Panti Lansia Santa Anna (PSA), dalam menyongsong NATAL 2024, kembali mengadakan Kegiatan-kegiatan yang menarik untuk mempersiapkan warganya: Para Oma dan Opa, Para Pegawai dan Perawat, untuk menyambut Kelahiran Sang Juru Selamat Dunia.

Ketua Yayasan Santa Anna, Sr. Petronella Lie SCMM, memimpin langsung berbagai kegiatan, bersama dengan Rekan-rekan Kerja Para Suster SCMM lainnya dari Pengurus Yayasan Santa Anna (YSA) dan Staf PSA, yaitu: Sr. Renelda Nahas, Sr. Renata Barasa, Sr. Stefani Murwani, Sr. Erlis Laia, Sr. Katarina Waruwu, dan dilengkapi juga dengan kehadiran Sr. Henrika Sri Woro Prihati. Para Lansia, Pegawai dan Perawat semuanya, juga yang dari PSA Grisenda, dilibatkan dan dipusatkan kegiatannya ke PSA Teluk Gong.

Sebagai warga Gereja Katolik Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Sr. Petro mengambil Tema dan Topik-topik Pendalaman Adven yang sudah ditentukan oleh KAJ, yaitu “KEPEDULIAN LEBIH PADA YANG LEMAH DAN MISKIN”, dengan Topik Adven I: “KEADILAN SOSIAL”.

Pendalaman-pendalaman Adven PSA dikemas berupa Rekoleksi-rekoleksi Mini yang kreatif dan interaktif.

Sr. Petro mengawali Rekoleksi Mini Adven I dengan Lagu Pembuka: “Cintailah Sesamamu”.

Sesudahnya, Oma-Opa dan para hadirin diajak untuk berdoa bersama:

“Tuhan Allah Yang Maha Kuasa, Engkau adalah Allah yang Maha Baik dan penuh kasih.

Pada saat ini kami berkumpul sebagai satu Keluarga Besar Panti Lansia Santa Anna.

Kami hendak bersyukur, memuji, dan menyembah-Mu yang selalu mengasihi kami.

Kami mau belajar dari-Mu, yang telah lebih dulu solider, dengan mengutus Putra-Mu menjadi manusia untuk menyelamatkan kami.

Ajarkan kami untuk mampu meneladan cinta dan belaskasih serta keadilan-Mu, terutama kepada sesama kami, Oma-Opa, dan juga kepada orang-orang di sekitar kami yang lebih lemah, miskin, sakit, dan membutuhkan perhatian.

Semoga pendalaman Adven Pertama ini menginspirasi kami untuk menghayati dan berbagi cintakasih dalam hidup sehari-hari.

Bunda Maria Yang Berbelaskasih, Doakanlah kami. Santa Anna, Doakanlah kami. Amin!”

 

Berikut ini adalah paparan materi yang disampaikan oleh Sr. Petro sebagai pendalaman iman dan Rekoleksi Mini Adven I PSA Teluk Gong & Grisenda:

 

I. PENGANTAR

Oma-Opa, Adik2 Pegawai & Perawat Ytk, adakah yang tau, apa sih arti Masa Adven itu?

Masa Adven adalah masa penantian kelahiran Yesus, Sang Almasih.

Selama masa penantian itu, Gereja mengajak kita untuk melakukan persiapan-persiapan agar kita layak untuk menyambut Kelahiran Yesus yang datang ke dunia dan lahir sebagai  manusia.

 

Apakah Oma Opa masih ingat cerita tentang seorang Bapak Tua yang tidak  mau percaya tentang Allah yang menjadi Manusia? Bpk. Tua ini selalu geli bila melihat orang-orang yang sibuk membuat persiapan dan kemudian pergi ke Gereja di hari Natal. Bagi Bpk. Tua ini, kok aneh, apaan sih, kok ada-ada saja cerita tentang Allah yang menjelma menjadi manusia.

 

SEBUAH KISAH DI MALAM NATAL:

Adalah seorang Bapak Tua yang baik hati dan tulus, setia pada keluarganya dan bersih kelakukannya. Sayangnya, dia tidak percaya tentang kisah Kelahiran Yesus, Allah yang menjadi manusia, sebagaimana tertulis dalam Alkitab dan yang diceritakan setiap kali perayaan Natal. Dia menganggap Natal hanya sebagai takhyul belaka.

