Pemberkatan Gua Maria di Panti Lansia Santa Anna Grisenda Blok B1/65, dilaksanakan hari Kamis, pada Misa Sore jam 17.00, yang dipimpin oleh Rm. Alexius Widianto, dari Paroki Regina Caeli, PIK.

Sudah sejak beberapa waktu yang lalu, Ketua Yayasan Santa Anna, memikirkan tentang pengadaan sarana Rohani ini, karena melihat para Oma yang setiap pagi dan sore selalu suka duduk-duduk di beranda depan PSA Grisenda.

Suatu pagi di bulan Juli 2023 yang lalu, sambil Sarapan Pagi, Sr. Petro mengemukakan ide untuk membuat Gua Maria di sudut pekarangan kecil dekat Gerbang Depan PSA Grisenda. Sr. Renelda segera mendukung ide ini dengan gembira, sehingga acara Sarapan kedua Suster yang tinggal di Lantai 3 PSA Grisenda ini diramaikan oleh percakapan tentang pembuatan Gua tersebut. Selesai Sarapan dan cuci piring, begitu Sr. Renelda turun ke Lantai 2, disitu sudah menunggu 2 orang Ibu. Katanya, mereka mau memberikan sumbangan. Kedua Ibu ini bercerita bahwa mereka berdua hadir pada Misa Panggilan Hari Minggu 30 April 2023 yang lalu di Gereja Stella Maris Pluit, dimana ketika itu Sr. Petro memberikan sharing panggilan sebagai pengganti Homili dan para Suster serta Oma-oma PSA Grisenda hadir untuk memeriahkan Misa dengan Lagu-lagu Misa yang diiringi dengan permainan Musik Kolintang, Dumbuk, dan Rebana. Pada waktu itu, kedua Ibu itu sudah berniat untuk memberikan Sumbangan ke Panti, tetapi mereka baru ada waktu pada pagi itu. Setelah kedua Ibu tersebut pergi, dengan gembira Sr. Renelda memberitahukan pada Sr. Petro bahwa Pengunjung Panti pada pagi hari ini, yaitu kedua Ibu tersebut, datang untuk memberikan Sumbangan sebesar Rp. 10 juta. Kedua Suster dipenuhi oleh sukacita. Sr. Petro langsung menimpali bahwa Gua Maria itu HARUS dibuat, karena Bunda Maria telah mengirimkan bantuan dengan menggerakkan kedua Ibu itu pada pagi ini untuk memberikan dukungan agar Gua dapat dibangun di PSA Grisenda.

Rencana pembuatan Gua menjadi lebih konkrit dengan kedatangan Pemimpin PSA, Sr. Feliana Padut SCMM, yang mulai tinggal di PSA Grisenda untuk lebih memberikan perhatian pada kegiatan dan pelayanan sehari-hari yang dilakukan di Panti ini. Sr. Feliana dengan segera setuju. Dengan bantuan Ibu Vera Mandagi, yang memperkenalkan Tukang Pembuat Gua & Kolam yang baik, dengan biaya yang murah meriah, yaitu Rp. 11 juta, rencana pembuatan Gua segera dieksekusi, dimana Sr. Feliana bertanggungjawab mengawasi pekerjaan pembangunan Gua. Ibu Lucy, salah seorang Sahabat Misi PSA, yang berdomisili di PIK dan setiap hari selalu mengirimkan lauk-pauk, makanan, dan terkadang juga mengirimkan buah-buahan ke Panti, spontan tergerak untuk menambahkan sumbangan Rp. 1 juta untuk membeli Patung Bunda Maria. Tetapi kemudian, ada seorang Ibu juga, yang karena pindah keluar negeri, memberikan sebuah Patung Bunda Maria untuk Panti. Maka, sumbangan dari Ibu Lucy kemudian dialihkan untuk menggenapi biaya pembuatan Gua, sehingga Pembuatan Gua Maria seutuhnya, lengkap dengan Patungnya, adalah merupakan sumbangan dari ke-4 Ibu yang baik dan murah hati itu. Setelah Misa dan Acara Pemberkatan Gua Maria, semua hadirin diundang untuk beramah-tamah dan makan malam bersama. Para Ibu Pencinta Bunda Maria, Ibu Elly dari Pena RC, Ibu Nie Lie dan Ibu Suzan dari Lingkungan St. Anselmus Grisenda, Ibu Lucy, juga beberapa Donatur lainnya menyumbangkan bunga-bunga untuk dekorasi, serta makanan dan minuman untuk menjamu semua yang hadir. Para Oma dan Opa dari PSA Teluk Gong juga ikut hadir untuk meramaikan acara. Semoga dengan perantaraan Maria, Bunda yang penuh kasih sayang, semua orang-orang baik dan murah hati ini beroleh anugerah-anugerah yang mereka butuhkan dalam kehidupan, pekerjaan, dan rumah tangganya.

Dalam tradisi Katolik, Gua Maria adalah merupakan tempat ziarah dan untuk berdoa. Dengan dibuatnya Gua Maria ini, ada pemandangan dan sudut rohani yang selalu bisa di pandang-pandang oleh Oma-oma dan Penghuni PSA Grisenda, biar hati selalu terarah pada Tuhan lewat Bunda Maria. “Gua Maria ini dibangun agar menjadi sarana untuk mendekatkan diri pada Tuhan dengan berdoa lewat perantaraan Bunda Maria,” tukas Sr. Petro.

“Ya namamu Maria, Bunda yang kucinta.

Merdu menawan hati segala anakmu.

Patutlah nama itu, hidup di batinku.

Dan nanti kuucapkan di saat ajalku.”

“Ave – ave – ave Maria.

Ave – ave – ave Maria.”