgr. Kardinal Ignasius Suharyo, Bapak Uskup Agung KAJ, mengajak kita untuk “MEMPERKUAT SOLIDARITAS & SUBSIDIARITAS UNTUK MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN BERSAMA”. Ini sekaligus merupakan Tema APP KAJ 2024:
-
- Solidaritas BUKAN suatu perasaan haru, kasihan, atau rasa sedih yang dangkal atas ketidakberuntungan orang lain.
Solidaritas merupakan tekad / niat yang kuat untuk membaktikan diri demi kesejahteraan bersama; artinya demi kebaikan orang lain, karena kita semua memiliki tanggungjawab atas diri sendiri dan atas diri sesama kita.
-
- “Subsidiaritas” berasal dari bahasa Latin subsidium, artinya: memberi bantuan. Orang yang lebih mampu, lebih kuat, berkelebihan, atau yang lebih tinggi kedudukannya, membantu yang kurang mampu, yang lbh lemah, yang berkekurangan, atau yang lebih rendah kedudukannya.
Pertanyaan:
- Bagaimana kita dapat mewujudkan Kesejahteraan Bersama di PSA ini?
- Kesejahteraan seperti apa yang kita inginkan?
B. “THE 3 MEANINGS OF LENT” (3 MAKNA ‘LENT’ / PRA PASKAH)
Mengapa disebut “LENT”?
- Makna LENT dalam Bahasa Bahasa Jerman “lenz“ adalah “musim semi” (spring). Jika kita ke Eropah atau ke Amerika pada saat musim semi, kita akan melihat bunga-bunga berkembang, tunas-tunas dan pucuk-pucuk daun muda bermunculan.
-
- Dalam arti kata lenz / spring / musim semi ini, bisa dikatakan bahwa Prapaskah adalah musim semi bagi jiwa.
- Prapaskah merupakan Musim Semi bagi jiwa, karena pada Masa Prapaskah orang lebih memperhatikan kebutuhan jiwa dan rohaninya; bertekad untuk lebih banyak berdoa, bertobat, beramal, dan beraskese.
- Bila pada Misa Harian, biasanya sedikit saja umat yang hadir, maka pada hari Rabu Abu, di banyak Gereja umat melimpah ruah menghadiri Misa. Dan sesudahnya, di Masa Prapaskah, akan banyak Umat lebih rajin berdoa, mengikuti Ibadat Jalan Salib, menghadiri Misa, menerima Sakramen Tobat, dan lain-lain.
- “LENT” dalam Bahasa Latin “lente”, artinya “perlahan-lahan” (slowly).
-
- Jika biasanya kita bergerak serba cepat, maka di masa Prapaskah kita hendak berjalan lebih lambat, kita berlari lebih pelan dalam kehidupan dan lebih menghargai hal-hal kecil yang kita abaikan selama ini.
- Perlahan-lahan saja, karena ketergesaan akan menghasilkan kesia-siaan, membuat kita akan berakhir dengan capek, lelah, dan letih.
- Maka Masa Prapaskah adalah waktu untuk mengerem, menghargai kesegaran angin sepoi-sepoi, menghargai keluarga, menghargai teman-teman yang kita abaikan selama ini, untuk berhubungan kembali dengan orangtua yang mungkin sudah lama tidak kita jenguk karena kita begitu sibuk mengejar karir, begitu sibuk dengan diri kita sendiri.
- “LENT” dalam Bahasa Inggris adalah bentuk lampau (bentuk past) dari “lend”, artinya “meminjamkan”. Jika seseorang “meminjamkan” (lend), maka yang lain “meminjam” (borrow), dan yang dipinjamkan adalah “pinjaman“.
-
- Maka, Masa Prapaskah juga merupakan masa untuk mengingat bahwa segala sesuatu yang kita miliki hanyalah “pinjaman”, dan Tuhan adalah Sang Maha Peminjam, yang bukan seperti pegadaian, bukan bank, yang meminjamkan secara terbatas.
- Tuhan Sang Maha Peminjam meminjamkan pada kita begitu banyak hal, dimana akan ada saatnya kita harus mengembalikan apa yang telah kita pinjam itu, saat dimana kita mengingat bahwa kita hanyalah debu yang akan kembali menjadi debu.
Ingatlah bahwa “engkau adalah debu dan akan kembali menjadi debu” (Kej 3: 19)
DOA PENUTUP
Allah Bapa Yang Maha Kuasa,
Kami bersyukur kepada-Mu atas Masa Prapaskah yang Kau anugerahkan kepada kami. Lewat Masa Prapaskah ini. Engkau menginginkan kami untuk menyadari segala kebaikan-Mu. Selama Masa Prapaskah ini Engkau melimpahkan rahmat untuk menyegarkan iman kami.
Engkau mengajak kami untuk bertobat, menyesali kekurangan dan dosa-dosa kami. Engkau mendorong kami melepaskan diri dari belenggu nafsu yang menyesatkan. Engkau mengajar kami untuk hidup sederhana, mensyukuri segala anugerah-Mu, dan membantu orang-orang yang menderita.
Semoga karena rahmat-MU, yang Kau limpahkah selama Masa Prapaskah ini, kami semakin suci, semakin bersatu dengan umat kesayangan-MU, dan berani meneladani Yesus Putra-MU, yang rela menderita sengsara, wafat dan bangkit untuk menyelamatkan kami.
Sebab dialah Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang masa.
Amin.