“Saya benar-benar minta maaf jika Saya membuat kamu sedih,” kata Bapak itu kepada istrinya yang rajin pergi ke Gereja. “Tapi Saya tidak dapat mengerti mengapa Tuhan mau menjadi manusia. Itu adalah hal yang tidak masuk akal bagi Saya ”

Pada Malam Natal, Istri – Anak – dan Cucu-cucunya pergi menghadiri Perayaan Natal di Gereja. Si Bpk. Tua memilih untuk tinggal di rumah saja. “Saya tidak mau menjadi munafik. Saya lebih baik tinggal di rumah. Saya akan menunggumu sampai pulang,” tutur Bapak itu kepada istrinya.

Tak lama setelah keluarganya berangkat, salju mulai turun. Ia memandang keluar jendela dan melihat butiran-butiran salju yang berjatuhan. Lalu ia kembali ke kursinya. Suhu dingin di luar mendorongnya untuk sejenak menikmati hangatnya perapian. Ia duduk sambil membaca koran.

Beberapa menit kemudian, ia dikejutkan dengan suara ketukan dari jendela depan. Bunyi itu terulang tiga kali. Ia berpikir pasti ada orang yang melemparkan bola salju ke arah jendela rumahnya. Namun betapa terkejutnya Bpk itu ketika ia beranjak untuk mengecek suara itu ke pintu masuk. Ia menemukan sekumpulan burung terbaring tak berdaya di atas salju dingin. Mereka terjebak dalam badai salju dan mereka menabrak kaca jendela ketika hendak mencari tempat berteduh.

“Saya tidak dapat membiarkan mahluk kecil itu kedinginan di sini,” pikir si Bpk. “Tapi bagaimana Saya bisa menolong mereka?” ucapnya.

Kemudian ia teringat akan kandang tempat kuda poni Cucu-cucunya. Kandang itu pasti dapat memberikan tempat berlindung yang hangat. Dengan segera ia pun mengambil jaketnya dan pergi menuju ke kandang itu. Ia membuka pintunya lebar-lebar dan menyalakan lampunya. Tetapi, burung-burung itu tidak masuk ke dalam.

“Makanan pasti bisa menuntun mereka masuk,” pikir si Bpk. Ia pun berlari kembali ke rumahnya untuk mengambil remah-remah roti dan menebarkannya ke salju untuk membuat jejak ke arah kandang. Tapi ia sungguh terkejut. Burung-burung itu tidak menghiraukan remah roti tadi dan terus melompat-lompat kedinginan di atas salju.

Bpk itu mencoba usaha lain lagi. Dia mencoba menggiring mereka seperti anjing menggiring domba, tapi burung-burung itu justru berpencaran kesana-kemari, malah menjauhi kandang yang hangat itu.

“Mereka menganggap Saya sebagai mahluk yang aneh dan menakutkan”, kata Bpk itu pada dirinya sendiri, “dan Saya tidak dapat memikirkan cara lain untuk memberitahu bahwa mereka dapat mempercayai Saya. Kalau saja Saya dapat menjadi seekor burung selama beberapa menit, mungkin Saya dapat membawa mereka ke tempat yang aman,” pikir Bpk itu.

Pada saat itu juga, lonceng Gereja berbunyi. Bpk Tua itu berdiri tertegun selama beberapa waktu, mendengarkan bunyi lonceng itu menyambut Natal yang indah. Kemudian dia terjatuh pada lututnya dan berkata, “Sekarang Saya mengerti,” bisiknya dengan terisak. “Sekarang Saya mengerti mengapa ENGKAU mau menjadi manusia.”

 

Para Suster, Oma, Adik-adik Pegawai & Perawat Ytk,

Dengan penjelmaan Yesus menjadi manusia melalui peristiwa NATAL, Allah membuktikan solidaritas-Nya kepada kita.

Ia mau menjadi SAMA dengan kita, manusia.

Ia mau senasib, seperasaan, sepenanggungan dan menderita bersama dengan kita.

Dengan menjadi manusia, Ia mau agar kita dapat mengerti Dia, mengerti akan warta gembira keselamatan yang Ia sampaikan kepada kita.

Tema umum Masa Adven 2024 ini adalah KEPEDULIAN LEBIH pada yang LEMAH & MISKIN, baik secara jasmani maupun secara Rohani.

Kepedulian pada orang kecil, lemah, miskin, dan tertindas adalah panggilan dari setiap orang beriman, entah apapun agamanya. Agama mengajarkan pada kita agar kita PEDULI dengan orang yang menderita yang ada di sekitar kita, jangan kita cuek, mengabaikan, apalagi bersikap sombong kepada mereka.

Kita harus menaruh perhatian, berbelaskasih, dan sedapat mungkin mengupayakan bantuan, entah besar atau kecil, untuk meringankan kesusahan dan penderitaan mereka.

Gereja Katolik mengajarkan, bahwa keadilan sosial harus diwujudkan dengan membantu sesama yang menderita. Yesus Sang Juruselamat adalah TELADAN UTAMA bagi kita semua untuk mengungkapkan cinta dan keadilan Allah dalam berbelaskasih bagi sesama.

 

II. AKTIVITAS: BERMAIN PERAN & MENEBAK

  1. Oma Opa, Pegawai, Perawat, Para Suster dibagi dalam 3 Kelompok.
  2. Wakil dari masing-masing Kelompok mengambil 1 Kertas, membawa ke Kelompoknya untuk kemudian membahasnya secara rahasia bagaimana mereka akan meragakan/memerankan kisah yang tertulis di Kertas itu. Waktu 10 menit.
  3. Sesudahnya, masing-masing Kelompok secara bergiliran akan menampilkannya semacam “mini drama bisu”, artinya diperankan tanpa suara, hanya dengan gerak-gerik saja; kecuali pada kata-kata/bagian-bagian tertentu boleh mengeluarkan suara. Bila Kelompok terlalu besar, maka ditentukan beberapa orang saja yang menjadi perwakilan untuk maju ke depan dalam peragaan itu. Durasi drama paling lama 10 menit per-Kelompok.
  4. Ketika 1 Kelompok maju, maka tugas hadirin yang lain adalah menebak: “Kisah apakah yang diperankan itu?” Bagi yang sudah bisa menebak, dapat segera mengungkapkannya saat peragaan selesai.

MAKNA AKTIVITAS:

Melalui kegiatan ini, kita hendak diingatkan kembali tentang beberapa kisah belaskasih Yesus kepada manusia yang menderita. Dimanapun Yesus berada, dia selalu peka, penuh perhatian, berbelaskasih, dan memberikan bantuan kepada siapa saja yang membutuhkan pertolongan.

 

III. BACAAN & MAKNA KITAB SUCI

 

MAKNA KITAB SUCI

Peristiwa Yesus membuat mukjizat dengan membangkitkan anak muda di Nain menunjukkan perhatian dan kepedulian Yesus pada kesusahan orang yang sedang berduka. Anak muda yang dibangkitkan itu adalah anak laki-laki dari seorang Janda, yang sudah ditinggal oleh suaminya yang meninggal. Para Janda memiliki posisi yang rentan karena tidak memiliki perlindungan dari suaminya, dibatasi pergerakannya, termasuk untuk pergi ke Bait Allah. Pembatasan gerak ini membuat Para Janda sulit untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.

Kematian anak laki-lakinya membuat keadaan Janda ini semakin terpuruk, betul-betul kehilangan pegangan yang bisa diandalkan dalam hidupnya. Di tengah-tengah keterpurukannya itulah Yesus hadir memberikan penghiburan dan harapan, dengan membangkitkan anak laki-laki itu.

Kejadian ini menunjukkan betapa Yesus memiliki kepekaan hati untuk melihat kesulitan orang lain. Kepekaan hati-Nya menggerakkan Yesus untuk segera menolong sesama tanpa menunda waktu. Memberi pertolongan merupakan perwujudan cinta secara nyata bagi sesama.

Demikian Yesus memberikan pengajaran dan teladan yang baik kepada Para Murid-Nya, dan juga kepada kita semua untuk berani menolong dan terlibat dalam mengatasi kesulitan dan penderitaan sesama, terutama orang yang berada di sekitar kita.

 

IV. PERTANYAAN REFLEKSI

  1. Apakah Saya memiliki rasa peduli kepada sesama yang lebih lemah, sakit, sedang berkesusahan, dan membutuhkan bantuan?
  2. Apa saja yang pernah Saya lakukan untuk menolong sesamaku yang sedang sakit, membutuhkan perhatian, bantuan, penghiburan?

 

Ketika Sr. Petro memberikan kesempatan kepada Oma Opa untuk membagikan hasil refleksinya, ternyata cukup banyak Oma Opa yang mampu untuk mengungkapkan berbagai perbuatan baik yang nyata, yang mereka lakukan kepada sesama Oma Opa di Panti Lansia Santa Anna.

 

Pada akhir pertemuan, Sr. Petro mengajak hadirin untuk bersama mendaraskan Doa Penutup:

“Bapa Yang Mahabaik kami mau bersyukur untuk pertemuan dan pendalaman iman di pekan ADVEN Pertama ini. Semoga dengan rahmat-Mu kami semakin menyadari betapa baiknya Engkau.

Restui kami, agar kami semakin menjadi seperti-Mu, peduli kepada sesama kami yang lemah, miskin, sakit, berkesusahan, dan membutuhkan bantuan.

Doa ini kami sampaikan dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kini dan sepanjang masa. Amin.”

 

Pertemuan diakhiri dengan Lagu “UJILAH AKU, TUHAN”